DPW Hilal Merah Indonesia (HILMI) Kabupaten Sumedang Bergerak Menyantuni Kaum Duafa Lanjut Usia

Hilal Merah Indonesia. Sumedang – Kabupaten Sumedang terdiri atas 26 kecamatan, 7 kelurahan, dan 270 desa. Kota Sumedang merupakan ibu kota Kabupaten ini. Terletak sekitar 45 km dari Kota Bandung. Kota ini meliputi Kecamatan Sumedang Utara dan Sumedang Selatan. Sumedang dilintasi jalur utama Bandung – Cirebon.

Sebagian besar wilayah Sumedang adalah pegunungan, kecuali di sebagian kecil wilayah utara berupa dataran rendah. Gunung Tampomas (1.684 meter dari permukaan laut ), merupakan dataran tertinggi di kabupaten ini yang berada di utara Sumedang. Sumedang mempunyai ciri khas sebagai kota kuno khas di Pulau Jawa, yaitu terdapatnya Alun-alun sebagai pusat kota yang dikelilingi Masjid Agung, rumah penjara, dan kantor pemerintahan.

Di tengah alun-alun kota terdapat bangunan yang bernama Lingga, tugu peringatan yang dibangun pada tahun 1922. Dibuat oleh Pangeran Siching dari Negeri Belanda dan dipersembahkan untuk Pangeran Aria Suria Atmaja atas jasa-jasanya dalam mengembangkan Kabupaten Sumedang.

Di pusat kota Sumedang tidak jauh dari Terminal Bus terdapat sebuah Majelis yang bernama Majelis Al fatih. Majelis ini tepatnya berada di Jalan Prabu Gajah Agung No.17B, Jatimulya, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat kode pos 4532. Majelis Al Fatih selalu rutin mengadakan Pengajian setiap hari minggu waktu bada Magrib. Kemudian juga melakukan bedah Kitab dan Pembahasannya.

Pada setiap hari minggu atau Ahad ke-1 hingga hari Ahad ke-4 dilakukan bedah buku atau bedah Kitab dengan pembahasannya.  Selain itu bertempat di disamping ruang Aula Majelis Al Fatih, juga terdapat Sekretariat  Hilal Merah Indonesia atau HILMI DPW Kabupaten Sumedang.

Keduanya hampir selaku bekerjasama didalam setiap kegiatan sosial yang dilakukan. Mereka kerap terlibat dan terjun bergerak diwilayah sosial kemanusiaan terutama jika terjadi musibah atau bencana.

Demikian pula untuk yang kesekian kalinya pada hari selasa 2 Februari 2921, DPW Hilmi Kabupaten Sumedang beserta Majelis Al Fatih melakukan santunan kepada kaum Dhuafa.

Penerima bantuan sepasang Suami Istri lanjut usia. Sang Suami menderita gangguan Katarak hingga matanya tidak dapat melihat lagi, bernama Bapak Jaja berusia 70 tahun. Sementara Sang Istri Ibu Omah berusia 62 tahun menderita gangguan gula darah atau diabetes sehingga menyebabkan tangannya bengkak.

Pasangan Suami Istri tersebut tinggal di Dusun Sindang Wangi Desa Jatimulya Kecamatan Sumedang Kabupaten Sumedang. Mereka mempunyai seorang anak perempuan yang telah menjanda dan tidak memiliki anak. Bantuan berupa beras, mie instan, sarung, mukena, pakaian wanita, selimut, perlengkapan mandi, karpet plastik.

Sebelumnya juga telah dibagikan santunan ke sejumlah Dhu’afa di daerah Desa Sukamukti kecamatan Tanjung Medar Kabupaten Sumedang. Di wilayah ini ada beberapa  keluarga Dhuapa yang telah mendapatkan bantuan  berupa antara lain: beras, mie instan, telur, sarung, mukena, pakaian wanita, perlengkapan mandi serta karpet   plastik.

Selanjutnya juga diberikan bantuan kepada seorang Ibu lanjut usia yang telah berusia 90 tahun bernama Ibu Nasih. Ibu Nasih tinggal sendiri digubuk sederhana tanpa listrik. Menurut keterangan warga sekitar jarang ditengok oleh anaknya. Adapun jenis bantuan berupa antara lain: beras, mie instan, sarung, mukena, pakaian wanita, selimut, perlengkapan mandi, dan karpet plastik untuk alas.

Narasumber: Kang Agung DPW Hilmi Kabupaten Sumedang.

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Sosial / DPW Hilal Merah Indonesia (HILMI) Kabupaten Sumedang Bergerak Menyantuni Kaum Duafa Lanjut Usia
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *