Bersama Dewan Adat Dayak, HILMI FPI Salurkan Bantuan ke Wilayah Terisolir di Kalsel

Relawan Kemanusiaan Nasional, KALIMANTAN SELATAN – Bencana banjir yang melanda Provinsi Kalimantan Selatan sejak sepekan lalu, masih belum surut. Puluhan ribu warga harus meninggalkan rumah demi keselamatan mereka.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mencatat, banjir kali ini berdampak pada kehidupan 70.000 warga. Rumah mereka digenangi air dengan ketinggian bervariasi. Banjir kali ini disebut sebagai banjir terparah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mencatat, banjir kali ini berdampak pada kehidupan 70.000 warga. Rumah mereka digenangi air dengan ketinggian bervariasi.

Para Relawan Front Persaudaraan Islam termasuk dari Divisi Kemanusiaan (HILMI) tidak tinggal diam melihat musibah ini, dan alhamdulillah telah menyalurkan berbagai bantuan untuk titik-titik banjir di Kalimantan Selatan.

Bersama Dewan Adat Dayak, HILMI FPI Salurkan Bantuan ke Wilayah Terisolir di Kalsel

Relawan Divisi Kemanusiaan Front Persaudaraan Islam menceritakan kesulitan yang dialami dalam upaya untuk menyalurkan bantuan logistik untuk para korban banjir karena sulitnya medan yang harus dilalui. Mereka tak bisa selalu menggunakan jalan darat dan harus sering juga menggunakan perahu.

Salah satu hambatan kami adalah untuk menyeberangkan logistik ke kedua desa yang terisolir di kabupaten Tanah Laut yaitu desa Pegatan Besar dan Tabanio. Ini tidak mudah, karena menyebarangkan harus dengan perahu terlebih dahulu kemudian estafet menggunakan mobil lapangan“, ujar Ustadz Zein Tabaniy pengurus Divisi Kemanusiaan Front Persaudaraan Islam.

Kami menyalurkannya lewat posko ketiga yaitu posko pelaihari. Pemindahan logistik dari mobil ke perahu untuk diseberangkan dan disalurkan ke desa tabanio, kecamatan Takisung Tanah Laut Kalsel. Alhamdulillah semua telah dilakukan, hari Ahad, 17 Januari 2021.”, tambahnya.

Bersama Dewan Adat Dayak, HILMI FPI Salurkan Bantuan ke Wilayah Terisolir di Kalsel

Ustadz Zein mengungkapkan rasa syukurnya karena akhirnya bisa sampai di Desa Tabanio yang terisolir dan bantuan logistik telah diterima dengan baik oleh warga masyarakat terdampak banjir.

Alhamdulillah… Bantuan logistik telah kami serahkan untuk warga Desa Takisung dusun pemukiman, sisi bagian yang terputus. Sisi lainnya ada di desa pegatan besar. Kami akan terus melanjutkan memberi bantuan kepada warga masyarakat terdampak banjir ini, sesuai arahan Imam Besar Al-Habib Rizieq Shihab, sampai keadaan normal kembali “, tutupnya.

Ustadz Zein juga mengucapkan terima kasih pada Laskar Banua Brigade 99 yang telah memberikan bantuan untuk korban banjir, dan menyalurkannya melalui Divisi Kemanusiaan Front Persaudaraan Islam.

Alhamdulillah kawan kawan kawan kita dari Laskar Banua Brigade 99 juga menyalurkan bantuan untuk korban banjir melalui kita. Laskar Banua ini anggotanya adalah para ahli beladiri Kuntau, beladiri khas suku Banjar. Kebetulan di komunitas ini ana di tunjuk sebagai salah satu penasehatnya. Terima kasih untuk Laskar Banua Brigade 99“, tutupnya.

Tidak sedikit berbagai elemen masyarakat yang ikut andil bersama-sama membantu masyarakat yang tertimpa musibah, diantaranya Baratib Ba’amal yang menjadi ujung tombak dalam misi kemanusiaan ini, Majelis Rasulullah, RSIA Bunda, Tanah Laut HIPMI, APINDO, ASEPHI, Dewan Adat Dayak Satui, bahkan dari Dinas Lingkungan Hidup Tanah Laut turut pun andil dalam menyediakan truk tangki guna menyalurkan air bersih ke desa tabanio dan sekitarnya.

Bersama Dewan Adat Dayak, HILMI FPI Salurkan Bantuan ke Wilayah Terisolir di Kalsel

Narasumber: Ustadz Zein Tabany.

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Bersama Dewan Adat Dayak, HILMI FPI Salurkan Bantuan ke Wilayah Terisolir di Kalsel
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *