Mirisnya Kehidupan Pasangan Lansia Hidup Digunung Digubuk Tanpa Pelita

Hilal Merah Indonesia. Purbalingga — Ada sepasang suami-istri Manula, Usia mereka sudah memasuki usia 80 tahun. Mereka tinggal dihutan di perbukitan cukup jauh dari warga sekitarnya. Mereka tinggal di gubuk amat sederhana. Pasangan suami istri tersebut memiliki anak berusia 30 tahun, namun sayangnya Sang anak mengalami gangguan mental. Lokasi rumah mereka di Desa Karang Cegak, Kecamatan Kuta Sari, Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah.

Letak rumah mereka cukup jauh dengan pemukiman warga yang berlokasi dibawah bukit. Sehingga jaringan listrik tidak sampai ketempat pasangan manula tersebut. Tempat kediaman mereka jika malam nyaris gelap gulita dan hanya diterangi oleh lampu minyak kecil.

Pekerjaan Mereka sehari-harinya hanya mencari kayu bakar yang kemudian dijual dengan harga 1 ikatnya 10 ribu rupiah. Mereka mengumpulkan potongan kayu di hutan untuk dipergunakan sebagai kayu bakar. Setelah cukup terkumpul dijadikan satu ikat yang kemudian dijual di Desa di permukiman di bawah hutan seharga 10 ribu seikatnya. Usia mereka yang sudah cukup sepuh membuat mereka tidak seterampil saat usia mereka masih muda. Sehingga kini mereka hanya mengumpulkan kayu bakar semampu mereka, untuk dilanjut keesokan harinya.

Risalah tentang Pasangan Suami-istri berusia 80 tahun tersebut akhirnya sampai ke pengurus DPW FPI dan HILMI Kabupaten Purbalingga. Mereka segera membentuk Tim untuk melakukan penjajakan melihat langsung kondisi rumah pasangan manula tersebut.

Setelah hasil penjajakan dianggap cukup DPW FPI Purbalingga segera memutuskan untuk melakukan renovasi rumah kakek dan nenek tersebut. Kemudian mereka ber-inisiatif untuk mengumpulkan donasi dari para anggota sebesar 10 ribu rupiah per-orang bergantung kepada jenis pekerjaan masing-masing.

Alternatif lainnya mereka juga menghubungi DPP Hilmi untuk menceritakan kondisi pasangan manula tersebut dan juga memohon dukungan dari DPP Hilmi. Setelah pertemuran di Jakarta antara Tim yang dipimpin oleh Ketua Bidang Dakwah Ustad Ali Mubarok dengan Ketua DPP dan Sekum DPP, disepakati bahwa DPP akan membantu dengan membelikan alat listrik solar panel bertenaga matahari untuk dipasang di rumah pasangan manula itu. Sehingga rumah tempat tinggal mereka tidak gelap gulita lagi.

Saat pertemuan dengan DPP Hilm, Ustad Ali Mubarok mengabarkan akan melakukan renovasi dibeberapa bagian rumah itu. Namun saat akan memulai proses pengerjaan rumah itu, Bapak Lurah setempat hadir di lokasi dan juga memberikan bantuan matrial berupa besi dan kayu. Karena banyak kayu-kayu tulang penyangga dan penguat sudah banyak yang rapuh dan harus diganti.

Akhirnya seluruh proses pekerjaan beralih dari sebelumnya merenovasi lantai dan atap menjadi membangun dari awal rumah pasangan manula itu.

Hari pertama pendistribusian bahan matrial alhamdulillah Relawan Kemanusiaan Kabupaten Purbalingga mendapatkan bantuan  Karang Taruna setempat juga dari Ormas PP.

Setiap harinya Tim Relawan Kemanusiaan yang terjun ke lapangan berjumlah antara 15 orang personil dan 20 orang personil. Bergantung kepada jadwal libur Relawan masing-masing. Proses pekerjaan dirampungkan dalam 8 hari. Alhamdulillah akhirnya pekerjaan dapat dirampungkan dengan lancar tanpa kendala apapun.

Narasumber: Ustad Ali Mubarok Kabid Dakwah DPW FPI Purbalingga

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Mirisnya Kehidupan Pasangan Lansia Hidup Digunung Digubuk Tanpa Pelita
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *