Fadya, balita penderita Leukimia ini hanya bisa berbaring lemas di atas dipan Rumah Sakit

HILMI-FPI Garut Bantu Donasi Keluarga Fadya

Hilal Merah Indonesia, GARUT – Tak tega rasanya jikalau melihat penderitaan yang dialami oleh balita cantik ini. Di usianya yang kini baru menginjak 4 tahun, Fadya, balita mungil asal Garut ini telah divonis kanker darah alias Leukimia Lympoblastic stadium 3 sejak bulan Maret 2018 lalu.

Kini, Fadya hanya bisa berbaring lunglai di atas sebuah dipan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Tubuhnya kerap mengalami demam tinggi, wajahnya pucat. Dari lubang hidungnya sering mengeluarkan darah, Fadya pun sering mengeluhkan sakit di kepalanya.

Belum lagi nafasnya yang tersengal-sengal, lantaran perutnya kini sudah mengalami pembengkakan. Tak terbayang lagi, bagaimana perihnya yang dirasakan anak sekecil ini. Suara parau yang keluar dari mulut mungilnya, adalah teriakan sakit…sakittt..

Geo Lestari, salah seorang relawan dari HILMI-FPI Garut mengabarkan bahwa Fadya sudah telat kemoterapi satu bulan, lantaran orangtuanya kekurangan dana untuk mengantarnya bolak-balik check up ke RSHS Bandung.

Ayahnya hanya seorang tukang ojek yang mengandalkan penghasilannya dari pangkalan ojek. Untuk menghidupi 4 orang anak tercintanya sudah pasti tak cukup, apalagi dengan kondisi Fadya yang saat ini sangat membutuhkan biaya transportasi dan akomodasi untuk kemoterapi setiap minggunya.

“Karena selama ini, kemoterapi ke Bandung mesti naik angkutan umum. Tapi, syukur Alhamdulillah. Berkat kemurahan Allah SWT, BPJS Fadya kini sudah aktif kembali,” kata Geo. Bisa dibayangkan, balita dengan kondisi selemah itu mesti bolak-balik Rumah Sakit.

Perjalanan yang cukup melelahkan itu tentu bisa membuat ia semakin drop, karena Leukimia sangat rentan sekali terhadap kondisi lingkungan disekitarnya. “Ia mudah terinfeksi penyakit lainnya dan itu bisa berakibat fatal bagi sistem imun dalam tubuhnya. Maka dari itu, Fadya harus di kemoterapi ulang,” tegasnya.

Namun, karena Fadya kondisinya drop akhirnya ia dilarikan ke RS Slamet, Garut untuk memulihkan dulu kondisi fisiknya terlebih dahulu. “Setelah pulih, Fadya akan kembali di kemoterapi kembali di Bandung.  

“Donasi yang diberikan oleh HILMI-FPI Garut di Minggu pertama adalah membayar biaya di RS Umum Garut, sebesar Rp. 500,000 selama 3 hari. Kemudian biaya untuk keluarganya sebanyak 3 orang sebesar Rp. 200,000 selama 3 hari,” beber Geo.

Sementara untuk biaya sewa Ambulance Desa untuk mengantar Fadya dari Garut – Bandung, ditambah Perawat + Oxigen sebesar Rp. 400.000,-, Bensin sebesar Rp. 200.000, dan Supir sebesar Rp. 200.000,-.

“Di Minggu kedua, donasi yang disumbangkan oleh HILMI-FPI Garut, untuk biaya total untuk keluarga Fadya di rumah sebesar Rp. 900.000,-. Itu semua merupakan hasil penggalangan dana dari para relawan HILMI-FPI Garut,” terang Geo.

Geo juga berharap adanya uluran tangan para dermawan yang peduli akan nasib keluarga serta kondisi penyakit yang diderita oleh Fadya.

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Pengobatan Gratis dan Bantuan Medis / HILMI-FPI Garut Bantu Donasi Keluarga Fadya
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram