Salah seorang Relawan dari DPW FPI Makassar tengah menggotong anak kecil yang terjebak oleh longsoran tanah

Relawan DPW FPI Makassar Kesulitan Menembus Daerah Longsor

Hilal Merah Indonesia, SULAWESI SELATAN – Usai mendapat kabar tanah longsor yang menimbun puluhan rumah warga di Dusun Pattiro, Desa Pattalikang, Kecamatan Manuju, Gowa-Sulwesi Selatan, yang terjadi bersamaan dengan banjir bandang pada Rabu 23 Januari 2019, 10 Relawan dari DPW FPI Makassar langsung terjun menuju lokasi.

Menurut data yang diterima oleh para relawan, korban tanah longsor yang terjadi di Dusun Pattiro, sebanyak 23 orang. Kemudian akses jalan juga tersendat, lantaran beberapa jembatan yang menghubung ke wilayah tersebut putus. Bahkan, belum bisa dilewati oleh alat berat, sehingga menghambat jalannya evakuasi.

“Hari ini baru 3 jenazah yang diketemukan oleh aparat dan warga. Informasi sementara ini kami dapatkan dari salah seorang warga yang kami temui di jalan saat akan menuju lokasi tersebut,” ungkap Andika, relawan dari DPW FPI Makassar, saat dikonfirmasi Media HILMI-FPI, Rabu 23 Januari 2019.

Perjalanan itupun mereka lanjutkan dengan mengendarai lima unit kendaraan roda dua. Berbagai rintangan terus mereka hadapi meski dengan susah payah, tujuannya adalah untuk membantu warga yang belum mendapatkan bantuan di wilayah tersebut.

Mulai dari menyebrangi jembatan setapak yang terbuat dari anyaman kayu, menerabas jalan berbatu dengan kondisi genangan air, hingga dihadapi dengan kubangan lumpur yang memaksa mereka untuk berjalan kaki.

Akses transportasi terputus oleh karena banyak longsoran, tak ada listrik, jaringan telepon/sinyal hilang, cuaca mendung serta belum adanya alat berat.

Lantaran ada beberapa jalan yang tertutup longsoran tanah. Bahkan ada beberapa pengendara yang juga terjebak dalam kubangan lumpur di daerah Pattalikang, Dusun Campakayya.  

“Kamipun langsung membantu menggotong sepeda motornya yang terjebak untuk dipindahkan ke jalan yang bisa dilewati,” ungkap Andika, relawan dari DPW FPI Makassar.

Disini, lanjutnya, daerahnya terisolasi tak bisa dilewati oleh kendaraan dan hanya bisa berjalan kaki dengan jarak tempuh lebih-kurang 10 KM ke titik longsor. “Sementara berjalan kaki memakan waktu selama 2 jam. Itupun belum bisa kami tembus wilayah terdampaknya,” tandasnya.

Pada akhirnya, mereka memutuskan untuk kembali pulang dan sepakat untuk kembali keesokan harinya. “Banyak akses jalan yang tertimbun longsoran tanah, sehingga menyulitkan kami untuk menembusnya. Mohon do’anya, Insya Allah kami akan kembali kesini esok pagi,” kata Dika.

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Relawan DPW FPI Makassar Kesulitan Menembus Daerah Longsor
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram