Penerima bantuan Hunian Sementara (HUSEN) untuk korban gempa NTB

Suka Duka Pembangunan HUSEN oleh DPD HILMI-FPI NTB

Hilal Merah Indonesia, NUSA TENGGARA BARAT – DPD HILMI-FPI NTB kembali melaporkan rincian kegiatan pembangunan Hunian Sementara (HUSEN) pasca gempa bumi yang melanda Lombok dan sekitarnya, sejak Oktober 2018 lalu.

Perencanaan pendirian bangunan HUSEN yang digagas DPP HILMI-FPI untuk warga NTB masih terus berjalan. Sejatinya, pendirian HUSEN bagi warga yang masuk dalam kategori laik dibantu sudah menuju tahap akhir di awal 2019 ini.

Berdasarkan informasi yang didapat oleh Habib Hadi Husein bin Agil selaku Ketua Posko HILMI-FPI NTB, jauhnya perjalanan lokasi pembangunan dari titik A ke titik B dan seterusnya sangat menyita waktu, ditambah lagi dengan adanya bencana alam yang belum lama ini datang silih-berganti, sehingga pembangunan HUSEN kian tertunda.

Berikut ini rincian jumlah unit yang berhasil didata oleh HILMI-FPI NTB yaitu; di Kecamatan Kayangan sebanyak 53 unit, Kecamatan Gangga 32 unit, Kecamatan Lombok Timur (Lotim) ada 21 unit, di Lombok Barat 5 unit, lalu di Kecamatan Bayan ada 11 unit dan Kecamatan Tanjung sudah 40 unit.

“Jumlah total HUSEN yang sudah dihuni oleh warga secara keseluruhan tercatat sudah 162 unit. Sementara yang saat ini masih on proses sebanyak 16 unit,” terang bib Hadi, saat dikonfirmasi Media HILMI-FPI, Jumat (1/2/2019).

Diantaranya di Dusun Leong, Kecamatan Tanjung ada 3 unit, lalu di Dusun Todo, Kecamatan Gangga ada 4 unit. Kemudian di Dusun Sembaru, Kecamatan Gangga ada 4 unit, dan di Dusun Luk, Kecamatan Gangga ada 5 unit.

Nah, jarak lokasi pembangunan HUSEN di Kecamatan Bayan itu yang perjalanannya menyita waktu. Letaknya sangat jauh dan banyak rintangan jalan yang sangat sulit kita lalui.

“Salah satunya di daerah Leong, dari jalan utama menuju perkampungan jaraknya sekitar 1 KM, sehingga para relawan HILMI-FPI terpaksa harus turun dari mobilnya dan berjalan kaki untuk mengangkut bahan-bahan GRC hingga ke lokasi,” jelasnya.

Sebab, lanjut bib Hadi, jikalau mengharapkan bantuan tenaga disana harus mengeluarkan upah sekitar Rp. 1 juta sampai selesai dan itu juga merupakan salah satu kendala disini. “Akhirnya kita menggerakkan beberapa relawan seperti Bambang, Haji Rahmat, dan Syafii untuk mengangkut barang-barang tersebut,” ujarnya.

Untuk di Dusun Montong Kemuning Kecamatan Bayan, lanjutnya, rumah yang sudah jadi ada 4 unit. Sementara yang masih on proses ada 3 unit, begitupun di Desa Sambi Elen ada 3 unit, serta di daerah Bayan yang letak pemukimannya berada di atas bukit.

“Pemukimannya jauh di atas gunung dengan kondisi tak ada listrik yang masuk. Ini juga salah satu kendala kita juga karena jalannya juga hancur. Ditambah lagi kondisi cuaca yang buruk hujan deras disertai angin puting beliung yang belum lama ini melanda kawasan ini,” jelas bib Hadi.

Untuk di Desa Malaka Serea, pembangunan sudah 3 unit ditambah lagi di Labuan Lombok Timur (Lotim) sudah 10 unit. Sementara di Dusun Bilok Petung, Lombok Timur rumah yang sudah jadi ada 8 unit. Ini juga terkendala faktor jalan yang sangat curam dan jauh hingga baru terealisasi, karena jalan yang rusak ditambah lagi tidak ada air.

“yang lebih menyedihkan lagi, disana para tukang yang bekerja kekurangan air minum. Penduduk setempat memberikan air minum, namun setelah itu dimasukin lagi lantaran takut kehabisan airnya,” pungkasnya.

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Bedah Rumah / Suka Duka Pembangunan HUSEN oleh DPD HILMI-FPI NTB
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram

One thought on “Suka Duka Pembangunan HUSEN oleh DPD HILMI-FPI NTB”

Comments are closed.