Rumah Yosafat Pontius Seorang Mualaf Di Bedah Tim HILMI Kabupaten Malang

Hilal Merah Indonesia. Kabupaten Malang – Bapak Yosafat Pontius adalah seorang lelaki dengan pekerjaan sehari-harinya sebagai “kuli bangunan” tepatnya Kuli batu. Ia tinggal di rumah yang sangat sederhana bersama Sang Istri dan 2 orang anak putrinya. Bapak Yosafat Pontius masuk Islam semenjak menikah. Sebelumnya Ia tidak pernah melakukan Sholat himgga pada suatu saat Ia bertemu dengan Seorang Kyai, akhirnya Ia mau belajar Sholat. Usianya kini 52 tahun. Rumah tersebut terletak di  Bulupayung Bululawang Kabupaten malang.

Kondisi rumah Bapak Yosafat Pontius sangat memperihatinkan, di beberapa bagian atapnya mengalami kerusakan  cukup parah, sehingga jika hujan turun air hujan akan menggenangi bagian dalam rumah. Apalagi jika hujan turun semakin deras, maka akan semakin banyak genangan air yang menggenangi bagian dalam rumahnya.  Bagian atap rumahnya nyaris ambruk bahkan sebagian genteng rumahnya sudah banyak yang jatuh. 

Saat hujan turun, mereka mengantisipasi dengan menadahkan ember atau peralatan lainnya. Namun jika hujan turun semakin deras dan semakin banyak air hujan yang masuk ke bagian dalam rumahnya. Air hujan tersebut tidak akan tertampung lagi dan akan menggenangi bagian dalam rumahnya. Kondisi ini diperparah lagi dengan lebarnya bagian atap yang berlubang cukup besar di beberapa titik.

Kondisi ini bisa terjadi, disebabkan lubang tersebut terjadi dan terbentuk karena bagian kayu dan bambu yang berfungsi sebaai tulang penahan di bagian atap sudah rapuh dan lapuk. Hingga akhirnya bagian yang lapuk dan rapuh tersebut ambrol dan membuat lubang-lubang di bagian atap rumah Bapak Yosafat Pontius.  Ukuran rumah Bapak Yosafat Pontius berkisar antara 5 X 10 meter untu bangunan utama sedangkan bagian dapur berukuran 2,5 X 5 meter dan terbuat dari bilik bambu.

Tim HILMI Kabupaten Malang saat ini sudah merencanakan untuk melakukan bedah rumah yang ditujukan untuk memperbaiki bagian-bagian rumah yang rusak. Berdasarkan hasil peninjauan ke lokasi rumah tersebut tercatat kebutuhan bahan material untuk merenovasi rumah tersebut.

Daftar Kebutuhan Bedah Rumah sebagai berikut:

  1. Glugu (pohon kelapa) 12 x 8 cm panjuang 6 meter 5 batang @ 180.000 total Rp. 900.000,-
  2. Asbes gelombang 3 M 24 lembar @ 50.000 total Rp. 1.200.000 dan asbes gelombang 1,8 meter 24 lmbr @ 30.000 = Rp. 720.000, total keseluruhan Rp. 1.920.000
  3. Usuk Kayu 4 ikat @ 250.000 = Rp. 1.000.000
  4. Reng kayu 3 ikat @ 250.000 = Rp. 750.000
  5. Kasi board 10 @ 40.000 lembar = Rp. 400.000
  6. Paku usuk 5 kg @ 15.000/kg = Rp. 75.000
  7. Paku reng 2 kg @15.000/kg = Rp. 30.000
  8. Paku kasiboard 1 duz @ 25.000 = Rp. 25.000
  9. Paku asbes gelombang 8 1 duz @ 25.000 = Rp. 25.000

Total Keseluruhan  = 5. 125.000,-

Keseluruhan program Bedah Rumah Bapat Yosafat Pontius dilaksanakan atas kerjasama antara DPP HILMI dengan DPW HILMI Malang Kota serta DPW HILMI Kabupaten Malang. Kami mohon Doanya agar proses pelaksanaan Bedah Rumah tersebut dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala.

Narasumber: Ustad Muhklis ketua DPW HILMI FPI kabupaten Malang.

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Rumah Yosafat Pontius Seorang Mualaf Di Bedah Tim HILMI Kabupaten Malang
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *