Perjalanan HILMI FPI Mengetuk Rumah-rumah Dhuafa

Perjalanan HILMI FPI Mengetuk Rumah-rumah Dhuafa

Hilal Merah Indonesia, HULU SUNGAI SELATAN Ibu Kartini (65 tahun) namanya mengingatkan pada sejarah pahlawan nasional, nama itu seakan tidak lepas dari sekelumit kisah perjuangan seorang wanita. Kartini kali ini berasal dari Desa Habirau, Kec. Daha Selatan, Kab. Hulu Sungai Selatan, Kisahnya mengisyaratkan perjuangan pahitnya menjalani kehidupan, wanita paruh baya ini tinggal di sebuah rumah yang jauh dari layak, bahkan yang lebih memperihatinkan kondisinya lumpuh sejak tiga bulan terakhir akibat stroke yang di deritanya.

Saat menyambut kedatangan HILMI FPI, air matanya mengalir mengikuti lekuk pipinya yang terlihat lebih tua dari usianya, ekspresi sedih kebahagiaan itu menjadi suguhan saat tamunya itu menjenguk dan memberikan bantuan uang tunai dan bingkisan sembako.

Aku himung buhan ikam datang manjinguki, aku kasunyian (aku senang kalian datang menjengukku, karena aku kesepian)” ujarnya, yang merupakan ucapan betapa beliau membutuhkan seseorang yang bisa menemaninya melewati masa-masa sulit di usia senjanya.

Tak jauh dari rumah nenek Kartini, FPI Negara-Daha, MPI, LPI, bersama HILMI bergeser sedikit kelokasi rumah pak Husaini (63 tahun) yang juga merupakan adik dari nenek Kartini. Hampir sejak 9 tahun silam beliau menderita penyakit komplikasi yang membuatnya tidak mampu berjalan walau hanya untuk ke pekarangan rumah. Bermula tahun 2011 lalu beliau menderita penyakit asam lambung kronis dan berganti tahun penyakitnya semakin bertambah dengan asam urat dan jantung.

Bantuan disampaikan kepada beliau dan keluarga, hasil dari uluran tangan masyarakat Negara-Daha untuk mereka yang membutuhkan bantuan dan pertolongan melalui HILMI dan DPC FPI Negara-Daha bersama sayap juang lainnya

Dalam perbincangannya bersama anggota FPI dengan pak Husaini, beliau ucapkan, “Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk para dermawan yang memberikan sedekah melalui FPI dan menyalurkan bantuan kepada orang-orang yang memang perlu untuk dibantu seperti saya,”.

Selain nenek Kartini dan pak Husaini, rombongan juga bertandang kerumah pak Rahmat (62 tahun) yang sudah 11 tahun terbaring lumpuh akibat stroke, di rumahnya beliau tinggal bersama istri dan seorang cucu.

Perjalanan berakhir di kediaman nenek Sainah (60 tahun) yang sudah 4 tahun terkena stroke, bantuan yang sama juga diberikan kepadanya.

Semua yang memperoleh bantuan tinggal di satu desa yang sama yaitu di Desa Habirau RT 1 dan 2, Kec Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan pada Jum’at (21/02/2020).

Ketua DPC FPI Negara-Daha, mengatakan “In Sya Allah sinergi seluruh sayap juang FPI akan selalu konsisten dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan,”.

Perjalanan HILMI FPI Mengetuk Rumah-rumah Dhuafa

Untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan dari para dermawan dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat baik berupa tenaga, pemikiran dan materi,” tuntas ustadz Adib Munjir ketua DPC FPI Negara-Daha.

Narasumber : Ketua HILMI FPI Hulu Sungai Selatan, Mahlopi

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Santunan / Perjalanan HILMI FPI Mengetuk Rumah-rumah Dhuafa
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *