Proses Pembangunan Jembatan Haliau Terkendala Donasi

Sebuah jembatan yang menjadi penghubung antara Desa Perkebunan, Desa Wake dan Desa Mandala terputus akibat banjir bandang yang menimpa Desa Haliau, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan pada pertengahan Januari 2021 lalu.

Dikabarkan bahwa jembatan yang rusak akibat banjir bandang tersebut ada 3 titik, antara lain jembatan Pagat yang terletak di Desa Pagat-Batu Benawa, kemudian jembatan Hantakan terletak di Desa Hantakan serta jembatan Haliau yang terletak di Desa Haliau.

HILMI-FPI bersama para warga telah berhasil menyelesaikan dua jembatan lain yang terputus, kini hanya tinggal jembatan Haliau yang belum terselesaikan.

Jembatan Haliau berfungsi sebagai jalur masyarakat untuk bekerja sebagai petani karet, pejalan kaki, sepeda dan kendaraan lainnya. Untuk sementara, masyarakat hanya menggunakan rakit sederhana untuk menyeberangi sungai.

Melihat hal ini, masyarakat Desa Haliau langsung bergotong royong bersama para relawan untuk melakukan perbaikan jembatan gantung tersebut. Namun karena dengan dana seadanya dan swadaya, jadi belum sempat rampung.

Bahan materialnya masih banyak kekurangan seperti papan, kawat brojol atau kawat untuk pondasi (pembuatan pondasi jembatan agar kuat dan kokoh). Rincian Anggaran Biaya (RAB) yang sudah digunakan untuk 2 jembatan sebelumnya sebesar Rp. 37 juta, sementara dana yang diperlukan saat di perkirakan sebesar Rp. 10 juta.

Masyarakat masih menunggu para dermawan yang ingin menyumbangkan sebagian rezekinya untuk menyelesaikan jembatan tersebut.

Penulis : A’an

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Proses Pembangunan Jembatan Haliau Terkendala Donasi
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *