Sebuah mobil terguling akibat hempasan gelombang air laut yang menghempas daratan pesisir di Provinsi Banten

14 Orang Dinyatakan Tewas, 150 Lainnya Luka-Luka

Hilal Merah Indonesia, BANTEN – Air laut yang tumpah ke daratan terjadi pada Sabtu malam (21/12/2018), pukul : 21:30 WIB, berdampak pada kerusakan materil di sejumlah lokasi pesisir bahkan bencana tersebut telah merenggut ratusan korban jiwa.

Ketua FPI Banten, Kyai Fahru Rozi mengatakan tercatat, setidaknya sebanyak 14 orang diketahui tewas dan 150 orang mengalami luka-luka akibat terjangan gelombang pasang yang melanda di tiga Kecamatan di wilayah Provinsi Banten.

“Informasi sementara, korban yang tewas di Kecamatan Carita tercatat sebanyak 6 orang, sementara yang luka-luka sebanyak 50 orang. Kemudian 15 rumah diketahui rusak berat, 8 hotel juga mengalami hal yang sama,” terang Kyai Fahru, melalui pesan singkatnya, Minggu (23/12/2018), dini hari tadi.

Di Kecamatan Panimbang, lanjutnya, 4 orang dinyatakan tewas dan 40 orang lainnya mengalami luka-luka. Kemudian sebanyak 15 rumah mengalami rusak berat dan sebuah hotel.

“Lalu korban yang berada di Kecamatan Sumur, terdapat 4 orang tewas dan 60 orang lainnya mengalami luka-luka. Untuk kerusakan rumah tercatat 13 rumah rusak berat. Sementara kendaraan di 3 kecamatan tersebut telah menghancurkan 10 unit mobil dan 38 unit motor,” paparnya.

Bahkan, kata Kyai Fahru, ada sebuah kapal yang terbawa hingga ke daratan. Diperkirakan inilah yang telah menghancurkan beberapa bangunan yang berda di pesisir pantai di wilayah tersebut.

“Semuanya hancur, rata dengan tanah akibat derasnya gelombang pasang yang menghatam wilayah itu. Sementara, akses jalan menuju Sumur di daerah Citeureup tertutup tumpukan sampah material,” pungkasnya.

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Bencana / 14 Orang Dinyatakan Tewas, 150 Lainnya Luka-Luka
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram