Cerita Relawan HILMI-FPI Saat Bantu Bocah Yatim Tersiram Air Panas

Hilal Merah Indonesia, MALANG – Seorang bocah yatim berusia sekitar 7-8 tahun, tersiram air panas saat ibunya tengah membawa ember berisikan air mendidih. Seketika air itupun langsung mengguyur kepala, wajah serta sekujur tubuh bocah tersebut.

Kejadian itu bertepatan dengan 100 hari mendiang Alm. Bpk. Sukandi, ayah korban pada Kamis tanggal 1 Agustus 2019 lalu. Saat itu bocah yang diketahui bernama Rizqon (Qoqon) tengah bermain selayaknya anak kecil pada umumnya.

Qoqon bermain sambil berlarian ke dalam rumah, sementara ibunya saat itu sedang membawa se-ember air panas. Naasnya, Sang ibu tak menyangka bahwa Qoqon (anak bungsunya) ini tiba-tiba menabraknya. Seketika air panas itupun mengenai kulit bocah tersebut hingga melepuh.

Qoqon langsung dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun dua hari kemudian, pihak Puskesmas tidak sanggup untuk mengobati luka Qoqon sehingga harus dirujuk ke Rumah Sakit. Akhirnya, keluarga membawanya ke RS Saiful Anwar.

Mendapat kabar tersebut, relawan HILMI-FPI Malang bergegas mengunjungi korban yang berlokasi di Dan Babaan Ngasem RT 05/09 Ngajum, Malang-Jawa Timur seraya memberikan bantuan untuk biaya keperluan sehari-hari seperti transportasi.

“Selain itu, hadir pula Wali Santri serta beberapa rekan relawan lain seperti dari Yatim Mandiri yang memberikan sumbangan langsung kepada pihak keluarga,” ungkap Ustad Mukhlis, Ketua DPW HILMI-FPI Malang.

Pasien langsung ditempatkan di ruang isolasi untuk mendapatkan penanganan intensif. Menurut keterangan pihak medis, apabila operasi jadi dilaksanakan diperkirakan butuh biaya sekitar Rp. 20-30 juta.

Sedangkan ibu Rizqon hanya bekerja sebagai buruh tani. Sang ibu juga masih merawat ke-5 putra dan putrinya yang masih butuh biaya banyak. Saat ini yang sangat dibutuhkan adalah keperluan sehari-hari selama menjalani perawatan di RS.

“Untuk pembiayaan operasi di RS, Alhamdulillah..karena pengurusan BPJS lancar, jadi bisa dihandle. Kami hanya memberikan sumbangan untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas Ustadz Mukhlis.

Setelah hampir dua pekan dirawat, akhirnya pasien (red – Qoqon) dilakukan operasi ke-2 untuk mengganti kulit wajah yang rusak. Kemudian pada tanggal 16 Agustus 2019, pasien diperbolehkan untuk pulang.

Namun, karena berbagai pertimbangan hingga keesokan harinya, Sabtu tanggal 17 Agustus 2019, akhirnya pasien diperbolehkan pulang namun harus kontrol sesuai jadwal dari pihak RS.

Pada tanggal 22 Agustus, pasien harus kontrol awalnya tidak ada pemberitahuan kalau ternyata pasien harus dirawat inap kembali untuk penggantian perban serta pemberian obat luka. Keesokan harinya sekitar jam 11 siang, barulah pasien diperbolehkan pulang.

Kemudian pada tanggal 26 Agustus, keluarga meminta rujukan ke Puskesmas Ngajum untuk kontrol kedua kalinya. Namun karena banyaknya pasien, akhirnya gagal dan harus kembali pada hari Senin untuk mengambil surat rujukan.

Malam harinya, teman mengabarkan bahwasanya pasien bisa kontrol di RS Hasta Husada yang berlokasi di Kepanjen, Malang-Jawa Timur. Alhamdulillah atas bantuan istri seorang teman yang kebetulan bekerja sebagai ahli gizi disana, ada kemudahan untuk proses kontrolnya.

Jadi pasien tak perlu lagi antri dan juga tidak terlalu jauh dari rumah pasien. Kemudian pada hari Jumat tanggal 30 Agustus 2019, pasien dinyatakan sembuh oleh Dokter sehingga tidak perlu kontrol lagi. Pihak keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada HILMI-FPI atas bantuannya sejak awal sampai akhir.

“Setelah sepekan kami dengar pasien sudah ikut sekolah, tepatnya hari Selasa tanggal dan bertepatan dengan 10 Muharram kami jenguk pasien sudah sehat, akhirnya kami ajak jalan-jalan membeli mainan,” kata ustadz Mukhlis.

Artikel Lainnya :

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Pengobatan Gratis dan Bantuan Medis / Cerita Relawan HILMI-FPI Saat Bantu Bocah Yatim Tersiram Air Panas

Aplikasi HILMI FPI

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram