Kisah Miris Lia 6 Tahun Korban Banjir Bandang Kecamatan Hantakan HST Kini Sebatang Kara

Hilal Merah Indonesia. Hantakan —  Hantakan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Kecamatan Hantakan merupakan pemekaran dari Kecamatan Batu Benawa menurut dasar hukumnya Peraturan Pemerintah RI nomor 28 tahun 1995.

Musibah banjir yang melanda “Bumi Murakata” Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, pada Kamis (14/1) menyebabkan delapan orang meninggal dunia, 8.000 jiwa mengungsi dan 68.000 warga terdampak.

150 Rumah warga diperkirakan hilang akibat banjir bandang di Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Berdasarkan keterangan Camat Hantakan.

Banjir juga menyebabkan sejumlah fasilitas umum rusak berat, di antaranya gedung SDN Bulayak, Pasar Hantakan, TK Pertiwi Hantakan, Mushola RT 3 Alat, SDN 1 Datar Ajad. Selain itu, berdasarkan keterangan Camat Hantakan, lima jembatan gantung yang putus di antaranya di wilayah Marai, Batu Tunggal, Alat Seberang, Alat Ujung, Datar Ajab.

Dari 12 Desa Di Kecamatan Hantakan, terdapat 8  Desa yang mengalami banyak rumah yang hilang terbawa derasnya arus air dan rumah rusak berat yakni di Desa Alat, Hantakan, Batu Tunggal, Bulayak, Murung B, Haruyan Dayak, dan Datar Ajab.

Kondisi saat ini masyarakat setempat masih membersihkan, menata rumah dari puing dan lumpur yang sudah mengeras. Kondisi paling parah di wilayah Datar Ajab.

Ada seorang gadis kecil yang kini sebatang kara karena keluarganya menjadi korban banjir dan longsor karena rumah mereka hanyut terbawa derasnya banjir dan longsor dan hanya Ia sendiri yang selamat dari peristiwa tragis tersebut.

Peristiwa tragis itu terjadi pada tanggal 14 Januari 2021 lebih dari sebulan yang lalu. Lia kecil si Yatim Piatu yang kini sendirian, saat ini di asuh oleh Mamarina dan Kakeknya yangg dulu tinggal di dusun Mandila, Patikalain Kecamatan Hantakan.

Lia kecil (6 tahun) tentu harus menghadapi  beban berat psikokogis kenangan atas keluarganya dan peristiwa tersebut. Sang Ayah bernama Yansah berusia 35 tahun meninggal dunia dan hingga saat ini jasadnya belum ditemukan. Lalu Sang Ibu Yanti berusia 30 tahun meningal dunia. Sang kakak Anak ke 1 Doni, 8 tahun, meninggal dunia juga hingga saat ini mayatnya belum ditemukan. Anak ke-2 Lia, berusia 6 tahun, alhamdulillah Ia selamat. Sang adik Anak ke 3 Yanda, 3 tahun, juga meninggal dunia.

Lia gadis kecil berusia  6 tahun harus menghadapi kenyataan berat bahwa seluruh keluarganya menjadi korban banjir dan longsor yang menerjang Kampung nya. Meski demikian Lia nampak terlihat tetap tabah dan ceria. Kita Doakan bersama agar Lia si Gadis Kecil berusia 6 tahun mampu melewati post trauma dan tumbuh menjadi gadis riang dan pemberani.

Untuk mayat yang belum di temukan, di lokasi yang tertimbun longsor langsung di jadikan tempat pemakaman untuk korban. Korban jiwa banjir bandang Di dusun Mandila ada 4 Kepala Keluarga. Kemudiaan 1 unit Balai Desa, serta 3 rumah kondisinya hancur tertimbun longsor.

Kini untuk sementara Lia kecil harus tinggal di Dusun Cabai, Patikalain, Kecamatan Hantakan, bersama 2 orang Perempuan saudara dari orang Tuanya serta Kakeknya.  Saat ini rumah untuk Lia kecil 6 tahun si yatim piatu sudah di bangun kembali oleh para Relawan Kemanusiaan Kalsel. 

Narasumber: Edwan Anshari Relawan Kemanusiaan Hilmi Kalimantan Selatan

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Kisah Miris Lia 6 Tahun Korban Banjir Bandang Kecamatan Hantakan HST Kini Sebatang Kara
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *