Ketua DPC HILMI-FPI, Cang Hasanudin menceritakan detik-detik tsunami menghantam Desa Sumber Jaya, Sumur, Pandeglang-Banten

Ini Kesaksian Korban Selamat Bencana Tsunami

Hilal Merah Indonesia, BANTEN – Pada kunjungan ke lokasi bencana tsunami di wilayah Sumur, Pandeglang Ketua Umum DPP HILMI-FPI, Habib Ali Al Hamid menemui Ketua DPC FPI Sumur, Cang Hasanudin beserta jajarannya untuk mengevaluasi dampak kerugian serta mencari tahu berapa korban jenazah yang telah berhasil ditemukan.

Ditemani Ketua DPW HILMI-FPI Cibaliung, Habib Ali mengungkapkan rasa prihatin atas musibah yang juga dialami oleh Cang Hasanudin serta berbela sungkawa atas hilangnya salah satu keluarga dari Bendahara DPC HILMI-FPI Sumur, H. Qoni.   

Kedua pengurus DPC FPI Sumur ini merupakan korban dari bencana tsunami yang meluluh-lantakkan Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang-Banten beberapa waktu lalu. Cang Hasan (panggilan akrabnya) berhasil menyelamatkan diri beberapa saat sebelum tsunami menerjang rumahnya.

Menurut Cang Hasan, waktu itu malam Ahad 29 Desember 2018 pukul 21:30 WIB, kami sedang berbincang-bincang dengan keluarga. Kebetulan istri dan anak-anak juga sedang keluar semua. Tak lama berselang terdengar suara gemuruh dari kejauhan.

“Adik saya bilang, Itu suara apa? mungkin yang mengantar ikan. Waktu itu terang bulan pas ombak datang menghantam Pulau Owar, dan lama kelamaan tak terlihat. Adik saya kemudian teriak Cang ombak.. ada tsunami. Saya langsung reflek ambil cucu, kemudian lari ke dalam Masjid Al Makmur dan berlindung di atas Kubah Masjid,” kisah Cang Hasan.

Semuanya berhamburan keluar melarikan diri, ada yang ke atas bukit. Sementara Cang Hasan dan keluarganya lari sekuat tenaga dan masuk ke dalam kubah Masjid. “Alhamdulillah, tsunami tidak menyentuh lantai Masjid dan Allah SWT masih melindungi kami. Saya bersyukur keluarga bisa selamat semua,” seru dia.

Cang Hasan mengatakan bahwa tinggi gelombang laut saat itu lebih dari 5 meter. Ada salah seorang tetangga yang mendegar teriakan dan kebetulan ikut lari ke Masjid. “Hanya saja beberapa orang yang masih berada di pasar malam itu yang tidak sadar. Korban jenazah kebanyakan berasal dari pasar malam itu,” tandasnya.

Kemudian, pada pukul 01:30 WIB dini hari, air laut lambat laun mulai surut dan Cang Hasan mencoba melihat rumahnya yang sudah hancur terhempas gelombang. “Semuanya hancur, hanya tersisa lantainya saja,” ucapnya.

Sementara itu, hal yang sama juga dirasakan oleh Haji Qoni selaku Bendahara DPC FPI Sumur. “Beliau rumahnya juga habis, rata dengan tanah. Bahkan, kakaknya sampai sekarang belum ditemukan. Apa masih hidup atau tidak?,” tandas Cang Hasan.

Dengan rasa haru, Cang Hasan juga mengungkapkan bela sungkawa kepada keluarga H. Qoni dan berharap agar Kakaknya dapat ditemukan oleh para Laskar FPI. “Jikalau memang dia sudah tidak ada, saya doakan semoga almarhumah khusnul khatimah,” kata Cang Hasan.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum (Ketum) DPP HILMI-FPI, Habib Ali Al Hamid, berencana untuk membantu mendirikan kembali rumah mereka, khususnya bagi rumah Cang Hasan dan H. Qoni.

“Mohon doanya, Insya Allah DPP HILMI-FPI akan membantu beliau dalam pembangunan rumahnya, karena beliau termasuk orang yang luar biasa disini. Keanggotaan FPI di Desa Sumber Jaya, sudah hampir 80 anggota. Insya Allah akan berjalan dengan lancar di bawah kepemimpinan Ketua DPW HILMI-FPI Cibaliung,” ungkap bib Ali.

Habib Ali juga menyatakan, di Kecamatan Sumur ini korban cukup banyak. Tercatat ada 42 jenazah, sementara yang belum ditemukan ada 2 orang. “Salah satunya adalah Kakak dari Bendahara DPC FPI Sumur, H. Qoni. Mohon Doanya, semoga jenazah almarhumah cepat ditemukan,” harap beliau.

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Bencana / Ini Kesaksian Korban Selamat Bencana Tsunami
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram