Rumah yang berlokasi di jalan Raya Jiput Caringin, Kecamatan Labuan, Pandeglang-Banten ini menjadi Posko 1 untuk menampung serta mendistribusikan berbagai bantuan korban tsunami

Abah Hasbullah : Biar Barokah Dikunjungi Ulama

Hilal Merah Indonesia, BANTEN – Mantan Kepala Desa Caringin, abah Enggoh Hasbullah bersedia kediamannya digunakan sebagai sarana penampungan logistik untuk memudahkan para relawan HILMI-FPI dalam membantu para korban tsunami di wilayah Anyer dan Carita, Labuan-Banten.

Pasca tsunami yang menerjang Selat Sunda belum lama ini, abah Hasbullah (panggilan akrabnya), rela jika rumahnya juga dipakai sebagai Posko Relawan HILMI-FPI untuk menampung serta mendistribusikan berbagai bantuan kepada para pengungsi serta para korban tsunami.  

Rumah yang berlokasi di jalan Raya Jiput Caringin, Kecamatan Labuan, Pandeglang-Banten ini menjadi Posko 1. Tujuannya sudah tentu untuk memudahkan jangkauan pendistribusian bantuan ke wilayah terdampak tsunami d sekitar Anyer, Carita dan Labuan-Banten.

Abah Hasbullah menceritakan, setelah terjadinya tsunami, Imam FPI Banten, Abuya Qurthubi menawarkan kepada abah agar rumah ini dijadikan Posko relawan. “Lalu saya pun langsung mempersilakan dengan keridhoan hati. Saya ikhlas rumah saya dijadikan Posko Relawan,” jelas Abah, saat ditemui di kediamannya sore tadi, Rabu (2/1/19).

Abah pun tidak merasa keberatan apalagi dirugikan jikalau rumahnya juga dijadikan sebuah penampungan para relawan FPI. “Kalau orang lain mah rela bertaruh nyawa dalam membantu korban tsunami (seraya menunjuk kepada para relawan), kalau saya mah baru sebatas rumah,” kata abah.

Mungkin, kata abah, kalau HILMI-FPI gak buka Posko disini, abah belum tentu kedatangan para Habaib dan para ulama. “Bayangkan, jikalau saja saya mengundang ulama satu provinsi pasti gak bakal mampu. Tapi Alhamdulillah, dengan adanya Posko ini Insya Allah rumah saya tambah barokah berkat kehadiran para ulama se-Indonesia,” lanjut abah.

Pria sepuh yang memiliki enam orang anak lelaki ini juga mengatakan, bahwa dirinya sempat menjabat selaku Kepala Desa di wilayah ini. “Saya jadi Kepala Desa sudah lama, mungkin boleh dibilang 30 tahun. Sejak tahun 1976, saya mulai dilantik menjadi Kepala Desa dan di tahun 2009 saya telah mengundurkan lantaran sudah cukup bakti saya kepada pemerintah,” ungkap abah Hasbullah.

Kalau dahulu, kata abah, pergantian Kepala Desa itu 10 tahun sekali. Jadi, beliau hanya menjabat tiga kali berturut-turut dan kesemuanya selalu unggul. “Saya rasa sudah cukup memikirkan kehidupan masyarakat, kini saya ingin fokus untuk beribadah,” ucap abah.

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Berita / Abah Hasbullah : Biar Barokah Dikunjungi Ulama
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram