Derita Janda Faqir yang Ditelantarkan Anaknya, Sampai Tinggal di Area Peternakan Sapi!

Hilal Merah Indonesia, NTB – Kisah mengharukan menimpa ibu Nasnip, seorang penjual ikan keliling asal Dusun Karangtal, Desa Kayangan, Kec. Kayangan-Lombok Utara.

Berdasarkan pantauan salah seorang relawan HILMI-FPI NTB, Abah Romli yang dilakukan pada Jumat 11 Oktober 2019 lalu, beliau kini hidup sebatangkara sepeninggal almarhum suaminya.

Tragisnya lagi, anak semata wayangnya dengan tega meninggalkan Bu Nasnip dalam kondisi demikian. Hingga kini, wargapun tak tahu keberadaan anak tersebut. Yang lebih menyedihkan lagi, harta peninggalan almarhum suaminya seperti rumah, hewan ternak serta perkebunan yang diwariskan ludes dijual anaknya.

Kini tak ada lagi harta yang dimilikinya dan terpaksa harus menumpang di area peternakan sapi milik saudaranya, lantaran sudah tidak memiliki rumah tinggal. Meski demikian, Bu Nasnip tak ingin menyerah pada keadaan. Demi kelangsungan hidup, Bu Nasnip memilih berjualan ikan keliling Kampung.

Hingga suatu ketika, sekira 4 bulan yang lalu, tepatnya tanggal 1 juli 2019 beliau mengalami musibah tertabrak sepeda motor di jalan raya Kayangan, Lombok Utara yang menyebabkan Bu Nasnip mengalami patah tulang pada kaki kirinya.

Hal inilah yang menyebabkan Bu Nasnip tak bisa beraktivitas seperti biasanya. Syukurnya, pihak penabrak telah bertanggung jawab. Bu Nasnip langsung di bawa ke Rumah Sakit Daerah hingga ke tempat pengobatan tradisional. Namun, karena patah tulang yang dideritanya cukup serius, maka harus ada tindakan operasi khusus tulang.

Karena pihak keluarganya tak sanggup mendampingi hingga operasi, akhirnya Bu Nasnip hanya menjalani pengobatan tradisional. Terlebih, beliau tidak memiliki identitas sama sekali baik KTP maupun Kartu keluarga (KK) pasca gempa yang menimpa NTB di 2018 lalu.

Laporan ini kami terima dari salah seorang rekan kami yang kebetulan satu dusun dengan beliau “abah ramli”.pada hari jum’at tgl 11 oktober 2019 jam 17:30 wita.

“Mendengar kabar tersebut, kami langsung menyambangi beliau dan langsung menghubungi Puskesmas serta Aparat Desa setempat guna membawa Bu Nasnip ke Puskesmas Kayangan,” ungkap Syafi’i, salah seorang relawan DPD HILMI-FPI NTB.

Oleh karena Bu Nasnip juga tak memiliki identitas, maka Syafi’i langsung berkoordinasi dengan aparat Desa seraya dan meminta kepada Kepala Desa setempat untuk membuatkan kembali KTP serta KK yang hilang.

“Tak hanya disitu, kami juga berupaya untuk membuatkan asuransi Jasa Raharja sebagai jaminan pengobatan beliau. Setelah dokumen identitas lengkap, kami pun bergegas meminta surat rujukan dari Puskesmas ke RSUD Tanjung, agar pasien segera mendapat penanganan medis,” ungkap Syafi’i melanjutkan.

Setelah lebih-kurang 2 hari di RSUD Tanjung, kata Syafi’i, akhirnya Dokter memutuskan untuk merujuk Bu Nasnip ke RSUP di daerah Mataram guna mendapatkan tindakan operasi pada kakinya.

“Alhamdulillah, setelah melalui uji lab dan proses lainnya, beberapa hari kemudian operasi berjalan lancar. Saat ini, Bu Nasnip sudah diperbolehkan pulang,” tandasnya.

Rencana kedepannya, DPD HILMI-FPI NTB bekerjasama dengan Lembaga BIMBO ASMUNI beserta aparat desa Kayangan akan membuatkan rumah tinggal untuk Bu Nasnip.

“Namun itu masih dalam tahap wacana, kami berharap Bu Nasnip segera pulih kembali. Untuk sementara waktu proses berjalan, Bu Nasnip kami kembalikan ke tempat semula sembari menunggu proses rumah donasi tersebut jadi. Insya Allah, kami akan terus pantau perkembangan beliau sampai benar-benar kembali sediakala,” tuntas Syafi’i.

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Derita Janda Faqir yang Ditelantarkan Anaknya, Sampai Tinggal di Area Peternakan Sapi!
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

3 thoughts on “Derita Janda Faqir yang Ditelantarkan Anaknya, Sampai Tinggal di Area Peternakan Sapi!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *