Derita Mbok Asma Yang Hampir Sepekan Makan Cabai dan Garam

Derita Mbok Asma Yang Hampir Sepekan Makan Cabai dan Garam

Hilal Merah Indonesia, KABUPATEN MALANG – Sungguh malang nasib seorang nenek yang tinggal di Jl. Kenanga kampung Palis Rt 4 Rw 1 Desa Putat lor Kecamatan Gondanglegi Kab Malang. Mbok Asma orang kerap memanggilnya.

Di usia sekitar 70 tahun mbok Asma didampingi bapak Sirothol Mustaqim (71 thn) yang tak lain adalah suaminya yang kesehariannya bekerja sebagai tukang patri, namun na’as semenjak istrinya sakit sekitar 4 bulan lalu karena kecelakaan serta anaknya meninggal, ibu ini makin tertekan. Terlebih tepat di hari 100 hari anaknya wafat kondisi mbok Asma semakin parah. Sehingga ia tidak bisa bergerak dan hanya berbaring di tempat tidurnya saja.

Derita Mbok Asma Yang Hampir Sepekan Makan Cabai dan Garam

Selain itu kondisi hampir sepekan terakhir Mbok Asma tidak bisa makan dan minum dan mengalami dehidrasi berat.

Sejak istri tercintanya mengalami sakit, bapak Sirothol Mustaqim tidak bisa lagi bekerja sebagai tukang patri. Saat ini iabhanya bisa menjadi tukang jahit terpal manual yang penghasilannya sehari-harinya sekitar 20 ribu, itu pun bilamana ada orang yang menggunakan jasanya. Mereka hanya bergantung pada belas kasih hamba Allah yang dermawan untuk makan sehari-harinya.

Berkat salah satu postingan di sosial media facebook, tim HILMI FPI Kabupaten Malang segera menyambangi kediamannya dengan membawa salah satu dokter guna memberikan pertolong pertama secara medis.

Derita Mbok Asma Yang Hampir Sepekan Makan Cabai dan Garam

Derita yang dialami pasangan suami istri yang telah bersama puluhan tahun itu tidak hanya sampai disitu, hampir satu pekan lamanya mereka hanya memakan cabai atau pun garam dikarenakan tidak memiliki apapun lagi untuk dikonsumsi. “Kalau enggak ada lauk pauk, ada cabai sama garam sudah cukup yang penting bisa mengganjal perut,” kata bapak Sirothol Mustaqim kepada Ustadz Mukhlis. (29/04/20).

Menurut ustadz mukhlis, “Saat ini kondisi Mbok Asma telah membaik setelah mendapat penanganan medis oleh salah satu dokter dan saat ini yang paling dibutuhkan ialah sembako untuk kebutuhan sehari-harinya. Dan Alhamdulillah DPP HILMI FPI langsung merespon setelah mendengar kabar tenttang mbok Asma ini dan ikut andil dengan memberikan bantuan sebesar Rp. 1.500.000 yang dimana Rp. 1.000.000 akan digunakan untuk berobat dan Rp. 500.000 untuk pegangan Mbok Asma dan suaminya,” tuntasnya.

Bersambung..

Narasumber : Ketua HILMI FPI Kabupaten Malang, Ustadz Mukhlis

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Pengobatan Gratis dan Bantuan Medis / Derita Mbok Asma Yang Hampir Sepekan Makan Cabai dan Garam
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *