Selama 8 Hari Relawan Kemanusiaan Indramayu Membuka Dapur Umum Membantu Warga Terdampak Banjir

Hilal Merah Indonesia. Indramayu — Pemerintah Kabupaten Indramayu mendata, banjir pada 8-12 Februari 2021 menyebabkan 13.677 hektare  lahan pertanian terdampak. Wilayah yang terdampak itu berada di 27 Kecamatan dari total 31 Kecamatan se-Kabupaten Indramayu.

Wilayah pertanian yang terdampak terparah berada di wilayah Haurgeulis sekitar 1.440 hektar, wilayah pertanian Gabuswetan sekitar 1.072 hektar kemudian wilayah Terisi sekitar 930 hektar  dan wilayah Tukdana sekitar 730 hektar.

Air diketahui melimpah ruah kepersawahan dan permukiman warga melalui tanggul Sungai Cipanas yang jebol. Jebolnya tanggul Sungai Cipanas sempat membuat banjir merendam ribuan rumah warga di Kecamatan Losarang selama beberapa hari belakangan. Tak hanya pemukiman, jalur Pantura utama Indramayu pun terendam.

Selama tiga hari dilanda banjir, selain makanan dan obat-obatan, warga juga membutuhkan bantuan air bersih. Sebab, sumur-sumur mereka yang digunakan mandi, cuci, kakus (MCK), masih terendam banji

Tim Relawan Kemanusiaan HILMI dan FPI Kabupaten Indramayu segera bergerak merespon kondisi yang terjadi. Turun terjun kelapangan membantu evakuasi warga terutama warga yang terjebak dirumah-rumah bersama dengan Tim SAR. Sedangkan Relawan HILMI dan MPI sigap segera membuka Posko Dapur Umum untuk warga korban dan terdampak.

Posko Dapur Umum mulai dilakukan sejak tanggal 9 Februari 2021. Perkiraan nasi bungkus yang telah dibagikan di Posko Haurgeulis dan Terisi berkisar kurang lebih 2000 bungkus.

Posko di Haeugelis terdiri dari seluruh unsur sayap juang yang lalu dan pada kondisi musibah ini mereka berhimpun di Hilmi. Sedangkan untuk Posko di Terisi, selain  Relawan HILMI Indramayu juga juga ada mahasiswa-mshasiswa setempat ikut membantu di dapur umum dan lapangan.

Seluruh pendanaan untuk kegiatan tersebut diperoleh baik secara mandiri maupun dari para simpatisan. Seluruh kegiatan dilapangan dipimpin oleh Kang Ari yang biasa dipanggil Bang Bob.

Relawan Kemanusiaan juga memberikan bantuan obat-obatan kepada warga di Posko-posko pengungsian  di Haurgeulis. Serta bantuan Alquran dan obat-obatan ke Mushola-mushola dan Mesjid di Haurgeulis dan Terisi oleh MPI dari Kabupaten Cirebon. Kemudian Tim Relawan juga membagikan sembako serta peralatan mandi.

Untuk Posko Dapur Umum Hilmi berada di Desa Sukahati Kecamatan Haurgeulis. Sementara untuk Posko gabungan ditempatkan di Desa Terisi Kecamatan Terisi. Posko Dapur Umum berlangsung selama 8 hari. Setiap harinya Relawan Kemanusiaan tetap istiqomah membantu warga terdampak dengan segenap kemampuan.

Tim Relawan Kemanusiaan juga membagikan air bersih kepada warga terdampak. Air bersih diberikan sebanyak 2 tangki air bersih untuk warga Desa Tumaritis dan Wanakaya. Kecamatan Haurgeulis.

Saat Relawan membantu evakuasi barang-barang warga dilapangan cukup mengalami kesulitan, karena kondisi medan yang harus menuruni lahan yang curam tanpa ada akses jalan. Sehingga Tim Relawan harus membuka jalur alternatif yang baru.

Alhamdulillah selama proses evakuasi, dapur umum dan lainnya dapat berjalan lancar tanpa kendala karena ghiroh dan saling bahu-membahu dari Para Relawan yang terjun ke lapangan.

Narasumber: Bunda Amalia Hilmi Kabupaten Indramayu

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Selama 8 Hari Relawan Kemanusiaan Indramayu Membuka Dapur Umum Membantu Warga Terdampak Banjir
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *