Kisah Warga Halmahera, yang Kesulitan Mencari Hewan Qurban Pasca Gempa Bumi

Hilal Merah Indonesia, HALMAHERA – Program tebar qurban yang dilakukan DPP HILMI-FPI bekerjasama dengan IHC, RS. Ummi, Masjid Abu Bakar dan DMI Maluku Utara juga dampaknya dirasakan oleh sebagian masyarakat di kota Halmahera Selatan (Halsel).

Pasalnya, pasca musibah gempa berkekuatan 7,2 SR yang mengguncang wilayah tersebut, berbagai hewan ternak sulit didapat sehingga para relawan harus mencarinya ke beberapa pulau dan pedalaman.

(Baca : Selama 50th Warga Dowora Tak Memiliki Sumber Air Bersih | DMI dan Relawan )

Tebar Qurban di Halsel sangat menguras tenaga dan pikiran, karena sulitnya Hewan Qurban akibat gempa bumi. Hewan juga panik berlarian ke hutan, sampai sekarang juga banyak hewan ternak yang belum kembali. Sebelumnya, harga normal sapi berkisar antara Rp. 7-12 jt, namun sekarang sudah berkisar Rp. 10 -16 jt, itupun sulit didapat.

Kisah Warga Halmahera, yang Kesulitan Mencari Hewan Qurban Pasca Gempa Bumi

“Di hari pertama, kami masuk Desa Yomen, Kepulauan Joronga daerah yang terparah mengalami gempa 7,2 SR. Guncangan tersebut telah meratakan 146 Rumah warga dan 192 KK, hampir 800 orang berada di tenda pengungsian,” ungkap Rudianto, salah seorang relawan IHC.

Rencananya, Rudi bersama relawan lainnya ingin mencari hewan qurban yang ada di Pulau Yomen, Kurunga dan Sikly untuk dijadikan qurban, namun tidak dapat. Adapun hewan qurban di perusahaan Sawit, namun sapi susah ditangkap harus pakai senjata Laras panjang TNI/Polri.

(Baca : Aksi Kemanusiaan HILMI-FPI, DMI, HMI, IHC, Relindo & Masjid Abubakar di Halmahera )

“Sedangkan kami tidak memakai jalan menembak sapi. Akhirnya kami kembali ke pulau Bacan. Namun di hari kedua Idul Adha, kami baru dapat 1 ekor sapi dan langsung dipotong sorenya, lalu dibawa ke desa Bajo Sangkuang,” urai Rudi.

Kisah Warga Halmahera, yang Kesulitan Mencari Hewan Qurban Pasca Gempa Bumi

Meski demikian, para relawan tetap mencari Hewan qurban. Allhamdulillah keesokan harinya dapat tambahan 3 ekor sapi, 1 sapi dikirim ke yomen setelah dipotong, 1 sapi dikirim ke desa Nyonyifi dan 1 sapi lagi ke desa Kaireu setelah dipotong di tempat karena pertimbangan hari kurban sudah akan berakhir, baru dikirim dengan mobil bak terbuka dan Bodi (perahu).

“Alhamdulillah wasyukurillah.. tidak pernah membayangkan sebelumnya, betapa sulitnya kami mencari hewan kurban sehingga harus keliling pulau dari Desa Wayatim, Dowora, Yomen, Sikly, Kurunga dan akhirnya harus kembali ke pulau Bacan,” keluh Rudi.

Ungkapan terimaksih juga ditujukan kepada Ketua DPP HILMI-FPI al Habib Ali Al Hamid, relawan Masjid Abubakar, relawan RS Ummi serta relawan dari DMI Maluku Utara diwakili Oleh ketuanya Bp.Habib Muhsin Saleh bin Syaikh Abubakar.

“Semoga dengan kerjasama erat ini akan saling menguatkan serta dapat saling memberikan masukan agar terlaksananya agenda dalam melayani Masyarakat di Halmahera Selatan ini,” tutup Rudi.

Aplikasi HILMI FPI

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan