Tim Medis Hilal Merah Indonesia (HILMI) bersama Ketua Pelaksana Siaga Bencana, Habib Hamid Al Jufry, dan Bendahara DPP HILMI-FPI, Ustadz Yoga Ahmad di sela-sela Reuni Akbar 212

Warna-Warni Aksi Mengundang Reaksi dan Simpati

Hilal Merah Indonesia, DKI JAKARTA – Jutaan umat muslim dari seluruh pelosok di Indonesia merasa terpanggil untuk kembali ‘memutihkan’ kota Jakarta dengan menghadiri hajatan Akbar Reuni 212 yang berlangsung di Kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Ahad 2 Desember 2018 kemarin.

Tak ayal lagi, bahwa pertemuan bersejarah ini ternyata sanggup mengundang simpati dari berbagai kalangan masyarakat dunia. Betapa tidak, hadirnya jutaan massa yang memadati kawasan tersebut telah membuat akses jalan di wilayah Jakarta Pusat jadi makin tersendat.

Meski harus berdesak-desakan, para peserta yang datang dari berbagai kota berjalan dengan tertib dan damai. Mereka (para peserta) sanggup mematuhi segala peraturan yang sudah menjadi ketetapan wilayah, seperti menjaga kebersihan lingkungan serta menjaga perpecahan antar umat beragama.

Hal inilah yang kemudian menjadi sorotan dunia bahwa umat islam hadir membawa misi perdamaian, menjalin ukhuwah islamiyah dan mampu menjaga solidaritas serta kerukunan antar umat beragama.

Lantas, atas dasar apa hingga mereka rela berjalan kaki dari kota Ciamis, dari Banten, dari Bogor, atau dari berbagai kota lainnya untuk menuju Jakarta? Siapa juga yang mampu memberikan rezeki kepada mereka, sehingga meski aral menghadang mereka sanggup mencharter pesawat untuk bisa menuju kota Jakarta.

Siapakah pula yang sanggup meluluhkan hati dan fikiran mereka, hingga mereka ikhlas untuk membersihkan sampah serta sisa kotoran yang mewarnai jalanan Ibukota? Siapa juga yang membuat mereka rela berkorban menahan letih, lapar dan dahaga hingga banyak diantara mereka yang tak sadarkan diri bahkan adapula yang mati syahid saat usai menghadiri Reuni Akbar 212?

Atas dasar inilah yang kemudian menjadi pokok pembahasan terutama oleh Tim Medis Hilal Merah Indonesia (HILMI) yang turut berpartisipasi dalam gelaran ‘REUNI AKBAR 212’. Beberapa dokter dari Tim Medis HILMI-FPI disibukkan oleh keluar-masuknya peserta baik dari Mujahid dan Mujahidah yang tak sadarkan diri.

Sebagian besar dari para peserta datang berkunjung untuk memeriksakan kesehatan, namun adapula sebagian lainnya baik dari Laskar Mujahid dan Mujahidah yang pingsan, demikian seperti disebut Dr. Budi Haryanto, salah seorang relawan dari tim Medis HILMI-FPI.

“Reuni Akbar 212 ini memang momentum yang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya oleh umat muslim dari seluruh Indonesia. Namun, dibalik itu semua mereka tak lagi memperdulikan kesehatan. Berjihad itu penting, setiap akan melakukan tugas jihad yang terpenting adalah asupan makanan. Begadang boleh, tapi perbanyak protein seperti susu dan telur,” ungkap Budi.

Menurut sang Dokter, banyaknya Laskar dan Mujahidah yang pingsan itu disebabkan karena asupan energi mereka kurang. “Kemungkinan saat mereka bertugas jaga ataupun apel mereka lupa sarapan,” tandasnya.

Dokter Budi berpesan agar setiap akan menggelar aksi ataupun berjihad dahulukan sarapan. “Karena itu sangat penting. Selain itu kita juga tahu kondisi iklim di Jakarta, ketika cuaca panas menyengat usahakan memperbanyak asupan air mineral, agar tidak dehidrasi,” tegasnya.

Setidaknya beberapa tips tadi dapat menjadi catatan bahwa kejadian tak sadarkan diri yang kerap menimpa para Laskar dan Mujahidah lantaran kurang mendapat asupan energi karbihidrat dan mineral.

“Penanganannya paling kita hanya memberikan dehidrasi atau cairan untuk pasien kemudian memberikan rangsangan supaya mereka sadar. Lalu kita pancing dengan konsumsi makanan, biasanya sih penyebab utamanya sih mereka kurang asupan karbohidrat ataupun protein. Sementara Oksigen yang kami berikan kepada si pasien mampu membebaskan jalan nafas, supaya sirkulasi dari sel-sel masuk semua,” pungkasnya.

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Aksi Kemanusiaan / Warna-Warni Aksi Mengundang Reaksi dan Simpati
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram