Ustadz Sugianto Kaimudin berserta rombongan saat melakukan trauma healing di hadapan anak-anak.

Lagu Aksi Bela Islam Menggema di Tenda Pengungsi

Hilal Merah Indonesia, Palu, Relawan HILMI-FPI terus bergeliat menyalurkan bantuan untuk para korban gempa tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) yang hingga kini masih berada di tenda-tenda pengungsian.

Sabtu pagi, 12 Januari 2019 kemarin, rombongan Laskar Pembela Islam (LPI) DPD FPI Sulteng di bawah pimpinan Ustadz Sugianto Kaimudin, menyambangi posko pengungsian yang berada di daerah STQ Tondo, Kelurahan Talise Palangguni, Kecamatan Mantikulore,  Kota Palu guna berbagi kebahagiaan dalam bentuk ratusan paket-paket sembako yang berisikan beras, mie instan, minyak goreng, gula, kopi serta lainnya.

Selain sembako, Relawan HILMI-FPI juga membagi-bagikan tas sekolah yang berjumlah 38 buah, 38 pasang sepatu sekolah, serta 38 buah Al-Quran, sarung, buku tulis, serta beberapa makanan ringan dan mainan kepada anak-anak korban gempa dan tsunami yang disertai likuifaksi itu.

Rombongan DPD FPI Sulteng, saat mendistribusikan bermacam bantuan.
Rombongan DPD FPI Sulteng, saat mendistribusikan bermacam bantuan.

Dengan bantuan yang sama, di tempat kedua Relawan HILMI-FPI juga berbagi kebahagiaan di posko pengungsian di daerah Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, Palu.

Rombongan DPD FPI Sulteng, saat mendistribusikan bermacam bantuan.

Disambut penuh kehangatan dan keceriaan, terutama anak-anak, para keluarga korban penuh semangat mengikuti agenda kegiatan yang diisi tausyiah serta trauma healing tersebut di dalam tenda.

Guna membakar suasana, Ketua DPD FPI Sulteng, Ustadz Sugianto Kaimudin mengajak anak-anak bermain berupa tantangan untuk melafalkan nasyid “Aksi Bela Islam” yang merupakan karya Imam Besar Habib Rizieq Syihab kepada satu-persatu anak-anak.

Berita sebelumnya:

HILMI-FPI Terus Berikan Bantuan untuk Gempa Sulteng
HILMI-FPI Gulirkan Bantuan ke Desa Taipa, Palu Barat


Energi semangat pun tercipta di dalam tenda-tenda sederhana berterpal seadanya. Tidak hanya anak-anak, para orang tua pun larut sambil mengepalkan tangan sesekali diselingi teriakan takbir menyanyikan lagu yang secara historis maupun filosofis mempunyai makna kebangkitan itu.

Dengan memberikan hadiah berupa mainan maupun makanan ringan pada setiap tantangan, Ustadz Sugianto Kaimudin berharap anak-anak harus lebih kuat, serta dapat meningkatkan iman dan takwa kepada Allah.

“Sebagai ajang silahturahmi, semoga dalam pertemuan ini, kita berharap kepada Allah Subhanahu wa ta’ala semoga diturunkan keberkahan. Dan yang terpenting bahwa ujian yang datang diperuntukan kita adalah untuk mendidik iman dan takwa kita kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.” Lanjut Ustadz Sugianto dalam pesan tausyiahnya di hadapan anak-anak dan para orangtua.

Di ujung tausyiahnya Ustadz Sugianto juga berharap dapat dipertemukan lagi dalam kegembiraan yang lebih gembira, yang diaminkan seluruh hadirin yang ada.

Di sisi lain, perwakilan tokoh masyarakat mengungkapkan rasa bangganya atas bantuan ini. Seraya mengucapkan ribuan terima kasih atas kehadiran Relawan HILMI-FPI di tengah-tengah mereka.

Seluruh rangkaian kegiatan di atas berkahir sekitar pukul 17.45 WITA. Dan rombongan keluarga besar DPD FPI Sulteng kembali menempuh perjalanan sekitar 3,5 jam untuk sampai ke Poso, tempat markaz mereka bernaung. (RG)

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Berita / Lagu Aksi Bela Islam Menggema di Tenda Pengungsi
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram