Padepokan Pasukan Angin Bahu Membahu Bersama HILMI Berempati Kepada Korban banjir Di Pasuruan

Hilal Merah Indonesia. Pasuruan — Tingginya curah hujan yang turun di wilayah Jawa Timur kembali menyebabkan banjir di wilayah Kabupaten Pasuruan.  Akibat banjir ini, 11 rumah warga rusak, dua di antaranya ambruk rata dengan tanah. Tak hanya itu dua warga Gempol, Pasuruan juga hilang terseret derasnya arus yang meluap.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasuruan, korban meninggal dunia adalah seorang nenek berusia 70 tahun. Sementara warga yang hilang adalah seorang perempuan berusia 19 tahun. Banjir di Pasuruan ini menerjang setidaknya 9 kecamatan yakni Kecamatan Purwosari, Sukorejo, Pandaan, Prigen, Gempol, Beji, Bangil, Kraton dan Winongan.

Banjir di Pasuruan ini terjadi setelah Sungai Kedunglarangan dan Sungai Kabeng Pulungan meluap sekitar pukul 18.30 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi terjadi. Jalur Pantura di perbatasan Kabupaten Pasuruan dengan Kota Pasuruan sempat lumpuh total akibiat terjangan Sungai Welang.

Jalur utama Surabaya-Banyuwangi tersebut, sempat lumpuh total pada Kamis (4/2/2021) dini hari karena ketinggian genangan air mencapai 50-60 cm. Setelah genangan air berangsur surut, jalur tersebut mulai dibuka kembali. Namun, akibat air masih menggenang di jalan, arus lalu lintas menjadi terhambat. Bahkan, penumpukan kendaraan dari dua arah tidak bisa dihindari lagi. Debit air yang cukup melimpah tidak tertampung lagi hingga meluap ke jalur Jalan Nasional Surabaya-Probolinggo dengan ketinggian sekitar 40 cm.

Merespon kondisi tersebut padepokan pasukan angin bekerjasama dengan HILMI,YAPI,DLL  berempati dalam rangka membantu meringankan beban para korban banjir bandang di Pulungan. Wujud empati serta kepedulian tersebut diantaranya dengan mengadakan bakti sosial.

Bakti sosial yang dilakukan adalah dengan membagikan kasur lipat dan  sembako serta obat-obatsn seperti: beta din, obat flue, obat kutu air, hedyplas, kapas dan PPPK  ini sangat diperlukan baik bagi warga yang terkena bencana maupun bagi para relawan yang sedang bekerja. 

Selanjutnya Tim gabungan Dipimpin oleh Habib Mustofa bersama sama akan menyiapkan tukang pijat yang akan memberikan pelayan pijat bagi relawan yang sedang bekerja.

Insya Allah setelah infrastruktur berfungsi kembali, puing-piung reruntuhan sudah dapat dibersihkan. Kami akan akan segera melanjutkan dengan  program  untuk merenovasi dan membangun kembali rumah bagi mereka yang benar-benar  tidak mampu dan belum tersentuh oleh bantuan pemerintah.

Selanjutnya masih banyak lagi pekerjaan yang akan kita lakukan. Misalnya mendatangkan dokter Psikiater guna melakukan terapi  kejiwaan warga yang mengalami trauma.

Narasumber: Habib Mustofa

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Sosial / Padepokan Pasukan Angin Bahu Membahu Bersama HILMI Berempati Kepada Korban banjir Di Pasuruan
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *