Tim Relawan HILMI-FPI dari Cirebon, Majalengka, Indramayu, Kuningan, Tegal dan Bekasi berhasil membangun rumah korban angin puting beliung di Panguragan-Cirebon

Relawan HILMI-FPI Dirikan Rumah Korban Puting Beliung

Hilal Merah Indonesia, CIREBON – Peristiwa puting beliung yang melanda sebagian wilayah di Indonesia khususnya di Panguragan Kulon, Cirebon-Jawa Barat pada 30 Desember 2018 lalu, kini sudah mulai rampung baik untuk perbaikan atap rumah yang mengalami kerusakan ringan maupun berat.

Tim Relawan HILMI-FPI dari Cirebon, Majalengka, Indramayu, Kuningan, Tegal maupun Bekasi telah berhasil menunjukkan dedikasinya selama bertugas di wilayah terdampak. Terbukti, meski eksistensinya dinilai ‘asing’ oleh sebagian warga Panguragan Kulon, namun solidaritas mereka telah membuat warga kian mengenal HILMI-FPI.

Setidaknya ada 30 orang relawan dari HILMI-FPI yang terjun ke lokasi kejadian untuk membantu warga membersihkan atap rumah korban. Para Relawan ini datang bergantian (rolling) baik dari Majalengka, Cirebon, Indramayu, Tegal hingga Bekasi.

Untuk pendirian Posko Relawan dan Logistik, Habib Umar Al Kaff dan Habib Mukhsin Al Jufry adalah penduduk asli Pangurangan. Pasca kejadian, beliau langsung mendapatkan izin untuk mendirikan Posko Relawan di tempat ini, setelah melakukan koordinasi dengan salah seorang warga.

“Pergerakan kami ini awalnya mendapat cibiran dari masyarakat yang belum mengenal FPI secara umum, mereka tahunya ‘Gerakan Putih-Putih’. Namun, berjalan waktu mereka kini mulai akrab dan penasaran dengan organisasi kemanusiaan HILMI-FPI,” ungkap Ibnu Mubarrak, saat ditemui Media HILMI-FPI, di Panguragan Kulon, Selasa 22 Januari 2019 lalu.

Ibnu Mubarrak merupakan salah seorang relawan HILMI-FPI dari DPW Cirebon yang sejak awal berada di lokasi kejadian. Menurut catatan Ibnu, sebanyak 154 rumah mengalami kerusakan ringan lantaran dihempas oleh puting beliung, sementara rumah yang mengalami kerusakan berat ada enam. Selain itu fasilitas belajar-mengajar seperti Madrasah yang mengalami kerusakan sudah berhasil diperbaiki dan kini sudah beroperasi kembali.

“Usai kejadian, kami langsung bergerak untuk membersihkan berbagai sarana umum dan sarana ibadah, bahkan kita juga menyempatkan untuk bertakziyah ke salah seorang korban yang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan puting beliung. Korban yang meninggal adalah cucu Pak edi, yang rumahnya telah berhasil kita dirikan,” terang Ibnu.

Sementara untuk pembagian logistik kepada seluruh korban semuanya berhasil disalurkan. Sebanyak 246 paket logistik yang diterima dari Mujahidah Pembela Islam (MPI) Kuningan juga sudah tersalurkan. Menurut Ibnu, kedatangan MPI Kuningan disini juga turut membantu untuk penggalangan dana serta Dapur Umum.
IFrame

“Kini hanya tinggal pembangunan 4 rumah korban yang kami nilai laik dibantu diantaranya yaitu Rumah Pak Karta, Pak Edi, Pak Ahmad dan Bu Satiri. Mereka adalah empat dari enam korban yang rumahnya hancur total diterjang angin. Sementara dua rumah lagi sedang dibangun oleh Organisasi Pemuda Wilayah bernama Potret,” jelas Ibnu.

Ibnu juga menegaskan bahwa Pak Karta merupakan seorang buruh tani yang rumahnya hancur total diterjang angin dan HILMI-FPI membantu mendirikan kembali rumahnya hingga selesai. Kemudian Pak Edi, merupakan kakek dari korban meninggal. Pak Edi adalah seorang Buruh Tani yang rumahnya juga hancur total diterjang angin.

“Sementara Pak Ahmad merupakan seorang Guru Ngaji, rumahnya hanya atapnya saja yang mengalami kerusakan. Namun kami sudah berhasil memperbaikinya. Kemudian Ibu Satiri, janda lansia yang dihuni banyak anak, mereka tinggal di satu rumah, anaknya seorang buruh rongsok di daerah tersebut,” beber Ibnu.

Aplikasi HILMI FPI

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram