HILMI-FPI Sulteng Bentuk Tim Tebar Qurban ke Seluruh Korban Gempa dan Tsunami Palu

Hilal Merah Indonesia, SULTENG – Sekretaris Daerah (sekda) FPI Sulawesi Tengah (Sulteng), Ustadz Mahmud bersama Tim 1 DPD HILMI-FPI Sulteng meliputi Desa Banggga, Mpanau dan Sidera kembali bergerak menuju Desa Bangga Dusun 2, korban gempa dan banjir bandang untuk melaksanakan penyembelihan hewan qurban sekaligus Aksi Tebar Qurban pada tanggal 11 Dzulhijjah 1440 H.

Setidaknya sebanyak 2 ekor sapi yang didapat dari HILMI, MBB dan M-KOMBET dari Jakarta dan diserahkan langsung ke warga pengungsi di Desa Bangga Dusun 2, Kec. Dolo Selatan, Kab. Sigi yang terdiri dari 44 KK di Posko 1 dan 86 KK di posko 2.

Menuju Desa Mpanau, Petobo, Korban Likuifaksi

Dari Desa Bangga, Tim 1 kemudian bergerak ke Desa Mpanau di Huntara Arrahman Qur’anic Learning (AQL). Tim 1 tiba di Desa Mpanau pukul 10 WITA dan langsung menuju lokasi Huntara AQL. Petobo dan Mpanau merupakan daerah yang sempat dilanda likuifaksi pada tanggal 28 September 2018 lalu, pengungsinya terdiri dari 57 KK .

Setelah itu, Tim 1 langsung bergabung dengan Tim 2 yang di Koordinir oleh Ust Gafur salah satu pengurus DPW FPI Sigi. Beliau langsung melakukan penyembelihan hewan qurban tersebut.

“Untuk penyebarannya hanya satu ekor, sehingga tidak terlayani semua. Karena selain Huntara AQL, di sebelah ada juga Huntara Nindya dengan jumlah 70 KK yang dilayani oleh AQL di hari pertama, kemudian 57 KK lagi oleh HILMI di hari kedua,” jelas Ustad Mahmud.

Menuju Desa Sidera

Setelah dari Desa Mpanau, Tim 1 dan Tim 2 dari DPD HILMI-FPI Sulteng tiba di Desa Sidera pada pukul 14:00 WITA yang mana warga pengungsi sudah menunggu dari pukul 13:00.

Oleh karena rangkaian Tebar Qurban terbagi di dua wilayah yaitu Kec. Dolo Selatan fokus di Desa Bannga dan Kec. Biromaru fokus di dua titik yakni Desa Mpanau dan Desa Sidera.

Jalur transportasinya, kata Ustd. Mahmud, masih rusak berat akibat gempa bumi di 2018 lalu, sehingga para Tim mengalami keterlambatan.

“Alhamdulillah, pelaksanaan penyembelihannya langsung dilakukan bersama masyarakat pengungsi yang terlayani sebanyak 60 KK. Rasa syukur serta ucapan terima kasih dari penanggung jawab tiga Desa posko pengungsi diantaranya, Desa Bangga posko 2, Bpk. Abdul Razak, Desa Mpanau Bpk. Aswar Lembah dan Desa Sidera Bpk. Ardin kepada DPD HILMI-FPI Sulteng,” papar Ustadz Mahmud.

Di hari tasyrik, 11 Dzulhijjah 1440 H, Tim 3 dari DPD HILMI-FPI Sulteng yang dikoordinir oleh Denny Kurniawan, bergerak ke Desa Watusampu Kota Palu dengan 16 KK dan Loli Saluran 45 KK Kab. Donggala.

Kedua Desa ini memang saling berdekatan, dan juga merupakan korban tsunami pada September 2018 lalu, sehingga DPD HILMI FPI harus melayani keduanya dengan total 61 KK dan penanggung jawab kedua desa tersebut adalah Bpk. Anwar Ragua.

Desa Mamboro, Korban Bencana Tsunami

Selepas dari dua Desa tersebut, TIM 3 dari DPD HILMI FPI Sulteng bergerak ke Desa Mamboro, Kota Palu pada pukul 15:40 ba’da Ashar dan tiba pukul 16:00 WITA, Tim 3 langsung melakukan penyembelihan bersama warga Desa Mamboro Perikanan, dan melayani 95 KK dari korban bencana tsunami tersebut.

“Alhamdulillah, di hari ketiga hari tasyrik, Tim 1,2 dan 3 DPD HILMI FPI Sulteng yang bekerjasama dengan keluarga M-KOMBET juga tengah melakukan Tebar Qurban di Kel. Bayaoge, Kota Palu dengan melayani 40 KK,” kata Ustad Mahmud.

Kemudian untuk sumbangan Bpk. Sandiaga Uno, lanjutnya, pihak Ponpes Alkautsar Pusat Alkhairaat DPD HILMI-FPI Sulteng menyerahkan langsung ke Pengurus Ponpes untuk mengelolanya Ust Ahmad Hadi Rumi karena dengan waktu yang sama pada pukul 10:00 wita dan dilaksanakan pada hari kedua hari tasyrik.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *