Selama 50th Warga Dowora Tak Memiliki Sumber Air Bersih | DMI dan Relawan

Hilal Merah Indonesia, DOWORA – Perjalanan tim relawan Habib Mukhsin Ketua DMI Maluku Utara, bersama Bpk. Rudi dari Masjid Abu Bakar, salah seorang Doktor dari Sumatera Utara dan HILMI-FPI, berlanjut ke Desa Dowora sebagai salah satu wilayah yang menjadi program Para Relawan pasca gempa Halmahera.

(Baca : Aksi Kemanusiaan HILMI-FPI, DMI, HMI, IHC, Relindo & Masjid Abubakar di Halmahera )

Desa Dowora merupakan yang terletak di antara Pulau Bacan dan Pulau Halmahera di Provinsi Maluku Utara.

Dowora secara admistratif masuk dalam Kecamatan Gane Barat Selatan Kabupaten Halmahera Selatan. Dowora termasuk desa yang terdampak akibat guncangan gempa magnitudo 7.2 SR, pada 14 juli 2019 lalu.

Di lokasi ini, tim relawan sempat menginap di Wayatim, lalu berlanjut ke Desa Dowora.

Rencananya, HILMI-FPI bersama relawan DMI dan Masjid Abu Bakar akan memberikan bantuan pengadaan motor Kaisar (motor serbaguna) untuk mengangkut air bersih ke seluruh Warga Dowora.

Kondisi Warga Dowora Sangat Memprihatinkan

Pasalnya, di wilayah ini sudah mengalami krisis air di Desa Dowora lebih dari 50 tahun lamanya. Bayangkan, sekian lamanya mereka (para warga) tidak pernah merasakan air bersih secara utuh.

Lalu, bagaimana cara mereka bisa mendapat air bersih? Tentu mereka harus membelinya. Mereka harus membeli air bersih dengan jarak yang cukup jauh menyebrangi selat.

Begitu kembali, air tersebut juga harus kembali didorong dengan DAM yang jaraknya cukup jauh juga. Sungguh derita yang cukup memprihatinkan.

Masyarakat membeli air tersebut dengan harga Rp 20.000 untuk satu tong yang berisi sekitar 50 liter. Air ini biasanya habis dalam waktu sehari untuk satu keluarga.

Untuk setiap rumah, warga ditetapkan hanya boleh membeli 800 liter air bersih atau setara dengan empat drum. Akibat kondisi itu, warga harus menghemat air bersih.

“Kami datang ke wilayah ini berdialog dengan warga, ada juga beberapa rumah yang rusak yang harus menjadi perhatian. Warga mengajukan kepada kami agar kiranya dapat menyediakan motor boat Kaisar. Alhamdulillah dari DPP HILMI-FPI menyanggupkan dengan menyiapkan dana minimal Rp. 15 juta,” ungkap Habib Ali Alhamid, Ketua DPP HILMI.

Motor tersebut, lanjut bib Ali, mereka butuhkan buat operasional di kampung mereka termasuk untuk mengangkut air bersih.

“Kita nyiapin dana Rp. 15 juta, namun masih kurang Rp. 17 juta lagi untuk dapat membeli Kaisar baru 200cc dobel gardan. Berikut ongkos, kalau tanpa surat Rp. 32 jt faktur aja, kalau berikut surat dan ongkos Rp. 36 jt,” tandasnya.

HILMI-FPI Mengajak Bantu Warga Dowora Yang Tidak Memiliki Sumber Air Bersih Selama Lebih Kurang 50th

Habib Ali juga mengumumkan seraya mengundang kepada para relawan, siapapun orangnya, baik dari agama dan etnis apapun yang memiliki rasa kepedulian terhadap saudara-saudaranya di Desa Dowora, beliau mengundangnya untuk bersama-sama menyediakan air bersih untuk para warga di Desa Dowora.

“Bagi relawan yang memiliki keahlian menentukan titik air silahkan, bagi yang memiliki keahlian untuk mengebor silahkan. Kalau semisal anda memiliki kemampuan tadi, namun terbentur biaya akan kita pikirkan. Itupun jikalau belum ada tanggapan dari Pusat maupun Daerah, akan tetapi kalu sudah ada itu jauh lebih baik,” kata bib Ali.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Dowora mengucapkan terimakasih kepada para tim relawan yang sudah datang jauh-jauh kesini melihat secara langsung kondisi masyarakat di Desa Dowora ini.

“Saya juga mengucapkan terimakasih telah memberikan santunan kepada warga, Insya Allah semua ini akan membantu juga dengan angkutan air bersih salah satunya dengan motor itu, kami berterimakasih Insya Allah semuanya bisa bermanfaat,” ucap Kades Dowora.

Habib Mukhsin berharap agar Desa Dowora kembali bangkit dan terus bermunajat kepada Allah SWT agar di negeri ini dihindarkan dari segala Bala serta diberikan Rahmat dan Maghfirah dari Allah SWT.

“Alhamdulillah, meski dengan kondisi yang ada kita tetap menjalin silaturahim. Kita jauhi perbuatan maksiat kepada Allah. Mudah-mudahan kita juga dijauhi dari segala permusuhan, perpecahan. Kita datang kesini dengan hati yang lapang, bersih untuk menjalin ukhuwah,” tutup bib Mukhsin.

Berikut Video Dokumentasi Tim HILMI-FPI, DMI, Masjid Abubakar, Relindo dan Relawan dari HMI di Desa Dowora

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Selama 50th Warga Dowora Tak Memiliki Sumber Air Bersih | DMI dan Relawan
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

2 thoughts on “Selama 50th Warga Dowora Tak Memiliki Sumber Air Bersih | DMI dan Relawan”

Comments are closed.