DPP HILMI-FPI langsung menyurvei lokasi pengungsian warga di Kelurahan Tipo, Kecamatan Palu Barat serta Desa Sidera, Kecamatan Biromaru, Sigi-Sulawesi Tengah

Aksi Sosial HILMI-FPI Pasca Bencana di Sulteng

Hilal Merah Indonesia, SULAWESI TENGAH – Peristiwa bencana alam likuifaksi alias tanah bergerak yang menyeret, menggulung dan menimbun ratusan pemukiman khususnya di wilayah Petobo, Palu-Sulawesi Tengah yang terjadi pada bulan September 2018 lalu, masih menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga korban di wilayah tersebut.

Fenomena ‘tanah bergerak’ ini yang berdampak pada amblesnya tanah dan bangunan, membuat warga kebingungan mencari tempat tinggal yang laik untuk dijadikan sebuah pemukiman. Mereka masih belum mendapatkan solusi dari pemerintah, apakah mereka akan direlokasi ke tempat yang baru atau bagaimana?

Berdasarkan keluhan warga tersebut, DPP HILMI-FPI langsung menyurvei lokasi pengungsian warga di Kelurahan Tipo, Kecamatan Palu Barat serta Desa Sidera, Kecamatan Biromaru, Sigi-Sulawesi Tengah pada tanggal 30-31 Januari 2019 lalu.

Melalui kunjungan tersebut, DPP HILMI-FPI berencana untuk mendirikan sebuah Hunian Tetap (HUNTAP) kepada para korban Likuifaksi sebanyak 50 rumah berukuran 6×6 meter persegi dengan bangunan dua kamar.

Foto di bawah ini merupakan sebuah bangunan Hunian Sementara yang sudah dimiliki oleh sebagian warga

“Program HUNTAP ini kami prioritaskan untuk yatim-piatu, janda-janda dan lansia yang menjadi korban dari Likuifaksi di wilayah tersebut, mengingat mereka kini sudah tidak memiliki apa-apa lagi,” terang Habib Ali Husein Al Hamid, Ketua Umum DPP HILMI-FPI, kepada Media HILMI-FPI, Selasa (5/2/2019).

Insya Allah, lanjutnya, ada sebuah tanah yang diwaqafkan dan cukup untuk dibangun sebuah HUNTAP untuk ke-50 korban prioritas di daerah Tipo dan Petobo. “Ada seorang Hamba Allah yang mewakafkan sebuah tanah. Semoga niat hamba Allah ini akan cepat terealisasi dan bisa membantu warga disana,” kata bib Ali.

Beliau juga menegaskan bahwa mengapa tidak mendirikan Hunian Sementara (HUSEN) tapi lebih memilih Hunian Tetap (HUNTAP)?. “Karena disana cukup banyak Hunian Sementara dan kami memutuskan untuk membangun HUNTAP disana karena lebih manfaat membangun bermanfaat,” tuntasnya.

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Bakti Sosial / Aksi Sosial HILMI-FPI Pasca Bencana di Sulteng
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram