DPW HILMI Kabupaten Malang Sigap Membantu Tandon Air Untuk Warga Terdampak Banjir Bandang Desa Besowo Kediri

Hilal Merah Indonesia. Kediri — Bencana Hidrometeorologi akhir tahun 2020 hingga awal tahun 2021 benar-benar telah menjadi ancaman bagi masyarakat banyak. Seperti banjir yang terjadi pada hari Rabu 6 Januari yang lalu di Kabupaten Kediri. Banjir yang terjadi hampir merata di beberapa wilayah Kabupaten Kediri itu terjadi akibat hujan deras yang turun hingga berjam-jam tanpa henti.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kediri membuat aliran sungai Gunung Kelud di aliran Sungai Kali Tengah Dusun Besowo Timur Desa Besowo Kecamatan Kepung dipenuhi dengan ratusan batang kayu pohon hingga menyumbat jembatan dusun tersebut. Sementara itu ditempat lain terjadi  tanggul jebol di aliran sungai di Desa Datengan Kecamatan Grogol. Tanggul jebol ini dikarenakan air banjir yang meluap kencang menggerus tanggul yang tahun sebelumnya sudah jebol dan sudah diperbaiki warga. Jebolnya tanggul sungai ini mengakibatkan hektaran sawah di Datengan terendam saat menjelang panen.

Hal lainnya yang lebih parah adalah bahwa banjir bandang kali ini telah menerjang dan membuat kerusakan tempat penampungan air minum bagi warga masyarakat di kota Kediri. Saluran air yang menghubungkan ke bak penampungan mengalami kerusakan parah di sisi sebelah timur hingga tidak bisa digunakan lagi.

Kondisi dan situasi tersebut menimbulkan dampak terhadap 6 dusun di 1 desa itu mengalami kesulitan air bersih. Sekitar 6.000 warga Desa Besowo sekarang ini bergantung kepada kiriman air dari BPBD Kabupaten Kediri dan PDAM. ke-6 Dusun yang bergantung atas pasokan air dari BPPD dan PDAM Kediri adalah Kenteng Timur, Kenteng Barat, Abiyu Sumberjo, Besowo Timur, dan Krajan.  Dropping air dari BPBD Kabupaten Kediri digunakan untuk kebutuhan memasak, sedangkan dropping PDAM untuk kebutuhan yang lain seperti mencuci dan kebersihan.

Situasi dan kondisi musibah banjir bandang di Dusun Besowo dan Sidodadi Kediri telah menjadi perhatian Relawan Kemanusiaan HILMI Kabupaten Malang. Khususnya pada masalah kedaruratan air bersih di ke-2 Desa yaitu Desa Besowo Kecamatan Kepung yang merupakan Desa terakhir sebelum mendekati Gunung Kelud.

Seberapa parah kondisi wilayah Desa Besowo setelah kejadian banjir? Banjir membawa material kayu ukuran besar dan kecil yang jumlahnya sangat banyak dan sekarang menumpuk di sepanjang 300 meter di aliran sungai Besowo sehingga merusak Tandon (bak penampung air) dan pipa air yang menuju ke Desa Besowo.

Berdasarkan pengamatan dan pemantauan di lapangan oleh Relawan Kemanusiaan Hilmi, akibat musibah banjir ini mengakibatkan 8 dusun didesa tersebut mengalami krisis air bersih khususnya di Dusun Sidodadi dan Besowo Timur yang lokasinya sulit dijangkau karena letaknya ditengah hutan. Saat ini ke-2 Dusun tersebut sangat membutuhkan air bersih dan Tandon (tempat penampung) air yang kurang lebih dibutuhkan 6 buah Tandon ukuran 1000 liter per-tandonnya.

Di setiap satu Dusun dengan jumlah warga sekitar 200 Kepala Keluarga rata-rata dibutuhkan 3 Tandon, sehingga setiap 1 tandonnya dipergunakan untuk melayani sekitar 65 Kepala Keluarga dan setiap Kepala Keluarga mendapatkan 15-16 liter air perharinya.

Berdasarkan pengamatan dan penjajakan di Desa Besowo ada 8 Dusun yang terdampak akibat banjir sehingga menimbulkan krisis air bersih, tetapi yang paling parah terdampak ada di ke-2 Dusun yaitu Dusun Sidodadi dan Dusun Besowo Timur karena bantuan air bersih tidak sampai ke wilayah mereka berdasarkan keterangan  warga setempat.

Merespon kondisi tersebut Relawan Kemanusiaan Hilmi Malang memutuskan untuk melakukan penggalangan dana secara internal diantara sesama anggota DPW Hilmi Malang dan para Donatur serta juga Simpatisan dan Alhamdulillah juga mendapatkan dukungan pendanaan dari DPP Hilmi untuk membeli ke-6 Tandon air tersebut. Untuk kemudian selanjutnya Tandon air tersebut akan diberikan kepada wilayah Desa Besowo dan Desa Sidodadi.

Proses pemesanan 6 tandon air tersebut memakan waktu kurang lebih seminggu. Pemesenan Tandon air diupayakan dicari diwilayah terdekat dengan wilayah Kadiri agar pengiriman Tandon Air itu tidak memakan waktu terlalu lama. Kemudian setelah itu selanjutnya tandon air tersebut dibawa ke Desa Besowo dan Desa Sidodadi.

Saat proses pemasangan dan pengantaran Tandon Air, Tim Relawan Kemanusiaan bekerjasama dengan berbagai organisasi antara lain: BNPB, DESTANA, PSHT, Karang Taruna, Santri Pesantren Alam Agrokultural Al-Autad Al-Islamiy serta dibantu juga oleh warga Desa Besowo untuk mengantarkan serta mengangkat Tandon air tersebut ke tempat lainnya.

Keseluruhan proses kerja dipimpin oleh Ketua DPW Hilmi FPI Kabupaten Malang Ustad Mukhlis bersama Bendahara Hilmi FPI Kabupaten Malang Habib Qotada Barakwan dan juga Ketua Jangkar Kelud Bapak Syariqun.

Narasumber: Ketua DPW Hilmi FPI Kabupaten Malang Ustad Mukhlis.

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / DPW HILMI Kabupaten Malang Sigap Membantu Tandon Air Untuk Warga Terdampak Banjir Bandang Desa Besowo Kediri
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *