Ilustrasi foto : Sebuah mata air pegunungan yang mengalir

Warga Bayan Butuh Pipa Untuk Salurkan Air ke Pemukiman

Hilal Merah Indonesia, NUSA TENGGARA BARAT – Kendala krisis air bersih kini masih dialami oleh beberapa warga di 3 dusun yang letaknya masuk wilayah desa Bayan dan Desa Loloan, Kecamatan Bayan.

Di Desa Loloan dan Desa Bayan terdapat 6 dusun yang selalu menjadi langganan krisis air bersih. Enam Dusun tersebut diantaranya; Dusun Sembulan, Dusun Montong Baru, Dusun Batu Jompang yang berada di Desa Bayan. Kemudian Dusun Telaga Segoar, Dusun Montong Kemuning, Dusun Tanak Lilin yang berada di Desa Loloan.

Ketua DPD HILMI-FPI NTB, Ustadz Haikal Bages mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh dari Desa, tercatat bahwa keenam Dusun tersebut terdapat 2.263 jiwa yang bermukim.

“Kondisi di lapangan sampai saat ini, mereka belum bisa menikmati air bersih. Lantaran pipa disana pecah tertimpa reruntuhan akibat longsor saat musibah gempa bumi lalu dan mata airnya pun tertutup sehingga harus mencari mata air yang baru,” jelas Haikal, di NTB, Jumat (28/12/2018).

Sebelum gempa, kata Haikal, masyarakat yang tinggal di 6 dusun ini mengambil air dari sumber mata air Barisan Nangka Torean, Desa Loloan yang jaraknya sekitar 6 km dari pemukiman warga. Namun lantaran tertutupnya mata air tersebut, akhirnya masyarakat mencari mata air baru dan mereka pun pindah mata air ke Bangket Bayan Desa Bayan.

“Awalnya mereka (warga) berinisiatif untuk menggunakan pipa lama dengan cara menggali dan membongkarnya, namun dikarenakan kondisi fisik pipa yang sudah lama dan hampir sebagian besar pipa tersebut hancur sehingga tidak bisa terpakai lagi, maka hal itu tidak dilakukan,” papar Haikal.

Mendapatkan laporan tersebut dari masyarakat, Ketua DPD HILMI-FPI bersama Pengurus HILMI-FPI NTB, Hasan Basri didampingi aparatur dusun dan desa setempat langsung melakukan pengecekan ke sumber mata air yang dimaksud. Alhamdulillah, posisinya bagus dan debit airnya juga besar.

“Selain itu, warga juga sudah punya dana talangan atau modal awal pipa sepanjang 2 km, yang mereka dapatkan dari beberapa donatur lokal atau dana yang dikumpulkan secara swadaya,” tandasnya. Namun, lanjutnya, lantaran jaraknya sangat jauh, sehingga air hanya bisa sampai setengah jalan saja.

Jarak antara mata air yang baru ke pemukiman warga tidak kurang dari 5,5 km. Awalnya HILMI-FPI hanya membantu menyumbang pipa sebanyak 350 batang berukuran 3 inchi saja, dengan harapan bisa menggunakan pipa lama atau pipa bekas sebagai penyambung kepemukiman warga. Namun lagi-lagi kondisi pipa yang tidak memungkinkan.

“Harapan kami, semoga segera bisa dibantu karna kita khawatir dengan maraknya misi kemanusiaan yang punya misi terselubung. Mudah-mudahan para donatur bisa membantu kami untuk segera merealisasikan kebutuhan pipa untuk masyarakat di dusun dan desa tempat ini, sekali lagi kita bertarung dengan waktu disini,” pungkas Haikal.

Menanggapi hal demikian, DPP HILMI-FPI langsung menyalurkan donasi untuk keperluan sarana air bersih di 6 dusun di Desa Bayan, Kec. Bayan-Lombok Utara, NTB. Total dana yang masuk untuk program air bersih yaitu berjumlah total Rp. 145. 033. 630,-.

“Pada tanggal 16-17 Agustus 2018 lalu, dana transfer masuk melalui rekening Habib Hadi bin Agil, sebesar Rp. 60 juta, untuk program air bersih dan pembelian pipa daerah Akar-Akar dan Mumbul Sari. Kemudian pada tanggal 29 Oktober 2018, dana transfer kedua masuk ke rekening Habib Hadi sebesar Rp. 35,5 juta, untuk program air bersih di Desa Senaru, Bayan. Lalu pada tanggal 26 November 2018, kami kirimkan lagi dana sebesar Rp. 49.533.630,- , untuk program air bersih di Desa Biluk Pitung dan Loloan,” beber Habib Ali, Ketua Umum DPP HILMI-FPI.

Artikel Lainnya :

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Warga Bayan Butuh Pipa Untuk Salurkan Air ke Pemukiman
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram