Tim HILMI Kota Palu Terjun Ke Daerah Terpencil Desa Tapalang Barat Membawa Logistik

Hilal Merah Indonesia. Mamuju — Tim HILMI Kota Palu Sulawesi Tengah bergerak ke daerah terpencil Desa Tapalang barat Mamuju Sulawesi Barat. Relawan terpaksa harus berjalan kaki untuk sampai ke titik pengungsian dengan membawa sembako sebanyak 35 dus air mineral dan 403 paket sembako. Tim Hilal Merah Indonesia Kota Palu bersama Majelis Ta’lim Itsanian dan Subuh Berkah Binaan Habib Hasan Al-Habsyi serta Relawan Nasional Maksassar Ustad Abdurahman tanggap bencana Mamuju Sulawesi Barat, Rabu (20/1/21). Gempa dengan kekuatan 6,2 skala Richter telah menelan korban jiwa sebanyak 84 orang meninggal dunia.

Perwakilan Badan SAR Nasional (Basarnas) Didik Hamzah mengatakan puluhan korban gempa merupakan penduduk di Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju.

Korban meninggal dunia terdiri dari 73 orang di Mamuju serta 11 orang di Majene. “Untuk hasil evakuasi sampai hari ke-4 tanggal 18 Januari pukul 13.30 WITA, telah ditemukan 84 korban dengan kondisi meninggal dunia,” ujar Perwakilan Basarnas, Didik Hamzah melalui konferensi pers daring pada Senin, 18 Januari 2021.

Lebih jauh Ia menjelaskan penambahan jumlah korban jiwa itu berasal dari laporan susulan untuk temuan pada 15 Januari 2021. Hanya saja, data tersebut baru dilaporkan Senin ini dan kemudian diakumulasikan. Didik juga menjelaskan penambahan jumlah korban jiwa itu berasal dari laporan susulan untuk temuan pada 15 Januari. Hanya saja, data tersebut baru dilaporkan Senin ini dan kemudian diakumulasikan. “Jadi data berjumlah 84 ini data yang sifatnya sementara,” kata Didik. Lebih lanjut, saat ini, pihaknya beserta TNI, Polri, dan relawan masih terus melakukan pencarian.

Gempa dengan magnitudo 6,2 diketahui terjadi di wilayah Sulawesi Barat, pada 15 Januari 2021 dini hari. Gempa tersebut turut mengakibatkan sejumlah bangunan roboh. Bangunan yang rusak diantaranya Kantor Gubernur Sulaesi Barat, Maleo Town Square, toko, swalayan, hingga Rumah Sakit Mitra Manakarra. Atas bencana gempa tersebut tercatat sebanyak 19.435 warga pengungsi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat telah menetapkan status tanggap darurat.

Tim HILMI Kota Palu Sulteng bergerak di daerah terpenci Desa Tapalang barat Mamuju Sulawesi Barat di tempuh dengan roda empat 2, 50 menit. Relawan harus menyerahkan di batas jalur kendaraan roda empat penyerahan logistik di terima langsung oleh Kepala Desa Tapalang Barat untuk du serhakan ke pada warga korban gempa sembako di serahkan sebanyak 35 dus air minaral, 403 paket sembako, Pakaian dalam wanita 12 lusin, mukena dewasa 50 lbr  dan mukena anak 18 lbr Insya Allah Hilmi akan terus berkordinasi dengan Pemerintah setempat untuk membantu meringankan beban para korban gempa bumi di Sulbar sampai tanggap darurat yang di keluarkan Pemerintah Provinsi Sulbar.

Narasumber: Mahmud Sy. Labudu

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Tim HILMI Kota Palu Terjun Ke Daerah Terpencil Desa Tapalang Barat Membawa Logistik
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *