Tim HILMI FPI Cilacap Sigap Tanggap Bencana Banjir Tahap Ke-2 di 6 Kecamatan

Hilal Merah Indonesia – Cilacap. Wilayah terdampak bencana banjir di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang terjadi sejak Selasa 17 November semakin meluas. Berdasarkan informasi  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap menyatakan banjir menggenangi sebanyak 27 desa yang tersebar di 6 kecamatan. Terjadi peningkatan Curah hujan secara drastis meliputi kawasan wilayah Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas.

Air menggenangi serta merendam sebagian wilayah Cilacap bagian Timur dan Barat. Wilayah Cilacap bagian Timur yang terdampak meliputi Kecamatan Kroya, Kecamatan Sampang, dan Kecamatan Nusawungu. Sedangkan wilayah Cilacap bagian Barat meliputi Kecamatan Sidareja, Bantarsari, Kedungreja, Gandrungmangu, Cipari, Wanareja, Majenang, Kawunganten, Kampung Laut, Karangpucung, Cimanggu dan Patimuan.

BMKG menyatakan berdasarkan hasil pantauan curah hujan di pos pengamatan curah hujan BMKG yang tersebar di beberapa wilayah Cilacap dan Banyumas pada tanggal 17 November 2020, telah terjadi hujan sangat lebat kadang disertai petir pada malam hingga pagi hari yang berdampak terhadap kejadian banjir dan longsor di dua kabupaten tersebut. Konsentrasi curah hujan sangat lebat berada di wilayah Cilacap bagian Tengah dan Timur berpotensi sangat besar untuk memicu banjir. Konsentrasi curah hujan sangat lebat berada di wilayah Banyumas bagian Tengah dan Selatan. Curah hujan di atas 150 milimeter per-hari dan sudah masuk kategori hujan ekstrem.

Pemicu tingginya curah hujan disebabkan masih adanya fenomena global La Nina Moderat, suhu muka laut wilayah Indonesia yang masih hangat, dan sebagian wilayah Cilacap sedang memasuki puncak musim hujan. Kondisi atmosfer berdasarkan pantauan citra satelit pada Selasa, terdapat badai tropis Alicia di Samudra Hindia barat Australia yang bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Menyikapi kondisi yang terjadi di wilayah tersebut TIM HILMI FPI DPW Cilacap segera melakukan koordinasi internal juga melakukan koordinasi dengan DPD HILMI Jawa Tengah, kemudian memutuskan untuk terjun sigap melakukan pemantau ke lokasi-lokasi yang terdampak serta untuk membantu warga melakukan evakuasi ke tempat-tempat yang aman. Selanjutnya Tim HILMI DPW Kota Cilacap juga membagikan air bersih serta makananan siap saji kepada warga yang terdampak.

Setiap harinya Tim HILMI menyebar ke berbagai Desa yang dianggap membutuhkan bantuan. Di tahap awal ini bantuan difokuskan kepada pembagian air bersih serta makanan siap saji.  Tim Hilmi telah membuat Posko di beberapa titik yang diprgunakan untuk kepentingan koordinasi, penyiapan makanan siap saji dan keperluan lainnya. Makanan disiapkan dan diolah oleh Tim HILMI kemudian disajikan dalam boks (kotak makanan) yang kemudian disebar dan dibvagikan kepada Warga terdampak.

Sejak saat Banjir awal tahap ke-2 ini, Tim HILMI DPW Cicalap pada tanggal 17 November 2020 langsung memutuskan untuk membuka POSKO. Jumlah makanan siap saji  yang dibagikan pada hari itu sebanyak 600 paket makanan siap saji. Setiap harinya jumlah paket makanan siap sajiyang dibagikan berkisar dari 250 paket hingga 400 paket makanan.

Lantas darimana pendanaan itu semua? Tentu saja hampir seluruh proses pendanaan diperoleh secara mandiri oleh Tim HILMI. Baik dari seluruh TIM HILMI maupun donasi dari Para Simpatisan, Ibu-Ibu yang saudaranya menjadi korban banjir serta Dermawan lainnya. Tim HILMI yang terlibat di lapangan berasal dari berbagai wiayah antaranya dari DPW FPI sebanyak 15 orang personil serta dari HILMI FPI sebanyak 20 orang personil. Bantuan juga datang dari Tim HILMI FPI Klaten bersama beberapa Ormas yang ada di Klaten melakukan “Aksi Solidaritas Galang Dana Peduli Cilacap”.                     

Wilayah yang telah menerima bantuan makanan siap saji antaranya Desa Karag, Kecamatan Kroya; Gayamsari Desa Rawajaya Kecamatan Bantarsari; Citotok Desa Bulureja Kecamatan Bantarsari; Cibeurum Kecamatan Kampung Laut; Desa Sidamulya Kecamatan Sidareja; desa Reja Kecamatan Sidareja.  Salah satu Pos berada di Tarisibantar Wanarja.

Kondisi saat ini di di berbagai wilayah Alhamdulillah air telah surut. Tim Relawan HILMI segera melakukan perbaikan rumah warga serta membuang lumpur sisa banjir. Saat banjir bandang terjadi banyak warga yang kehilangan alat-alat dapur dan alat masak karena terbawa terjangn air. Kondisi saat inibanyak warga membutuhkan alat dapur dan alat untuk masak. Juga pakaian layak pakai, terutama peralatan untuk Sholat berupa sarung, sajadah dan lainnya.

Warga terdampak juga membutuhkan air bersih untuk masak dan lainnya. Hari ini Tim Relawan HILMI FPI Jawa Tengah yang berasal dari Pemalang, Brebes, Tegal, Jepara, Kebumen, Pangandaran sedang berjibaku bahu membahu membersihkan lumpur dan perbaikan rumah terdampak bajir bandang.

Narasumber: Asmawi Munif FPI Cilacap, Abdul Jalil Kontributor LIF FPI, Haji Taryo Ketua DPW HILMI FPI Cilacap. 

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Tim HILMI FPI Cilacap Sigap Tanggap Bencana Banjir Tahap Ke-2 di 6 Kecamatan
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *