tim relawan HILMI-FPI Banten sedang mencari jenazah-jenazah yang tewas diantara tumpukan material dan reruntuhan bangunan

Relawan HILMI-FPI Banten Pantang Surut Evakuasi Korban

Hilal Merah Indonesia, BANTEN – Dampak gelombang pasang yang kini sudah dianggap menjadi bencana tsunami, telah meluluh-lantakan ratusan bangunan dan korban jiwa di sepanjang pesisir pantai Selat Sunda, khususya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan, Serang-Banten dan masih terus bertambah di beberapa pesisir lainnya.

Dugaan sementara, gelombang air laut yang menghantam pesisir tersebut lantaran adanya longsor di bawah laut akibat erupsi Anak Gunung Krakatau. Selain itu juga, bencana tsunami itu diperkirakan adanya fenomena bulan purnama yang terjadi pada Sabtu malam (22/12/2018).

Hingga sore ini, Minggu (23/12/2018), data yang terhimpun sementara yang didapat oleh DPD HILMI-FPI Banten, jumlah korban tewas tercatat 109 orang, 585 orang luka-luka dan 28 orang masih belum diketahui keberadaannya.

Kerugian material sementara yang terhimpun diantaranya 430 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat dan puluhan rusak.

Jumlah pengungsi masih dalam pendataan. Di Kabupaten Pandeglang tercatat 33 orang meninggal dunia, 491 orang luka-luka, 400 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, dan 10 kapal rusak berat.

DPD FPI Banten bersama para relawan sudah berada di lokasi sejak dini hari tadi. Saat ini mereka tengah mengevakuasi beberapa jenazah korban tewas baik yang berada di reruntuhan maupun yang mengambang di pesisir pantai.

“Daerah yang terdampak adalah permukiman dan kawasan wisata di sepanjang Pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita. Saat kejadian banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang,” ujar KH. M. Fahrurrozi, Ketua DPD FPI Banten.

Kemudian, di Lampung Selatan korban tewas tercatat 7 orang, 89 orang luka-luka dan 30 unit rumah rusak berat. Pendataan masih dilakukan. Kemungkinan data korban dan kerusakan akan terus bertambah.

Hingga kini, penanganan darurat terus dilalukan. Status tanggap darurat, pendirian posko, dapur umum dan lainnya masih disiapkan. “Masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai saat ini. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan kajian untuk memastikan penyebab tsunami dan kemungkinan susulannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Imam FPI Banten, KH. Buya Qurthubi bersama Ketua DPD FPI Banten, KH. M. Fakhrurrozi terjun langsung untuk membuka Posko Induk bantuan bencana alam tsunami di sepanjang Pantai Anyer, Serang-Carita, Kabupaten Pandeglang hingga Ujung Kulon, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang-Banten.

“Posko induk FPI Banten untuk wilayah Anyer, Carita, Labuan dan sekitarnya berada di halaman Masjid Al Hidayah, di Kp. PicungBera, Desa Banyu Biru, Kecamatan Labuan, Pandeglang-Banten,” jelas Buya Qurthubi.

Kemudian untuk Posko-posko cabang, lanjutnya, nanti akan dibentuk oleh tim lapangan yang dipimpin oleh HILMI-FPI Banten, dibantu DPW FPI Pandeglang hingga DPC dan DPRa-FPI Pandeglang, MADAR LPI Banten dan semua sayap juang FPI Banten.

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Bakti Sosial / Relawan HILMI-FPI Banten Pantang Surut Evakuasi Korban
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram