Sebuah rumah di Kampung Gunung Batu, Desa Kertangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Cianjur mengalami keretakan akibat bencana pergeseran tanah

Relawan DPW FPI Sukabumi Bantu Evakuasi Korban Likuifaksi

Hilal Merah Indonesia, SUKABUMI – Pasca musibah bencana alam pergeseran tanah atau likuifaksi yang melanda Kampung Gunung Batu, Desa Kertangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Cianjur yang terjadi Ahad lalu (28/4), para relawan dari DPW FPI Kabupaten Sukabumi gencar melakukan penggalangan donasi untuk membantu para korban.

Kabarnya, bencana alam tersebut telah menyebabkan jalan jalur selatan penghubung Sukabumi dengan Cianjur putus. Bahkan, beberapa makam di wilayah tersebut mengalami keretakan serta amblas.

“Ada salah satu jenazah yang sudah dikuburkan selama 16 tahun namun jasadnya masih utuh dan tidak bau. Namun sekarang sudah dipindahkan, hanya tidak boleh didokumentasikan sama keluarganya,” ujar Abdillah, salah seorang relawan HILMI-FPI Sukabumi.

Dia juga melapotkan bahwa setiap harinya peninjauan lokasipun dilakukan. Di hari ke-4 pasca musibah mereka melaporkan bahwa banyak rumah yang hancur, beberapa jalan utama retak parah, sawah mengalami hal yang sama yaitu retak dan amblas, kemudian sebanyak 45 KK mengungsi.

“Alhamdulillah perwakilan DPW FPI, berikut Laskar FPI serta HILMI Kabupaten Sukabumi bahkan aparat TNI juga turut membantu mengevakuasi perabot rumah warga yang terkena dampak tersebut,” jelas Abdillah.

Menurutnya, beberapa Laskar FPI dan HILMI Kabupaten Sukabumi tak henti-henytinya membantu warga mengevakuasi perabot rumah tangga untuk diamankan.

Kemudian, di hari ke-5, pasca musibah. Para relawan dari Laskar FPI dan HILMI Kabupaten Sukabumi terus memantau kondisi warga. Dikabarkan pula bahwa rumah yang sebelumnya masih utuh bangunannya, kini telah roboh. Alhamdulillah penghuninya sudah mengungsi sejak hari pertama.

Aplikasi HILMI FPI

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

One thought on “Relawan DPW FPI Sukabumi Bantu Evakuasi Korban Likuifaksi”

Comments are closed.