Pondok sarana belajar-mengajar TPQ Al-Fatih yang juga menjadi tempat bernaung anak-anak yatim-piatu di dusun Cupek-desa Segar Penjalin, Kec. Tanjung-Lombok Utara, sudah bisa dipergunakan

Perjuangan Relawan HILMI-FPI Jadi Inspirasi Para Santri

Hilal Merah Indonesia, NTB – Proses pembangunan Sarana Ibadah, Sarana Dakwah serta tempat bernaung dan berteduh para santri yang luluh-lantak akibat guncangan gempabumi yang melanda beberapa bulan lalu, kini sudah bisa digunakan dan dinikmati.

Sebagaimana diketahui bahwa di lokasi ini, dusun Cupek-desa Segar Penjalin, Kec. Tanjung-Lombok Utara, terdapat 70 orang santriwan dan santriwati yang beberapa diantaranya terdapat anak yatim-piatu yang berhak menerima bantuan dari HILMI-FPI.

Pemugaran yang dilakukan oleh para relawan HILMI-FPI asal Sumatera Utara, Pekan Baru-Riau, Wonosobo-Jawa Tengah serta HILMI-FPI NTB yang berada di lokasi tersebut, berhasil dikebut sehingga dalam kurun waktu tiga minggu saja, beberapa bangunan yang menjadi target prioritas HILMI-FPI telah rampung.

Sesuai dengan komitmen yang diberikan oleh HILMI-FPI, yaitu pemugaran sarana ibadah Musholla Al Fatih, pembangunan Pondok Sarana belajar-mengajar TPQ Al-Fatih serta pembuatan MCK sudah mencapai titik finish, demikian seperti disebut Habib Hadi, selaku Kepala Posko Relawan HILMI-FPI NTB.

“Alhamdulillah, semua bangunan yang menjadi target kami khususnya di Desa Segar Penjalin ini telah selesai. Kini puluhan santri sudah tak lagi belajar dan mengaji di bawah terpal. Mereka semua sudah bisa menggunakan Musholla serta Pondok ini sebagai sarana dakwah mereka,” ungkap pria yang juga menjabat di Lembaga Dakwah Front (LDF-FPI) ini, saat dikonfirmasi media HILMI-FPI, Sabtu (10/11/2018) kemarin.

Hal senada juga disampaikan, Ustadz Saofi Fahmi selaku pimpinan Tempat Pendidikan Al-Quran (TPQ) Al-Fatih. Dia juga mengungkapan rasa syukurnya atas kepedulian serta partisipasi yang diberikan HILMI-FPI selama ini.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan beribu terimakasih atas sumbangsih yang diberikan HILMI-FPI. Kini Musholla dan Pondok TPQ A-Fatih sudah bisa digunakan untuk beribadah bukan saja untuk para santri tapi juga sarana ibadah untuk umum, karena posisinya tepat berada di pinggir jalan,” terangnya.

Ustadz Saofi juga mengatakan semoga HILMI-FPI tetap istiqomah dalam menjalankan amanahnya dan terus berjuang demi membela agama Allah SWT. Kemudian melalui penyaluran bantuan ini, sang ustadz ini mendo’akan semoga selalu diberi kemudahan serta rezeki yang berlimpah dari Allah SWT.

“Dengan penuh keikhlasan, mereka semua (para relawan HILMI-FPI) telah menolong kepada sesama dan bukan saja hanya disini, tapi di berbagai pelosok desa dan pedalamanpun mereka telusuri untuk memberikan bala bantuan kepada saudara-saudaranya yang lain, sehingga Alhamdulillah kita semua disini bisa menerima bantuannya,” tandasnya.

Kenyamanan serta kebahagiaan turut pula dirasakan oleh para santri yang ikut terjun membantu proses pemugaran tersebut. Selepas pulang sekolah, mereka (para santri) langsung terjun untuk membantu para relawan HILMI-FPI, sehingga seluruh bangunan yang dikerjakan cepat terselesaikan.

Sebagian santri ada yang membantu mengaduk pasir untuk pengerjaan lantai Musholla yang berukuran 7×8 meter, sebagian lainnya ada pula yang membantu pembuatan 3 ruang MCK dan sanitasi air.

Kemudian adapula yang membantu relawan dalam pemugaran pondok santri berukuran 6×8 meter, sementara para santriwati turut menyediakan makanan dan minuman untuk semua relawan, sungguh suatu kerjasama yang patut diteladani.

Kepuasan inipun terucap melalui tutur polos salah seorang santri ustad Saofi yakni Gema Juliawan. Gema berujar bahwa keberadaan HILMI-FPI selama ini telah membuatnya kian terpacu untuk selalu belajar mendalami perjuangan HILMI-FPI selama ini.

Senada dengan Gema, Parmadi salah seorang murid ustadz Saofi yang baru belajar selama 2 bulan ini mengaku, sikap toleransi serta sopan santun para relawan HILMI-FPI menjadi tauladan mereka di kehidupan sehari-hari.

“Alhamdulillah, berkat rahmat Allah SWT kami bersyukur. Semua relawan HILMI-FPI sangat mulia dan santun, mereka semua telah berhasil mendirikan rumah ibadah untuk kami mengaji. Semoga mereka selalu istiqomah dalam menjalankan kewajiban Allah SWT untuk membantu sesama muslim,” ungkap Parmadi.

Begitupun hal yang dirasakan Dina, salah seorang santriwati yang merasa senang lantaran kini sudah ada bangunan buat pengajian. Menurutnya, ini baru pertamakali tempat belajar mengaji mereka dibuatkan MCK. Dina bersama santriwati lainnya kini bisa ngaji dengan nyaman.

“Sejak terjadi gempa, kita belajar pake terpal. Dulu kalau terjadi hujan, ngajinya sambil basah-basahan, sekarang sudah enggak lagi, terimakasih para relawan HILMI-FPI keberadaanmu sangat berarti buat kami,” kata Dina.

Artikel Lainnya :

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Bedah Rumah / Perjuangan Relawan HILMI-FPI Jadi Inspirasi Para Santri
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram