Upaya Tim Relawan HILMI-FPI menembus Desa Mangempang yang terisolir.

Menembus Mangempang, Daerah Terisolir Tanah Longsor Gowa

Hilal Merah Indonesia, Sulsel – Mangempang merupakan desa yang terisolir dari sekian puluhan desa yang ada di wilayah Gowa, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan akibat terjangan longsor yang terjadi 22 Januari 2019 lalu.

Desa yang berada di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut dengan bentuk permukaan sebagian besar daerah kemiringan, berbukit hingga bergunung-gunung ini terisolir dan tidak dapat dilalui kendaraan apapun, dikarenakan di beberapa kawasannya tertimbun longsoran tanah dan bebatuan yang besar. Kondisi ini diperparah dengan curamnya jurang dan hujan yang masih terus mengguyur setiap hari.

Upaya Tim Relawan HILMI-FPI menembus Desa Mangempang yang terisolir.
Upaya Tim Relawan HILMI-FPI menembus Desa Mangempang yang terisolir.

Di bawah komando Ustadz Sugianto Kaimudin, Ketua DPD FPI Sulawesi Tengah, relawan HILMI-FPI gabungan para laskar dari FPI Makassar dan Poso mulai melakukan survei mencari jalan termudah untuk dapat menembus Desa Mangempang pada Kamis malam (31/1/2019) sekitar pukul 22.30 waktu setempat, dipimpin Andika salah seorang laskar FPI Makassar.

Dari hasil survei yang dilakukan, Andika membenarkan Desa Mangempang sulit dilalui dan hanya bisa ditembus dengan berjalan kaki.

Akhirnya Jumat pagi sekitar pukul 08.30 WITA, rombongan Relawan HILMI-FPI dan tim peliput dari Lembaga Informasi Front (LIF-Poso) memulai ekspedisi untuk dapat menembus Desa Mangempang yang diawali menggunakan mobil guna memperpendek jarak tempuh dengan membawa berbagai bantuan logistik serta alat-alat pengukit seperti pacul dan sekop yang diperlukan untuk mengatasi material longsor.

Tengah perjalanan Tim Relawan HILMI-FPI akhirnya berhadapan dengan kawasan yang rawan di mana terdapat reruntuhan pohon, bebatuan dan lumpur yang membuat mobil terhenti tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Dengan terpaksa seluruh peralatan dan bantuan logistik diturunkan untuk dibawa satu-persatu dengan cara berjalan kaki, menaiki dan menuruni jalan-jalan curam yang licin, serta penuh dengan bebatuan dan pohon-pohon yang tumbang akibat longsor.

Tim Relawan HILMI-FPI saat menyerahkan bantuan bagi para korban longsor.
Tim Relawan HILMI-FPI saat menyerahkan bantuan bagi para korban longsor.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam, akhirnya Tim Relawan HILMI-FPI dapat tiba di Desa Mangempang, diikuti pula dengan Ustadz Sugianto, yang secara sendirian mengendarai motor trail, yang dibawa khusus dari Poso yang sebelumnya sempat terjebak di tengah kubangan lumpur.

Disambut Kabinkamtibmas Desa Mangempang, di posko pengungsian para korban longsor, Tim Relawan HILMI-FPI menyerahkan berbagai bantuan logistik berupa beras, roti, mie instan, susu, serta selimut dan lainnya. (RG)

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Menembus Mangempang, Daerah Terisolir Tanah Longsor Gowa
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram