HILMI-FPI Garut menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam untuk korban banjir dan kebakaran

Inilah Aksi Sosial HILMI-FPI Pasca Bencana di Garut

Hilal Merah Indonesia, GARUT – Rentetan peristiwa serta bencana alam yang melanda wilayah Provinsi Jawa Barat, khususnya Kabupaten Garut menjadi suatu fenomena unik dan menjadi kisah yang mengejutkan sebagian warga, yang mau tak mau menjadi suatu keterkaitan yang sulit dicerna secara logis.

Betapa tak jadi persoalan? tatkala sebagian warga tengah sibuk menyambut orang nomor wahid di Indonesia, hujan deraspun datang yang disusul kemudian oleh banjir yang menggenang Desa Salukarya, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, pada tanggal 18-19 Januari 2019 lalu.

Akibatnya, tiga rumah warga mengalami rusak parah akibat terjangan banjir tersebut. Akhirnya masyarakat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setempat bersama-sama membantu evakuasi warga serta merelokasi titik yang terdampak akibat banjir.

Sementara itu, HILMI-FPI Garut langsung berkordinasi dengan Wali Laskar FPI Garut serta Sohibul wilayah, setelah investigasi titik wilayah yang terkena dampak. Keesokan harinya, HILMI-FPI Garut mengerahkan para relawan dari laskar gabungan dari DPC FPI Kabupaten Garut untuk membantu evakuasi.

Kemudian melalui Ketua DPC FPI Bayongbong, sepakat untuk mendorong perangkat warga agar segera bergerak bersama Pemerintah setempat berikan solusi untuk mengatasi 3 unit rumah yang hancur akibat diterjang banjir.

Bahkan di lokasi yang berbeda, terjadi peristiwa kebakaran pula yang menghanguskan 4 unit rumah di Desa Ragamukti, Kecamatan Pasirwangi, Garut. Bangunan yang rata-rata terbuat dari kayu itupun ludes di lahap ‘si Jago Merah’.

Berdasarkan data yang diterima, dari 4 rumah yang habis terbakar terdapat 2 rumah seorang janda yang berprofesi sebagai buruh tani yang memiliki 3 orang anak. “Inilah yang menjadi perhatian utama kami untuk membantu mereka,” kata Geo Lestari, salah seorang relawan HILMI-FPI Garut kepada media HILMI-FPI, Selasa (5/2/2019).

Kemudian target selanjutnya adalah anak-anak yatim yang mengalami dampak dari peristiwa tersebut. Alhamdulillah, lanjut Geo, dari bidikan target 6 orang anak yatim yang akan dibiayai, terdapat sumbangan dari Hamba Allah yang membantu untuk pembiayaan 3 anak yatim.

“Mereka terdiri dari 1 orang anak SD dan 2 orang anak SMP. Sehingga untuk yang 3 lagi, terdiri dari 2 orang anak SMP dan 1 orang anak SMA. Mereka semua telah kami berikan bantuannya,” jelas Geo. Keseluruhan bantuan itu, katanya, disalurkan melalui Ketua RW sekaligus Guru/Ustad di wilayah kampung tersebut.

Kemudian untuk perincian pembiayaan perlengkapan antara lain, 1 anak dari ibu Rodiyah (korban kebakaran) diberikan 1 buah seragam Sekolah SMA, 1 buah seragam Pramuka, sepasang sepatu ukuran 39, sepasang kaos kaki, 1 set Buku dan alat tulis dan 1 Tas sekolah, dengan jumlah total sekitar Rp. 366.500,-

“Lalu 2 anak dari ibu Endeh (korban kebakaran) mendapatkan 2 buah seragam Tsanawiyah, 2 buah seragam Pramuka, 2 pasang sepatu sekolah anak lelaki, 2 pasang kaos kaki, 2 set buku dan alat tulis, 2 buah topi sekolah dan 2 buah tas sekolah, dengan jumlah total sekitar Rp. 651.000,” tambah Geo.

Sementara rencana pemberian bantuan untuk membangun kembali rumah-rumah yang hancur akibat banjir dan kebakaran, kata Geo, material yang dibutuhkan adalah GRC 40 lembar, Bilik 5 lembar, Semen 10 sak, Batu bata 5,000 dan Pasir 1 DT.

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Inilah Aksi Sosial HILMI-FPI Pasca Bencana di Garut
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

One thought on “Inilah Aksi Sosial HILMI-FPI Pasca Bencana di Garut”

Comments are closed.