Almarhum Isnadi Heri, Kameramen Front TV saat meliput kegiatan Reuni Akbar 212, di Kawasan Silang Monas, Jakarta

Akhir Masa Bakti Sang Mujahid Pewarta Video Front TV

Hilal Merah Indonesia, DKI JAKARTA – Ungkapan bela sungkawa dari Keluarga Besar Front Pembela Islam dan beberapa sayap juang dan anak organisasi FPI membanjiri pemakaman Isnadi Heri, salah seorang Kameramen Front TV yang wafat pada Jumat 18 Januari 2019, pada pukul 05.30 WIB pagi tadi.

Diusianya yang ke-39 th, Isnadi Heri menghembuskan nafas terakhirnya. Heri meninggalkan seorang anak serta istri yang dicintainya. Dari raut wajahnya nampak begitu lega untuk menghadap Sang Pencipta, seolah tak ada beban yang mengiringi kepergiannya.

Profesionalitas, bertanggung jawab dan penuh keikhlasan telah menjadikan ladang amal baginya, sehingga karya-karyanya menjadi sebuah panutan bagi rekan-rekan se-profesinya.

Meski belum setahun ketergabungan Heri di Front TV, namun keberadaannya begitu erat, lantaran ia memiliki sifat yang sangat humoris serta fleksibel sehingga mudah akrab dengan semua crew.

Beberapa event besar di Jakarta dan luar daerah Heri selalu meluangkan waktu untuk menjalankan tugas meliput acara, dalam setiap tugas Heri dikenal sebagai kameramen yang sangat bersemangat dan humoris sehingga seluruh crew senang jika bertugas meliput acara bersama Heri.

Pasalnya, disaat Imam Besar Habib Muhammad Rizieq Syihab mendapatkan sebuah penghargaan sebagai Ulama Award dari Moeslim Choice, Heri merupakan sosok di balik layar yang meliput kegiatan tersebut sejak awal hingga selesai, meski ada beberapa teman menawarkan untuk bergantian.

Kemudian disaat ada event akbar di pondok pesantren Salafiyah Al-Futuhiyah pimpinan Abuya KH. Qurthubi Jailani (Imam Daerah FPI Banten), Heri hadir untuk meliput acara tersebut hingga akhir acara.

Begitu pula saat Front TV mendapatkan piagam penghargaan 212 Award sebagai media tercepat dalam mengabarkan dan meliput aksi umat Islam, Heri tidak bisa ikut hadir mengambil penghargaan tersebut, karena ia mendapat tugas meliput acara tabligh akbar untuk siaran live Front TV di tempat lain, walau sebenarnya saat itu Heri dalam keadaan kurang sehat namun ia tetap bersemangat meliput acara hingga selesai.

Hal senada juga dirasakan oleh tim Media HILMi-FPI. Meski belum mengenal dekat secara emosional, tim HILMI-FPI seringkali menyaksikan kegigihan beliau di lapangan saat meliput berbagai kegiatan di lingkungan Front Pembela Islam (FPI) atau aksi-aksi besar Islam, seperti Reuni Akbar 212 di Silang Monas, Jakarta, 2 Desember 2018 lalu.

Bahkan saat peliputan tak jarang beliau memaksakan diri, meski dirinya dalam kondisi kurang fit ataupun sakit. Sebagai sesama awak media, tentunya sudah pasti merasakan hal serupa bagaimana kinerja seorang pewarta.

Terlebih, beliau merupakan seorang Kameramen yang memiliki tanggung jawab besar untuk merekam momentum dan berbagai peristiwa yang bernilai informasi bahkan sejarah untuk disajikan kepada khalayak luas.

“Seperti di mata para sahabatnya, khususnya di lingkungan Front TV. Di mata saya, beliau adalah orang yang sederhana, punya dedikasi tinggi terhadap profesi dan tugas yang diembannya,” ungkap Rizal Gurouw, Ketua Divisi Media dan Publikasi HILMI-FPI.

Kini, dedikasi itu meninggalkan karya-karya visual bersejarah yang telah banyak dinikmati banyak pasang mata masyarakat luas. Beliau meninggalkan kesan baik, di hari yang baik Yaumul Jum’ah yang di sebut-sebut sebagai Sayyidul Ayyam.

“Selamat jalan Bang Heri,..Selamat jalan yaa Mujahid Rahimakumullah,..Tugas antum telah selesai, dan teladan yang antum tinggalkan akan menjadi pewangi perjalanan jihad kami selanjutnya,” ungkap Rizal.

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Berita / Akhir Masa Bakti Sang Mujahid Pewarta Video Front TV
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram