Kondisi Pengungsi Terdampak Banjir dan Longsor Desa Wangunsari Tasikmalaya

Tim DPW HILMI FPI Kabupaten Tasikmalaya terus memantau dan tinggal dilokasi tempat pengungsian di Desa Wangunsari, Kecamatan bantarkalong.  Di Desa tersebut terdapat 3 rumah korban dan 1 Mushola yang mengalami dampak terparah.  Mereka tidak bisa kembali tinggal di rumah masing-masing.

Hilal Merah Indonesia – Tasikmalaya. Pasca benjana banjir dan longsor di Kabupaten Tasikmalaya masih menyisakan suasana duka. Di beberapa Desa yang terdampak cukup parah hingga parah sekali masih menyisakan suasana duka yang berlanjut. Pasca bencana banjir dan longsor selesai, mereka tidak bisa kembali lagi kerumah masing-masing. Hal ini dikarenakan rumah mereka rusak berat sehingga tidak mungkin di tinggali kembali.

Saat ini mereka terpaksa harus mengungsi ke tempat dan rumah tetangga dan saudaranya yang masih bisa ditinggali. Terutama disaat siang hingga sore hari, para pengungsi tetap kembali ke rumah masing-masing untuk melihat dan mengawasi perlatan rumah tangga mereka. Namun saat menjelang malam hari, yakni saat magrib tiba mereka kembali ke Posko atau Tenda pengungsian. Karena rumah-rumah warga belum bisa ditempati sebelum direnovasi. Sebagian lagi malah tidak bisa kembali lagi ke rumahnya karena sudah tidak bisa ditinggali kembali dalam kondisi rusak parah.

Di Desa Wangunsari, Kecamatan Bantarkalong berdasarkan keterangan Kepala Desa (Kades) jumlah pengungsi terdiri dari 11 Kepala Keluarga dengan jumlah keseluruhan 45 orang warga.  Mereka tinggal di 3 Posko Pengungsian. Secara Psikologis secara umum warga masih mengalami traumatis atas peristiwa bencana yang mereka alami. Hal ini tampak jelas dari perilaku mereka. Untuk membantu warga di dapur umum Tim memberikan bantuan berupa kompor gas dengan tabung gas 3 kg, bantuan tersebut juga diberikan kepada tiga Kepala Keluarga yang kondisi rumahnya rusak parah.

Di saat pagi hingga sore hari warga kembali ke rumah masing-masing namun saat malam hari mereka kembali ke Posko atau Tenda Pengungsian. Hal ini disebabkan karena mereka takut rumah mereka terkena terjangan longsor kembali, sehingga mereka memilih tinggal diPosko Pengungsian. Apalagi kondisi cuaca nyaris setiap sore hujan masih terus turun disertai petir yang cukup kencang.   

Ada tiga keluarga yang rumahnya rusak berat dan tidak bisa dihuni kembali mereka sementara tinggal di satu rumah milik saudara mereka. Ketiga warga tersebut adalah Bapak Saehudin, Bapak Cecep dan Bapak Awa koswara, kini sementara mereka tinggal di 1 rumah bersama.

Kondisi kesehatan para pengungsi sempat ditangani oleh Tim dari puskesmas terdekat serta Tim Medis DPW HILMI Kota tasikmalaya. Tim Medis DPW HILMI Kota Tasikmalaya menerjunkan tim Tibun Nabawi (bekam, repleksi, dan lainnya). Tim Medis Hilmi menangi hampir semua pengungsi yang ada di Posko pengungsian di Desa Wangunsari.

Tim DPW HILMI Kabupaten Tasikmalaya yang tinggal di Posko ada 7 orang relawan antara lain: Kang Mamay Abdullatif; Kang Tatang; Kang Apoy; Kang Didi; Kang Ubad; Kang Aceng serta Kang Firiadin. Kesemua personil Tim tersebut  tetap tinggal di Posko Desa Wangunsari, Kecamatan Bantarkalong untuk memantau perkembangan situasi pembangunan atau relokasi rumah warga yang rusak parah dan tidak bisa dihuni Kembali. Selama berada di lokasi Tim Relawan harus membekali diri sendiri untuk keperluan logistik sehari-hari. Namun apabila ada Komunitas yang memberikan bantuan logistik kepada warga setempat, Tim pun mendapatkan bagian.

Mushola yang terdapat di Desa Wangunsari termasuk pasilitas umum yang terkena dampak cukup parah tertimbun oleh longsor sehingga tidak bisa digunakan kembali sebagai Mushola. Alhamdulilah di tengah kondisi dan suasana serba prihatin tetap saja ada orang yang berhati mulia. Ada seorang Ajengan setempat Bernama Ajengan Engkos yang mewakafkan sawahnya untuk dipergunakan sebagai Mushola. Nama Mushola tersebut Nurul Bani. Meskipun tempat sudah tersedia namun proses pembangunan Mushola diserahkan sepenuhnya oleh Ajengan Engkos kepada Tim DPW HILMI FPI Kabupaten Tasikmalaya.

Karana informasi dari aparat terkait relokasi dan renovasi bangunan warga belum juga muncul kejelasan dan kepastiannya, maka setelah berkordinasi dengan DPW HILMI Kota Tasikmalaya serta DPD HILMI FPI Jawa Barat diputuskan untuk membanguan Mushola dan 3 rumah milik Bapak Saehudin, Bapak Cecep dan Bapak Awa Koswara. Tim Relawan akan melanjutkan tinggal di Desa Wangunsari Kecamatan Bantarkalong selama 1 bulan ke depan.

Narasumber: Abdul latif (Mamay) Bendahara HILMI DPW Kabupaten Tasikmalaya.

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Kondisi Pengungsi Terdampak Banjir dan Longsor Desa Wangunsari Tasikmalaya
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *