Kisah Mengharukan Saat Mak Nong Berjumpa Keluarganya

Kisah Mengharukan Saat Mak Nong Berjumpa Keluarganya

Hilal Merah Indonesia, ACEH – Setelah 50 tahun terpisah di Aceh, hasrat Mak Nong untuk berjumpa dengan keluarganya di wilayah Cianjur, Jawa Barat akhirnya terkabul. Kisah dramatis itu dimulai sejak tahun 1967 silam, saat Mak Nong berusia 16 tahun untuk merantau ke Serambi Mekah.

Bertahun-tahun hidup di Aceh, Mak Nong ternyata telah hilang kontak dengan keluarganya di Cianjur. Beliau ingin pulang, namun tidak memiliki biaya lantaran hidupnya teramat miskin.

“Alhamdulillah, kini Mak Nong yang di 2019 ini telah berusia 67 tahun, berhasil menginjakkan kakinya ke kampung halamannya lagi,” ungkap Tengku Muslim, Ketua DPD FPI Aceh.

Setelah melakukan investigasi yang cukup lama, relawan HILMI-FPI berhasil menemukan keluarga Mak Nong di wilayah Cianjur dan menghubungi mereka. Pada hari Selasa 25 Juni 2019 lalu, atas bantuan dari para dermawan, relawan FPI mengantar Mak Nong berangkat dari Aceh ke Jakarta dan berlanjut ke kampung halamannya. Desa Ciguha Tengah, Sukanagara, Cianjur.

Kisah Mengharukan Saat Mak Nong Berjumpa Keluarganya

Dari Aceh, Mak Nong ditemani anaknya Abdullah serta salah seorang relawan HILMI-FPI bernama Amran, yang selama ini menjadi jembatan bagi Mak Nong. Tiba di bandara Soekarno Hatta, beberapa orang dari keluarga Mak Nong menyambut dengan gembira. Rasa haru menyelimuti pertemuan itu. Puluhan tahun tak berjumpa, akhirnya mereka bisa saling berpelukan melepas rasa rindu. Derai air mata tiada henti mengalir, diiringi ucapan syukur atas semua kelancaran.

Perjalanan dilanjutkan dari bandara menuju kampung halaman, mengendarai mobil sewaan. Menempuh waktu sehari penuh. Setibanya di rumah, para saudara dan warga kampung berdatangan menjumpai Mak Nong. Keharuan kembali terasa. Inilah detik-detik petemuan Mak Nong dengan seluruh keluarga besarnya yang menjadi kebahagiaan tiada tara.

Saat beristirahat, Mak Nong sempat mengalami keanehan. “Semalam seperti ada yang berbisik. Sosok orang yang sudah tua. Sambil menangis dia bilang, akhirnya kamu pulang juga, lama aku menunggumu. Jangan balik lagi ke Aceh. Adik-adikmu sudah sakit-sakit,” katanya.

“Melalui tulisan ini, kami atas nama keluarga Mak Nong mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mewujudkan kebahagiaan seorang nenek. Juga tak lupa ungkapan terima kasih kepada relawan Hilmi-FPI yang senantiasa mendampingi Mak Nong,” ucap Abdullah.

Kisah Mengharukan Saat Mak Nong Berjumpa Keluarganya

Terima kasih pula terucap kepada para dermawan yang telah memberikan donasi untuk tiket PP Aceh-Jakarta diantaranya adalah, Rahmat Abbas Bireuen sebesar Rp. 1 juta, Hamba Allah dari Aceh sebesar Rp. 1 juta, Hamba Allah dari Bogor Rp. 500 ribu, Hamba Allah sebesar Rp. 300 ribu, Hamba Allah dari Jakarta sebesar Rp. 1,5 juta, Kepala Desa Ciguha sebesar Rp. 200 ribu, Hamba Allah dari Jakarta Rp. 200 ribu serta Perkumpulan orang Sunda di Aceh sebesar Rp. 1 juta, kemudian dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran angkatan’83 sebesar Rp. 2,5 juta…

Selain itu, ungkapan terimakasih juga diungkapkan kepada pihak Lion Air yang telah memberikan diskon tiket pesawat. Kemudian tetuntuk Ibu Tini, orang pertama yang menghubungi desa dan Pak Rudi sebagai Kepala Desa Ciguha, serta para warga di desa itu.

Dan yang terakhir ucapan terima kasih kepada para pembaca berita ini, yang telah memberikan doanya. Tentunya juga kepada Nagiga selaku penulis beritanya selama ini. Semoga keberkahan selalu menyelimuti kehidupan kita semua. Aamiin,” ungkap Amran, relawan HILMI.

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Kisah Mengharukan Saat Mak Nong Berjumpa Keluarganya
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *