Perjuangan Tim Relawan Kemanusiaan HILMI Kalsel Berjibaku Menerjang Banjir Menjangkau Wilayah Terisolir

Hilal Merah Indonesia. Kalimantan Selatan – Tim Relawan Kemanusiaan Hilal Merah Indonesia Front Persaudaraan Islam Kalimantan Selatan bersama DPW-DPW terkait terus berjuang membantu warga terdampak banjir di berbagai wilayah di Kalimantan Selatan. Dengan segala daya upaya Mereka tidak putus asa menghadapi kondisi dan hambatan-hambatan yang mereka hadapi. Berikut ini sekelumit berita tentang kiprah mereka di lapangan.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh mengkabarkan kepada kawan-kawan HILMI baik yang dipusat ataupun yang di daerah khususnya Kalimantan Selatan. Sebagaimana informasi suara ana yang terakhir. Sebelumnya perkenankan ana Zainal Abidin atau Zein Tabanie, bahwa pada hari Sabtu (16/1/2021) kami akan menembus daerah di 2 desa yang terisolir karena bencana yaitu di daerah  pesisir Kabupaten Tanah Laut  di Desa Pegatan Besar dan Desa Tanah laut.

Pada hari Sabtu itu kita Alhamdulillah membawa bantuan logistik dari kawan-kawan yang mempercayakan kepada kita atas nama Majelis Baratib Baramal sebanyak 2 pick up. Kita akan salurkan ke Posko Desa Pegatan Besar.  Kemudian pada hari itu juga ana beserta 1 orang laskar bergerak ke Desa Tabanio. Desa Tabanio berjarak 4 hingga 5 kilometer dari Desa Pegatan Besar.

Perjalanan dari Desa Pegatan Besar ke Desa Tabanio ini kami tempuh dengan berjalan kaki karena tidak memungkinkan untuk dilalui oleh kendaraan roda 4 ataupun roda 2.  Karena genangan air sangat tinggi hingga sepinggang orang dewasa. Ahamdulilah kami tiba dengan selamat di Desa Tabanio dengan melewati aliran air yang deras bahkan ketinggian air hingga sepinggang orang dewasa.

Setelah sampai kami kemudian melakukan observasi situasi di kampung dan apa saja yang diperlukan. Sore harinya kami kemudian mengontak kawan-kawan kita di Posko Pelaihari melalui hp biasa karena sinyal internet mati bahkan aliran listrik pun terputus. 

Alhamdulilah kemudian kawan-kawan kita Di Posko Pelaihari siap untuk terjun kemudian juga ada Donatur dan Dermawan di Tanah Laut. Ia merupakan Pengusaha diwilayah Tanah Laut yang telah berkontribusi mengirim makanan siap saji dan logistik yang lain. Allhamduillah kemudian pada hari Sabtu itu tanggal 16 Januari 2021 kemudian kita dapat kirimkan kurang lebih sebanyak 2.500 paket makanan siap saji atau nasi bungkus.   

Ada pun yang menjadi masalah dan kendala adalah akses jalan ini terputus dari perbatasan Desa Takisung yaitu dari dusun Pemukiman dengan Desa Pegatan Besar terputus. Jalan aspal terputus hampir sepuluh meteran dan berubah menjadi sungai. Nah itulah yang menjadi kendala kita. Satu-satunya cara adalah dengan menyeberangkannya dengan perahu kecil baik itu dengan didorong ataupun dengan menggunakan mesin temple.

Kebetulan logistik malam itu tibanya di seberang arah sisi Takisung dan itu memang sudah tidak diizinkan lagi oleh pihak Kepolisian atau aparat yang berwenang karena menimbang keselamatan warga. Tapi Alhamdulillah kemudian kita telepon Pak Kapolsek Takisung yaitu Pak Kasiran atas nama Polsek Takisung mohon pertimbangannnya dan alhamdulilah kemudian beliaupun mengizinkan. Setelah itu kita juga menelepon Wakasadintelpam Tanah Laut Pak Danu lalu berkomunikasi dengan Beliau dan ahamdulillah Beliau mengizinkan. Akhirnya kita juga meminta bantuan kepada laskar-laskar yang ada di Posko Benua Lawas meminta untuk ikut juga menyeberangkan.

Untuk diketahui bahwa di Tanah Laut Kita membuka beberapa Posko yaitu Posko di Desa Bati-bati, kemudan yang ke-2 Posko di Desa Benua Raya yang kemudian dipindah ke Desa Matadah karena di Desa benua Raya itu pun Posko kita terkena banjir. Kemudian yang ke-3 Posko di Kota Kabupaten yaitu di Kota Pelaihari. Melihat atau menimbang akses jalan ke Pegatan Besar ke Desa Tabanio terputus kemudian kita juga membangun Posko di Desa Benua Lawas kebetulan disitu banyak anggota kita juga.

Penyeberangan Logistik ini banyak dibantu oleh kawan-kawan dari Posko Benua Lawas. Hampir sebanyak 20 hingga 30 orang yang dikirim dari Posko Benua Lawas. Alhamdulillah pada malam itu kita berhasil menyeberangkan nasi bungkus atau makanan siap saji sebanyuak kurang lebih 2.500 bungkus. Kemudian kita pada malam itu juga, kita bagikan ke warga masyarakat Desa Tabanio. Selanjutnya pada esok harinya kami dapat kabar bahwa ada pasokan juga dari Donatur. Bahkan dari Polres pun mempercayakan kepada kami untuk menyalurkan semua sembako melalui Majelis yang ulun asuh yaitu Majalis Baratib Baramal. Kesemuanya digabung dengan yang dari  Donatur lainya yang kita angkut sebanyak 5 pick up terdiri dari pakaian layak pakai, logistic seperti mie intan air mineral dan sebagainya.

Pada hari Ahad tanggal 17 Januari 2021 kita angkut ke daerah Desa Tabanio alhamdulilah dengan selamat tanpa kendala lainnya. hingga sampai magrib kita mengangkut bantuan logistik tersebut. Setelah itu malam harinya kita packing dan pada hari senin tangal 18 januari 2021 kemudian membagikannya ke warga masyarakat Desa Tabanio. Pada sore hari karena kita mendapatkan laporan bahwa masyarakat ini kekurangan air bersih dan sangat darurat kemudian kita kontak Kawan-kawan kita di Pelaihari untuk meminjam Tangki air. Alhamdullilah hingga sore hari sekitar jam 11.30 malam penyaluran air tersebut dilakukan. Sebanyak 2 Tangki dapat Kita salurkan yaitu kurang lebih sebanyak 10.000 liter.

Pada hari Selasa kemudian kita juga menyalurkan bantuan berupa pakaian layak pakai ke Desa-desa tetangga yaitu Desa Bawah Layung, Desa Sungai Bakau,  Desa Raden dan lainnya. Pada sore harinya juga kita menyalurkan kembali air bersih kepada warga Desa Tabanio.

Kendala utama dari seluruh proses pendistribusian serta pebagian logistik makanan siap saji adalah sarana transportasi. Alhamdulillah Kami memiliki kendaraan Bak terbuka Cold mini, tetapi untuk menerjang genangan air setinggi pinggang orang dewasa tidak mungkin dilakukan (menurut logika orang dewasa yang memahami kendaraan mobil). Kendaraan mobil tersebut tidak akan mampu menembus genangan air setinggi pinggang orang dewasa, karena pasti akan mogok di jalan karena kemasukan air. Namun Subhannallah atas izin Allah aza wajala kendaraan mobil kami mampu menembus genangan air setinggi pinggang orang dewasa tersebut tanpa mogok.

Banyak keanehan-keanehan yang kita rasakan selama menjalankan penyaluran logistik atau pada misi kemanusian yang kita jalankan pada kondisi banjir di Tanah Laut ini. Kesemuanya itu benar-benar kuasa Allah aza wajala.

Narasumber:  Zainal Arifin atau Zein Tabanie HILMI Kalimantan Selatan

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Perjuangan Tim Relawan Kemanusiaan HILMI Kalsel Berjibaku Menerjang Banjir Menjangkau Wilayah Terisolir
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *