Ketua Umum DPP HILMI-FPI menghadiri acara Tahlil di malam ke-7 di kediaman almarhum Niko Idris, seorang Mujahid 212

DPP HILMI-FPI Hadiri Acara Tahlil dan Hibur Keluarga Almarhum

Hilal Merah Indonesia, JAKARTA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hilal Merah Indonesia, Habib Ali Husein Al Hamid kembali hadir ke kediaman almarhum Muhammad Idris (53), salah seorang Mujahid yang wafat usai menghadiri Reuni Akbar 212 pada 2 Desember 2018 lalu.

Kedatangan beliau kala itu, untuk memperingati malam ke-7 yang diisi dengan pengajian tahlil di kediaman keluarga almarhum di Jalan Tanah Rendah, RT 11/008, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, malam Ahad lalu 8 Desember 2018. Sebelumnya, Habib Ali Husein Al Hamid juga menyempatkan hadir untuk bertakziah, men-sholatkan serta mengantarkan ke pemakaman.

Menurut cerita pihak keluarganya, ia wafat dalam usia 53 tahun usai menghadiri kegiatan Reuni 212 di kawasan Monas, Minggu siang, sekitar pukul 11.10 WIB. Almarhum meninggalkan satu orang istri, satu orang anak perempuan dan satu orang anak lelaki.

Sementara itu, Erin, anak perempuan almarhum, mengatakan bahwa pihak keluarga tidak ada firasat apa pun akan kepergian almarhum. “Sebab sewaktu berangkat menuju Monas sekitar pukul 08.00 WIB, ayah saya dalam kondisi sehat dan segar-bugar,” kata Erin.

Sosok almarhum, menurut keluarga merupakan pribadi yang baik, sopan serta aktif di segala kegiatan lingkungan. Almarhum juga merupakan jamaah yang masjid yang selalu aktif di berbagai kegiatan pengajian. Bahkan, sebelum Allah SWT menjemput beliau malamnya almarhum sehabis mengikuti Maulid Nabi.

Hal senada juga dijelaskan oleh salah seorang keponakan almarhum, bu Dian. Menurutnya, pamannya itu memiliki riwayat penyakit jantung, sudah 10 tahun. Padahal, malamnya beliau habis mengikuti kegiatan Maulid Nabi di Masjid. Keesokan harinya, beliau bangun langsung pergi ke acara Reuni Akbar 212.

“Karena, teman-temannya sudah pada jalan, beliau akhirnya naik motor sendirian. Mungkin sudah taqdir Allah SWT, beliau akhirnya wafat disana. Saya percaya, Allah SWT telah memilih beliau jadi Mujahid. Sebab ketika hidupnya, beliau juga orangnya tanpa pamrih, sering jadi muadzin di Masjid sehingga beliau ketika meninggal itu dimudahkan oleh Allah SWT,” papar bu Dian, salah seorang keponakan almarhum.

Sepeninggal almarhum Idris, sontak membuat netizen serta seluruh Mujahid dan Mujahidah 212 kala itu berduka, sehingga mengundang reaksi dari berbagai kalangan pejabat serta orang nomor satu di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Menurut Dian, begitu mendengar kabar wafatnya paman saya, pak Anies Baswedan langsung hadir untuk bertakziah. “Saat takziyah, Pak Gubernur menyampaikan belasungkawa kepada almarhum. Beliau berdoa semoga almarhum meninggal dalam keadaan khusnul khatimah,” ujar bu Dian.

Selain itu juga, lanjutnya, utusan dari Pak Prabowo lalu Ustadz Bachtiar Nasir dan masih banyak lagi para ulama lain yang bertakziah kesini, serta beberapa anggota dari Front Pembela Islam juga turut hadir dan mengantarkan jenazah beliau ke pemakaman.

“Oleh karenanya, kami sekeluarga mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu untuk memudahkan perjalanan almarhum, mulai dari pemakaman hingga sekarang. Kami tak bisa menyebutkan satu-persatu, namun semoga Allah SWT membalas semuanya,” tuntasnya.

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Berita / DPP HILMI-FPI Hadiri Acara Tahlil dan Hibur Keluarga Almarhum
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram