Aksi Kemanusiaan HILMI-FPI, DMI, HMI, IHC, Relindo & Masjid Abubakar di Halmahera

Aksi Kemanusiaan HILMI-FPI, DMI, HMI, IHC, Relindo & Masjid Abubakar di Halmahera

CATATAN PERJALANAN MISI KEMANUSIAAN IHC, USU, DMI DAN HILMI-FPI.

Sabtu, 10/8/2019

Selamat datang di Ternate di hari Arafah. Setelah menikmati perjalanan 3,5 jam dengan Lion Air dari Jakarta tibalah kami di Bumi Maluku Utara pukul 07:00 WIT.

Saya tiba bersama P Rudiyanto (IHC), Habib Muchsin Abu Bakar (DMI) dan Habib Ali Al Hamid (HILMI Pusat). Saya sendiri bergabung dengan IHC mewakili Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai tim pengkaji dampak bencana.

Dari bandara kami langsung ke Pelabuhan Bastiong untuk memuat barang ke Kapal menuju Bacan. Kami baru berangkat pukul 21:00 ke Pulau Bacan Halmahera Selatan (Halsel).

Siang hari kami belanja perlengkapan instalasi air disebuah toko alata bangunan dekat Benteng Oranye di Pusat Kota Ternate. Alhamdulillah, barang yang kami cari ada semua dan siap dibawa ke beberapa desa terdampak gempa.

Minggu, 11/8/19

Tepat azan subuh, kapal kami merapat di Pelabuhan Kupal, Pulau Bacan Labuha Halsel.

Usai menurunkan barang-barang bantuan, kami ke penginapan yg sudah disediakan oleh staf Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan.

Takbir berkumandang, kami berhariraya di Lapangan Labuha Halsel. Usai shalat ied, kami bertemu Sekretaris Darerah Pemkab Halsel Bapak Helmi Botuhite. Kami diundang makan di rumah beliau. Pak Helmi membantu kami bongkar muat dari Pelabuhan Kupal ke Pelabuhan Babang.

Beliau juga membantu menyediakan transportasi laut menuju lokasi terdampak gempa yg hanya bisa dijangkau dengan speed boat.

Pukul 17:00 kami dilepas Sekda Halsel menuju lokasi terdampak gempa.

Lokasi pertama yang kita kunjungi adalah Desa Wayatim Kecamatan Bacan Timur Tengah. Desa ini ditempuh selama 1,5 jam dari Pelabuhan Babang.

Wayatim berarti mata air, di desa ini Gempa Magnitudo 7,2 merusak 75% rumah warga. Kami turun di Darmaga menjelang maghrib.

Suasana pantai yang tenang dan air semilir menyambut tim relawan. Warga desa ini juga antusias menyambuat kami.

Usai shalat maghrib kami bershilaturahim dengan warga Wayatim. Habib Ali, Habib Muhsin dan Pak Rudi memberikan sambutan kepada warga.

Di desa ini kami menyalurkan bantuan kepada warga terdampak sebanyak 52 KK. Bantuan berupa sandal, mukena, sajadah, pembalut wanita, tas sekolah.

  • Aksi Kemanusiaan HILMI-FPI, DMI, HMI, IHC, Relindo & Masjid Abubakar di Halmahera
  • Aksi Kemanusiaan HILMI-FPI, DMI, HMI, IHC, Relindo & Masjid Abubakar di Halmahera
  • Aksi Kemanusiaan HILMI-FPI, DMI, HMI, IHC, Relindo & Masjid Abubakar di Halmahera
  • Aksi Kemanusiaan HILMI-FPI, DMI, HMI, IHC, Relindo & Masjid Abubakar di Halmahera
  • Aksi Kemanusiaan HILMI-FPI, DMI, HMI, IHC, Relindo & Masjid Abubakar di Halmahera

Di desa ini juga akan dibantu tanki air karena tangki penampung air rusak akibat gempa.

Senin, 12/8/2019

Pukuk 07:00 (12/11) kami bergerak ke Kec Gane Barat Selatan. Sekitar satu setengah jam perjalanan, kami sudah tiba di Doworaa untuk drop bantuan. Desa Dowora dihuni sebanyak 500 KK atau Rumah rusak 200.

Di Desa ini ada sekitar 400 KK penyintas yang hidup di tenda-tenda pengungsian.

Aksi Kemanusiaan HILMI-FPI, DMI, HMI, IHC, Relindo & Masjid Abubakar di Halmahera

Permasalahn serius di desa ini adalah air bersih. Air bersih sangat sulit diperoleh warga disini. Warga desa terpaksa mengkonsumsi air yang tidak layak dari sumur-sumur yang ada di lembah desa.

Untuk mendapatkan air bersih (air tawar) mereka harus mengambil dari desa terdekat di Pulau Halmahera dengan perahu berisi tangki-tangki air.

Di Desa ini tim kememanisaan IHC, DMI dan HILMI menyalurkan bantuan alat transportasi pengangkut tong air berupa motor penganggut barang (KAISAR). Di desa ini juga disalurkan pompa air (Alkon) dan selang air.

  • Aksi Kemanusiaan HILMI-FPI, DMI, HMI, IHC, Relindo & Masjid Abubakar di Halmahera
  • Aksi Kemanusiaan HILMI-FPI, DMI, HMI, IHC, Relindo & Masjid Abubakar di Halmahera

Hal mendesak lainnya adalah warga butuh transportasi untuk distribusi air ke rumah-rumah warga.

Tiba di Desa Yomen…

Perjalanan kami berlanjut, pukul 12:00 WIT tim kemanusiaan tiba di Desa Yomen Kec Pulau Joronga Halsel. Menurut Pak Usman, Kepala Desa Yomen, desa ini dihuni sebanyak 196 KK atau sekitar 800 jiwa.

Gempa merusak hampir seluruh pemukiman. Hampir 100% rumah luluh lantak dengan tanah.

Melihat Yomen, teringat Dangiang Kayangan Lombok Utara NTB. Bedanya, Dangiang di dataran yang agak tinggi sedangkan Yomen berada di pinggir pantai. Dua-duanya hancur luluh lantak sama tanah akibat gempa M 7,2.

Gempa yg terjadi sore hari 14 Juli 2019 ini menghancurkan ratusam rumah. Saya menerbangkan drone untuk bisa melihat lebih jelas kondisi desa yang hampir hancur total pemukimannya.

Warga saat itu (12/8/19) mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, ratusan tenda berdiri untuk menampung penyintas gempa.

Ada beberpa rumah darurat dari kayu dan seng yang dibangun warga. Disini tim kemanusiaan HILMI, DMI dan IHC menyalurkan bantuan peralatan instalasi air, terpal, peralatan ibadah, selimut, peralatan sekolah dan baju baru.

Kebutuhan warga penyintas yang masih diperlukan adalah hunian sementara (huntara), air Bersih, tempat tidur dan mushola / masjid sementara.

Perjalanan menyusuri desa lain terus berlanjut. Kali ini kali tiba di Desa Tomara Kecamatan Bacan Timur Tengah yang berjarak hanya 30 Km dari Pelabuhan Babang. Di desa ini terdapat rumah rusak sebanyak 101 rumah dari 201 KK yang ada.

Di Tomara Pak Rudi mencari hewan Qurban tapi tidak dapat. Hewan kurban sudah banyak dibeli oleh orang Labuha. Sampai adzan maghrib berkumandang Pak Rudi baru kembali ke titik kumpul.

Bada maghib kami dijamu oleh Pak Kades Tomara. Nikmat betul. Selain masakannya memang enak kami belum ketemu nasi sejak pagi. Terima kasih Ya Allah.

Pukul 20:00 WIT kami bergeras bergerak ke Pelabuhan Babang. Rencana malam ini, kami langsung berlayar ke Ternate. Besok saya harus bertolak ke Jakarta.

Alhamdulillah, pukul 22:00 WIT akhirnya kapal penumpang berangkat kembali ke Ternate. Kami berlima kembali ke Ternate, saya dan Habib Ali sekamar, Perjalanan lancar dan laut tenang.

Selasa, 13/8/19

Tepat azan subuh, kapal merapat di Pelabuhan Bastiong Kota Ternate, karena tiket pagi sudah penuh, kami terpaksa memesan tiket sore, Alhamdulillah saya dan Habib Ali medapat tiket Batik pukul 16:20.

Sebelum kami ke Bandara Sultan Babullah masih ssmpat menikmati suasana Kota Ternate. Makan nasi kuning pagi hari, makan siang makan di rumah Habib Fadlil dengan menu khas Ternate.

Kami sempat menuju Puncak Ngade dekat Asrama Haji Ternate melihat pemandangan Danau Laguna dan Gunung Gamalama.

Di sebuah rumah makan, kami masih sempat menikmati es kelapa muda sambil menikmati pemandangan laut berlatar Pulau Maitara dan Tidore yang luar biasa.

Saat ke bandara, waktu sangat mepet. Kami sampai penumpang semua sudah boarding, Alhamdulillah kami masih bisa masuk pesawat dan tidak tertinggal pesawat. Tepat pk. 16.30 WIT pesawat BATIK Air take off menuju Jakarta.

Maluku Utara luar biasa indah. Warganya ramah, alamnya indah dan kaya.

Penulis : Achmad Siddik Thoha – Departeman Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara Medan

DPP HILMI-FPI pun mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu khususnya al-Habib Umar Assegaf, al-Habib Thohir Ba’agil dan Rubyntang, serta kepada Staff & Karyawan Lion Air yang turut mempermudah proses pengiriman bantuan kemanusiaan, juga kepada para Relawan serta pihak-pihak yang ikut andil dalam Aksi Kemanusiaan ini.

Aplikasi HILMI FPI

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

2 thoughts on “Aksi Kemanusiaan HILMI-FPI, DMI, HMI, IHC, Relindo & Masjid Abubakar di Halmahera”

Comments are closed.