Upaya HILMI Menyelamatkan Nyawa Balita Mungil Kandas, Reyhan Dikabarkan Meninggal Akibat Penyakitnya

Hilal Merah Indonesia, KABUPATEN MALANG – Reyhan Abdullah (1,5 thn) dua hari belakangan kondisinya terus memburuk,  bahasa tubuhnya mengisyaratkan kondisi yang memprihatinkan. Pandangan mata seorang nenek terus menemani menatap tajam kewajah mungilnya, seakan tidak mau sekejappun meninggalkan perhatiannya kepada cucu kesayangannya itu. Air mata terus mengalir meluapkan sesak didalam dada, karena ketidakberdayaan seorang nenek menyaksikan balitanya sesak nafas menahan derita sakitnya.

Reyhan baru bisa mendapatkan pengobatan secara intensif di RSUD Kanjuruhan setelah mendapat bantuan dari HILMI Malang. Laporan pertama kali didapatkan dari seorang  pekerja farmasi kepada Lurah Bulu Pitu yang menginformasikan adanya anak balita dari seorang pengemudi barang rongsokan yang ditinggalkan ibu kandungnya sebagai TKW diluar negeri, anaknya itu sakit dan membutuhkan bantuan.

(baca sebelumnya : Upaya HILMI-FPI Kab. Malang Sembuhkan Balita Penderita Epidermolisis Bulosa )

Selama dua bulan sebelumnya Reyhan hanya mendapatkan perawatan seadanya dirumah sang nenek karena tidak mempunyai biayai untuk pengobatan di Rumah Sakit dan belum terdaftar sebagai peserta BPJS. Usaha pengurusan BPJS mengalami hambatan karena anak dari pasangan Bapak Bahrul Ulum dan Ibu Qosidah itu ternyata belum juga terdata dalam Kartu Keluarga.

20 Desember 2019, tidak mau menunggu lama pengurusan BPJS, HILMI bertekad untuk membawa Reyhan ke RS, dengan bermodalkan 3 juta rupiah dari seorang donatur. Pada hari itu juga pasien langsung dirawat dengan menjankan beberapa pemeriksaan medical check up. Mirisnya, kondisi pasien saat masuk ruang rawat sudah demikian memprihatinkan, kulit yang terlihat melepuh seperti luka bakar itu hampir rata mengenai seluruh tubuhnya.

Dokter mendiagnosa Reyhan mengidap sepsis+MODS, yaitu penurunan fungsi organ pada pasien dengan penyakit akut yang menyebabkan ketidakmampuan untuk mempertahankan homeostasis tanpa intervensi. MODS memiliki angka kematian yang tinggi, dan pada sebagian besar
pasien dukungan hidup dengan alat mesin ICU tidak akan meningkatkan harapan hidup melainkan hanya memperpanjang proses kematian.

Kamis sore (26/12/2019) suasana keharuan pecah menyelimuti kamar tempat Reyhan dirawat, dokter pada akhirnya mengabarkan kepergiannya. Sepekan sudah Reyhan dirawat di  RSUD Kanjuruhan, bersama relawan HILMI yang terus menemani selama 24 jam memenuhi segala yang dibutuhkan. Sebelumnya Reyhan sempat didiagnosa menderita Epidermolisis bulosa, penyakit yang membuat tubuhnya seperti melepuh terbakar.

Laporan ustadz Mukhlis, setelah lebih dari dua bulan melawan sakitnya dan sepekan dirawat di RSUD Kanjuruhan, Rayhan Abdullah, balita mungil pengidap penyakit keturunan yang menyebabkan kulitnya menjadi rapuh dan mudah melepuh itu akhirnya tidak dapat diselamatkan lagi. Mendengar kabar kematiannya, HILMI yang ikut membantu proses perawatannya selama di RS  turut larut dalam duka meninggalnya adik Reyhan, Kamis (26/12/2019) sekitar pukul 18.00 WIB.

Setelah dinyatakan meninggal, Perwakilan HILMI segera mengurus segala keperluan administrasi oleh pihak rumah sakit untuk membawa pulang jenazah Reyhan kerumah duka untuk kemudian dimakamkan di Pemakaman umum tempat tinggalnya di Desa Bulu Pitu, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Biaya rumah sakit seluruhnya ditanggung oleh HILMI sebesar Rp 9.131.000

Ustadz Mukhlis menerangkan, ”Dalam suasana dukanya itu bapak Bahrul Ulum dan Nenek Mudiyah tidak habisnya mengucapkan terimakasih kepada HILMI dan juga para donatur yang telah memberikan bantuan dan perhatiannya kepada Reyhan, ketulusan ucapannya itu dapat dirasakan dari kesederhanaan cara bicara mereka,”. Dan HILMI kembali memberikan santunan sebesar RP 1.000.000 untuk kebutuhan pemakaman. Demikian tambahnya.

Setiba dirumah duka, para pelayat terlihat sudah sibuk mempersiapkan kebutuhan untuk proses pengurusan dan pemakaman Reyhan. Bukan hanya para tetangga yang datang melayat, terlihat relawan HILMI FPI yang ikut merawat Reyhan selama sakitnya juga terlihat datang satu persatu.

Nenek Mudiyah dan bapak Bahrul Ulum terlihat terpukul dengan kepergian sang anak tercinta. Ia terus menangis disamping jenazah anaknya dan sesekali memeluk jasadnya. Pemandangan yang begitu dramatis disaksikan para pelayat.
   
Keluarga yang lain terlihat memeluk sang Nenek yang mengasuhnya itu dan mencoba menenangkanya. Namun dibalik kesedihannya ia mengaku ikhlas dengan takdirnya. Seorang Nenek yang menjadi pengasuh cucunya bisa saja berhenti menangis dengan kepergian buah hati, airmatanya beberapa saat bisa kering di pipi, isaknya akan hilang disenyap, seakan tidak ada lagi sisa tangisnya di wajah. Tetapi mungkin tangisan itu akan tetap tertinggal di hati.

Selamat jalan adik Reyhan Abdullah, surga sudah pasti menjadi milikmu, kelak engkau akan mengganti tangisan orang-orang yang menyayangimu dengan menolongnya disaat setiap orang membutuhkan pertolongan.

HILMI-FPI mengucapkan terima kasih kepada para semua pihak terutama donatur yang telah menyisihkan sedikit hartanya untuk biaya kebutuhan reyhan selama dirawat dirumah sakit.

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Pengobatan Gratis dan Bantuan Medis / Upaya HILMI Menyelamatkan Nyawa Balita Mungil Kandas, Reyhan Dikabarkan Meninggal Akibat Penyakitnya
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

One thought on “Upaya HILMI Menyelamatkan Nyawa Balita Mungil Kandas, Reyhan Dikabarkan Meninggal Akibat Penyakitnya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *