FPI-HILMI Sulawesi Tengah Tempatkan Pengajar Ditengah Mualaf Pedalaman Wana Pegunungan Tokala

Hilal Merah Indonesia – Sulawesi Tengah. Suku Wana terletak di sebuah kawasan pedalaman Provinsi Sulawesi Tengah bagian Timur. Oleh masyarakat luar, suku Wana sering disebut sebagai Tau Taa Wana, yang artinya orang yang tinggal di kawasan hutan. Namun, suku Wana sendiri lebih sering menyebut dirinya dengan Tau Taa (tanpa wana), atau orang Taa. Hal ini disesuaikan dengan bahasa yang mereka gunakan, yaitu bahasa Taa. Menurut mereka, asal usul leluhur mereka konon turun dari langit. Mereka meyakini bahwa nenek moyang mereka berasal dari Tundatana, sebuah tempat di wilayah Kajumarangka.

Sebagaimana suku-suku pedalaman lainnya, suku Wana juga menjalankan pola hidup yang terkait dengan menjaga keharmonisan hubungan dengan para leluhur mereka. Dalam keyakinan suku Wana, yang menjadi unsur penting pertama dalam hidup mereka adalah tanah karena tanah (tana poga‘a) diciptakan oleh Pue (Tuhan) yang menjadi tempat hidup leluhur pertama mereka. Unsur penting kedua adalah pohon yang berfungsi sebagai perekat tanah leluhur.

Dalam kehidupan sehari-hari, mereka masih menjalani kehidupan seperti Rumah mereka berbentuk panggung dengan dinding bambu serta atap daun rotan. Mereka mendirikan rumah yang tinggi di atas tanah, sekitar 2–5 meter. Di bagian tengah suku kuno. Mereka hidup dengan berladang dan berburu. Peralatan mereka pun sebagian besar masih terbuat dari kayu dan bambu.

Kelompok masyarakat Tau Ta’a Wana rata-rata masih memeluk agama dan kepercayaan leluhurnya, yaitu Halek/Khalaik. Dalam keyakinannya, mereka akan mengucilkan warganya bila didapati memeluk agama di luar Halek/Khalik. Mereka percaya adanya roh (spirit) yang menjaga dan memelihara setiap jengkal tanah dan hutan.

Alhamdulillah, atas berkah Allah, Kepala Suku Wana akhirnya telah masuk Islam. Sehingga secara mudah akan diikuti oleh masyarakat yang lainnya. Dan Insya Allah inilah momen pensyahadatan yang merupakan awal dari sebuah perubahan. Dakwah Islam di Nusantara terus menggema hingga sampai ke wilayah pedalaman. Memanusiakan mereka adalah tugas yang sangat berat dan penuh dengan keuletan serta kesabaran ekstra. Untuk mencapai desa itu harus melalui perjuangan ekstra karena kondisi jalan sangat parah.

Tim Da’wah khusus untuk Pedalaman Wana FPI-HILMI  terus mengayuh semangat dalam mendampingi Para mualaf Pedalaman wana sampai saat ini. Bukan hanya sekedar di Mualafkan, Tim Da’wah FPI-HILMI Sulawesi Tengah yang di pimpin Oleh Ustad Sugianto Kaimudin, juga membangun rumah penduduk dan Masjid di Pedalaman Wana yang kini telah di tinggali oleh Para Mualaf.

Kampung yang di beri nama oleh Imam Besar Umat Islam ini, kini menjadi ramai setelah di tinggali penduduk Mualaf yang sebelumnya memiliki keyakinan atas leluhur. Sebelumnya kampung tersebut dapat dikatakan memiliki tempat tinggal jauh dari layak.  

Namun dengan penuh kegigihan dan niat tulus, Hutan Belantara tersebut berubah menjadi kampung yang terang bernama SADAME HIDAYAH. Di awal bulan Oktober 2020, Tim Da’wah FPI-HILMI, mengirim pengajar untuk mengajarkan anak-anak membaca dan menulis serta mengajarkan mengenal Al-Qur’an dan sholawat kepada Nabi Muhammad Saw.

Saat ini Saudara Akmal Daeng Parebba tidak hanya menjadi guru baca tulis, tetapi juga bersemangat mengajarkan anak didiknya mengenal lingkungan dengan cara pandang mencintai alam. Saat ini jumlah siswa/murid berjumlah 35 orang. Setiap harinya semakin bertambah. Sang Guru Amal Daeng Parebba juga aktif mengajarkan olehraga kepada siswa didiknya, sehingga mereka tidak merasa bosan.

Di masa awal mengajar Guru Akmal Daeng Parebba cukup merasa kewalahan karena harus beradaptasi dengan anak-anak yang rata-rata tidak bisa berbahasa Indonesia serta tidak bisa baca tulis. Namun setelah berjalan sekitar 3 hari, Akmal D. Parebba mulai bisa memahami sedikit demi sedikit dan saat ini kesulitan itu sirna ujar Akmal Daeng Parebba.

Saat ini yang dibutuhkan adalah perlengkapan Sekolah serta seragam untuk anak-anak didik. Kita berdoa semoga saja masih banyak yang perduli dan dapat memenuhi keterbatasan tersebut.

Narsum: Ustad Sugianto Kaemudin Ketua DPD FPI Sulawesi Tengah

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Sosial / FPI-HILMI Sulawesi Tengah Tempatkan Pengajar Ditengah Mualaf Pedalaman Wana Pegunungan Tokala
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *