Suara Indah Sang Muadzin Menyebabkan Rumah Beliau Dibedah oleh Tim HILMI FPI Karo

DPW HILMI FPI Tanah Karo melakukan bedah rumah Bapak Muhammad Kasim yang berusia 55 tahun, Ia Duapa dan sebatang kara. Sejak menderita sakit kusta sang istri minta cerai lalu meninggalkannya bersama ke-2 anaknya. Kini Bapak Muhammad Kasim hidup sendiri selama 2, 5 tahun.

Alkisah tersebutlah Bapak Muhamad Kasim lelaki berusia 55 tahun, Ia tinggal di rumahnya yang merupakan rumah gubuk amat sangat sederhana dan seadanya. Bapak Muhammad Kasim kini tinggal sendiri, setelah sang Istri meminta cerai lalu meninggalkannya bersama ke-2 anaknya. Permohonan cerai tersebut diajukan  karena sakit kusta yang diderita oleh Pak Muhammad kasim. Akibatnya kini 2,5 tahun Pak Muhammad Kasim tinggal sendiri. Semenjak menderita penyakit kusta Ia tidak bekerja lagi, pekerjaan sehari-harinya adalah seorang Muazin (pelantun adzan) di sebuah masjid tidak jauh dari rumahnya, selain sebagai Muazin Ia tidak memilki pekerjaan lain. Ia tinggal di Desa Lau Simomo Kecamatan Munthe.

Kini rumah Bapak Muhammad kasim tengah di Bedah oleh Tim DPW HILMI Tanah Karo bekerjasama dengan Komunitas Rumah Sedekah. Bedah rumah tersebut secara teknis dapat dikatakan membangun ulang. Sebelumnya rumah Bapak M. Kasim terdiri dari bahan bilik dan berdinding Tepas, beratap rumbia dan berlantaikan tanah. Rumah awal Bapak M. Kasim telah dibongkar lalu kemudian dibangun ulang. Rumah tersebut berukuran 4 x 5 meter persegi.

Bagaimana rumah Bapak M. Kasim tersebut dapat dibangun ulang oleh Tim HILMI FPI bersama Komunitas Rumah Sedekah Medan. Alkisah berawal mula ketika Umi Farida Ginting sedang Sholat di Masjid Desa Lau Simomo. Saat itu Alhamdulillah Bapak M. kasim sedang adzan. Mendengar lantunan adzan yang merdu Umi Farida tersentuh hatinya. Setelah selesai sholat Umi farida langsung memanggil dan bertanya tinggal dimana kepada Bapak M. Kasim. Lantas kemudian Umi farida diajak bertamu kerumah Bapak M. Kasim. Saat tiba ternyata di lokasi Umi farida begitu terkejut melihat kondisi rumah itu. Bapak M. Kasim sebatang kara serta menempati rumah yang sungguh-sungguh kurang layak. Hari itu juga Umi Farida Ginting memutuskan untuk membedah rumah itu. Keesokan harinya Umi Farida menghubungi DPW HILMI FPI Karo untuk menindak lanjuti pengerjaan rumah tersebut.

Kegiatan Bedah rumah dilakukan oleh DPW HILMI FPI Karo di Desa Lau Simomo Kecamatan Munthe bekerjasama dengan Komunitas Rumah Sedekah Medan. Komunitas Rumah Sedekah juga mengirimkan Tukang untuk membantu pelaksanaan pembangunan rumah itu. Secara teknis pengerjaan sudah berjalan 85%, jika taka ada aral melintang tak lama lagi akan dilakukan proses serah terima rumah tersebut antara DPW HILMI FPI tanah Karo, Komunitas Rumah Sedekah kepada Bapak Muhammad Kasim.

Pengerjaan sudah berjalan selama 2 minggu. Seluruh pendanaan di Danai oleh Komunitas Rumah Sedekah Medan dan ada pula dari Tim DPW HILMI FPI Tanah Karo. Hanya saja pemilik rumah (Bapak Muhammad Kasim) selama ini untuk memasak selalu menggunakan kayu bakar, karenanya untuk nantinya akan dibutuhkan kompor beserta tabung gas, juga kasur serta lemari pakaian. Bapak Muhammad Kasim  selama ini benar-benar fakir dalam kesehariannya.

Alhamdulillah pada hari senin tanggal 1 Nopember 2020, telah dilakukan penyerahan kunci oleh Ketua DPW FPI Karo Ustad Abdul Aziz Sembiring didampingi oleh Ketua DPW HILMI FPI Karo Ustad Nasrullah Sembiring dan diserahkan langsung kepada Bapak Muhammad Kasim yang rumahnya sudah selesai di bangun kembali hasil kerjasama antara DPW Hilmi dan DPW FPI Karo dengan Rumah sedekah Medan.

Narsum: Ustad Nasrol DPW HILMI FPI Karo

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Suara Indah Sang Muadzin Menyebabkan Rumah Beliau Dibedah oleh Tim HILMI FPI Karo
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *