Tim HILMI FPI Berjibaku Membantu Korban Banjir Di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah

Hilal Merah Indonesia – Cilacap. Banjir melanda wilayah Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, banjir disebabkan tingginya curah hujan yang turun mengguyur wilayah Utara dan Selatan Cilacap. Tingginya curah hujan tersebut diperkirakan berhubungan dengan Topan La Nina moderat yang berdampak terhadap peningkatan curah hujan di Kabupaten Cilacap dan sekitarnya menjadi Tinggi dan Tinggi sekali.

Wilayah yang terdampak banjir di Kabupaten Cilacap selama satu pekan terakhir melanda Desa Mujur, Mujur Lor, Kedawung, Gentasari, dan Sikampuh, Kecamatan Kroya, serta Desa Nusawungu, Kedungbenda, dan Banjareja, Kecamatan Nusawungu. Tim HILMI FPI DPW Kabupaten Cilacap bekerjasama dengan DPC masing-masing wilayah merespon situasi dan kondisi tersebut dengan menerjunkan Relawan Laskar dengan Ghiroh yang pantang menyerah.

Berdasarkan pengamatan Tim Relawan banjir di Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Area yang terkena banjir Kampung Bander, Desa Mujur dengan jumlah Kepala Keluarga kurang lebih sekitar 298 KK. Kampung Tegal Anyar Desa Mujur Lor dengan jumlah Kepala Keluarga kurang lebih sekitar 301 KK. Kampung Rawasasar Desa mujur Lor, jumlah Kepala Keluarga berkisar 253 KK. Kampung Bayeman Kidul Desa Gentasari dengan jumlah Kepala Keluarga sejumlah 252 KK.

Selanjutnya Kampung Gareg Desa Gentasari dengan jumlah Kepala Keluarga 594 KK. Desa ini merupakan wilayah terparah dari sebaran dan cakupan wilayah yang terkena serta terdampak banjir. Desanya Kyai Kholid Pengasuh Podok Pesantren Darul Islah sekaligus sebagai Ketua PDP FPI Kabupaten Cilacap. Dari rumah Kyai Kholid berjarak sekitar 3 kilometer.  Air menggenang cukup lama di wilayah ini. Sehingga warga terpaksa tinggal dirumah dan belum bisa untuk beraktivitas.

Tim Relawan yang terjun setiap harinya berkisar antara 10 hingga 20 personil Laskar. Serta dibantu oleh masyarakat di wilayah masing-masing. Dengan system rolling (bergantian) yang bersumber dari masing-masing DPC di Kabupaten Cilacap. Masing-masing DPC setiap harinya bergantian mengirimkan sekitar 2 hingga 3 orang personil Relawan yang diturunkan di lapangan. Di lapangan Tim tidak bekerjasama dengan pihak manapun melainkan semua Relawan berasal dari Laskar sendiri. Pernah bekerjasama dengan Ormas lain namun hanya 1 hari saja. Sebaliknya dengan masyarakat Kabupaten Cilacap yang sudah simpatik Tim Relawan bekerjasama dengan baik sejauh ini.

Tim Relawan sudah melakukan dari saat pertama kali musibah banjir terjadi pada hari Senin tanggal 26 Oktober 2020. Tim Relawan terjun langsung ke lapangan untuk melakukan survei dari jam 2 siang hingga jam 4 sore. Tim Relawan masing-masing dikirimkan ke wilayah terdampak banjir untuk melakukan pemantauan langsung situasi dan kondisi di wilayah serta area yang berlainan.

Dipimpin langsung oleh  Ketua HILMI bersama DPW dan Wali Laskar saling  berkoordinasi dan mengupayakan untuk meng-evakuasi korban terdampak banjir. Evakuasi dilakukan mulai tanggal 27 Oktober, Kemudian sebagian Tim Relawan lainnya berupaya untuk mencari dan mendapatkan makanan siap saji untuk dibagikan kepada korban terdampak banjir.

Makanan siap saji tersebut dibagikan kedalam Kotak makanan yang kemudian nantinya akan dibagikan kepada warga terdampak banjir. Hingga jam 4 sore makanan siap saji tersebut terkumpul beserta air mineral gelas yang kemudian dibagikan dan disebar ke semua area terdampak bajir. Dimulai dari wilayah terdampak paling parah hingga ke wilayah lainnya hingga sampai jam 11 malam hari,  selanjutnya Tim Relawan beristirahat.

Keesokan harinya Tim Relawan langsung bergerak untuk membuat Posko dan dapur umum. Alhamduillah Tim Relawan setiap harinya mampu membagikan 500 bungkus nasi siap saji serta air mineral gelas 10 Kardus kepada warga terdampak banjir. Tim Relawan Mujahidah begitu penuh ghiroh (semangat) untuk memasak serta dibantu oleh Ibu-Ibu simpatisan. Pembagian berlangsung dari tanggal 27 Oktober hingga tanggal 1 November 2020. Demikian Tim terus berupaya mendistribusikan Nasi siap saji beserta air mineral gelas kepada warga terdampak bajir, Ustad H. Tarjo mengatakan “jangan sampai ada warga yang kelaparan”, sehingga Tim Relawan terus mengupayakan membagikan Nasi siap saji beserta air mineral gelas dengan segenap kemampuan yang terbatas.

Selain itu pun bentuk bantuan lain yang dibagikan adalah pakaian layak pakai, obat-obatan, serta susu untuk Bayi serta air mineral gallon. Dan Alhamdulillah telah dibagikan sebanyak 450 galon air mineral kepada warga terdampak banjir. Di mulai dari tanggal 2 November hingga 5 November 2020 air mineral galon dibagikan kepada warga terdampak.  Serta air bersih untuk cuci pakaian dan memasak sebanyak 12.000 liter. Saat ini warga masih membutuhkan beberapa jenis obat-obatan seperti Minyak kayu Putih, Mnyak Telon serta Obat Anti Nyamuk.   

Narasumber: Haji Taryo Ketua DPW HILMI FPI Kabupaten Cilacap.

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Tim HILMI FPI Berjibaku Membantu Korban Banjir Di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *