Rumah Tidak Layak Huni Janda Dhuafa Dengan 4 Anak Di Dusun Bancek Tengah Pamekasan Di Bangun Kembali Oleh Relawan HILMI

Hilal Merah Indonesia. Madura — Pamekasan adalah sebuah Kabupaten di Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Pamekasan. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Selat Madura di selatan, Kabupaten Sampang di bagian barat, dan Kabupaten Sumenep di bagian timur.

Sementara itu Pasean adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Kecamatan Pasean memiliki 11 Desa/Kelurahan dan 178 Dusun/Kampung. Wilayah Desa yang termasuk wilayah kecamatan Pasean adalah: Desa Batu Kerbuy, Desa Dempo Barat, Desa Dempo Timur.

Di salah satu Desa yakni Desa Batu Kerbuy tepatnya di Dusun Bancek Tengah ada seorang Janda Dhuafa  tinggal dengan 4 orang anak Yatim nya. Janda tersebut bernama Nurhayati berusia 35 tahun tinggal di gubuk yang amat sederhana. Ibu Nurhayati tidak memiliki pekerjaan tetap. Hanya di kesehariannya  kadang-kadang diminta tolong oleh Pesantren serta tetangga dekat untuk membantu pekerjaan yang ada.

Mendapatkan informasi tentang Janda (Ibu Nurhayati) tersebut Tim Relawan Hilmi Madura  segera melakukan penjajakan terkait informasi itu. Berdasarkan hasil survei memang benar bahwa rumah tempat tinggal Ibu Nurhayati masuk ke dalam kriteria tidak layak huni dan butuh perbaikan cukup banyak.

Pengurus DPW Hilmi Madura segera berkoordinasi diantara mereka dan memutuskan untuk memasukan rumah Janda Dhuafa tersebut ke dalam program “Bedah Rumah”. Tak lupa juga Mereka berkoordinasi dengan DPP Hilmi di Jakarta untuk meminta arahan atas program tersebut. Akhirnya diputuskan untuk membangun ulang rumah Janda Dhuafa tersebut.

Akhirnya pada hari Jumat dimulailah pelaksanaan pembangunan dari awal rumah Ibu Nurhayati Janda dengan 4 orang anak Yatim yang berlokasi di Dusun Bancek Tengah, Desa Batu Kerbuy Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan Madura.

Ukuran awal rumah Ibu Nurhayati adalah sebesar 4 x 10 namun pada awal pembangunan kembali ukurannya diperlebar menjadi 5 x 10 meter. Proses pelaksanaan pekerjaan pembangunan Rumah Janda Dhuafa itu di pimpin oleh Ustad Nawawi. Proses pelaksanaan program “Bedah rumah” itu sepenuhnya dilakukan oleh Tim Relawan dibantu juga oleh warga sekitar kediaman Ibu Nurhayati.

Proses pendanaan untuk pelaksanaan pembangunan rumah Ibu Nurhayati dari awal diperoleh dari internal anggota Front Persaudaraan Islam Madura serta para simpatisan yang penuh kerelaan berbaik hati untuk membantu.

Jumlah keseluruhan Relawan yang terlibat ada lebih kurang 40 orang personil. Tim Relawan yang terlibat proses pengerjaan pembangunan rumah itu berasal dari 3 Kecamatan dari daerah Pantura yaitu Kecamatan Pasean, Kecamatan Batu Marmar serta Kecamatan Waru. Seluruhnya adalah anggota Front Persaudaraan Islam.

Alhamdulillah selama pelaksanaan pengerjaan pembangunan rumah tersebut dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala.

Narasumber:  Ustad Abdul Salim Hilmi Madura

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Sosial / Rumah Tidak Layak Huni Janda Dhuafa Dengan 4 Anak Di Dusun Bancek Tengah Pamekasan Di Bangun Kembali Oleh Relawan HILMI
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *