Almarhum Alireza Alatas (tengah) dalam sebuah diskusi dengan para alim ulama.

Penulis, aktivis islam dan kemanusiaan itu telah pergi

Hilal Merah Indonesia, Jakarta, Mengejutkan, begitu saat kami menerima kabar duka pertama kali yang datang dari sahabat-sahabat beliau, usai maghrib, Minggu (3/2/2019) kemarin.

Bagi kami, Alireza Alatas bukanlah orang yang asing. Dalam lingkungan kami (HILMI-FPI) beliau banyak membantu perjuangan kami, terutama dalam hal misi-misi kemanusiaan. Tak sedikit sumbangsih moril maupun materiil yang beliau berikan kepada kami dan dunia kemanusiaan.

Beliau yang juga penulis di beberapa media nasional, dengan kemurahan hati sering pula berkontribusi menyumbangkan gagasan dan tulisannya di Media HILMI ini.

Aksi almarhum Alireza dalam berbagai aksi sosial dan demonstrasi.
Aksi almarhum Alireza dalam berbagai aksi sosial dan demonstrasi.

Sebagai aktivis kemanusiaan, beberapa kali beliau juga turut berjuang bersama kami. Terutama saat-saat krusial membela dan memperjuangan warga Kampung Akuarium, Jakarta dalam melawan ketertindasan penguasa. Yang hingga kini peristiwa tersebut menjadi monumental sebagai simbol perlawanan rakyat.

Sebagai aktivis islam, Bib Ali (begitu kami biasa menyapa) sepanjang hayatnya juga sangat kental ghirahnya dalam membela Islam. Beliau tak jarang turut terjun langsung di dalam aksi-aksi besar Islam, seperti Aksi Bela Islam yang berlangsung berjilid-jilid itu.

Beliau yang muda dan tawadhu, sangat takzim kepada para ulama dan habaib, menjadi salah satu orang di garis depan membela para ulama melalui tulisan-tulisannya, baik di media nasional maupun media sosial. Terutama dalam membela dan mengcounter isu-isu miring yang kerap dialamatkan kepada Imam Besar Habib Rizieq Syihab.

Sikap tegas dan berani itu dibuktikan dengan sering lalu-lalangnya tulisan-tulisan tajam beliau di linimasa media sosial yang kerap mengkerlitkan mata pembacanya, termasuk sahabat-sahabatnya sendiri yang berhaluan pandangan.

Sebagai konsukuensinya hal itu tak jarang membuahkan caci-maki dan hinaan terlontar kepada diri beliau.

Menghadapi hal itu, beliau yang sangat menghargai perbedaan justru membalasnya dengan kelembutan dan kesantunan akhlak. Sehingga perdebatan sepanas apapun dapat berlangsung dingin.

Tak sampai di situ, kontribusi besar beliau dalam perjuagan islam juga disalurkan lewat forum-forum diskusi nasional, memberikan gagasan dan serta ide-ide perjuangan.

Dan tak sedikit, beliau juga berupaya memperjuangkannya lewat saluran-saluran birokrasi penguasa.

Sebagai aktivis islam, beliau juga kerap menuangkan tulisan-tulisan yang bernas dalam memberikan perhatiannya kepada dunia islam, khususnya wilayah timur tengah.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, selamat jalan Bib Alireza, selamat jalan Mujahid Rahimakumullah.

Kami bersaksi atas kebaikan kepribadian antum dan segala jerih payah perjuangan antum atas agama dan bangsa yang antum sangat cintai ini. (RG)

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Penulis, aktivis islam dan kemanusiaan itu telah pergi
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram