Ketua Pelaksana Siaga Bencana, DPP HILMI-FPI, Habib Hamid Al Jufry sedang menikmati mata air yang keluar di dusun Nangkarempek

Ratusan Warga Terjun Serempak Bantu Sambung Pipa

Perburuan sumber kehidupan di desa Akar-Akar serta Dusun Bilok Petung sudah berhasil ditangani oleh tim Relawan HILMI-FPI secara kondusif. Kedua warga dusun itupun sudah bisa menikmati air yang mengalir ke berbagai pemukiman mereka.

Kali ini, tim Relawan HILMI FPI kembali menggelontorkan sebanyak 320 batang pipa berukuran 3 inchi untuk disumbangkan kepada warga dusun Nangkarempek, Desa Tutul, Desa Bual, serta Teras Genit yang mengalami kekurangan air bersih untuk dikonsumsi oleh warga setempat.

Sementara pipa yang menyalurkan air ke dusun mereka sebelumnya telah rusak serta jalur/trek untuk menuju sumber mata air sangat sulit dilalui oleh warga. Dusun yang diapit oleh bukit Lekong Seleot ini diakui warga tak bisa ditaklukan untuk mengatasi kerusakan pipa tersebut.

“Pipa yang tersalur ke dusun kami sebelumnya telah rusak, akibat guncangan gempa yang lalu. Lagi pula, kami tidak bisa memperbaiki pipa-pipa yang sudah ada. Karena jalur menuju sumber mata air Loko Beriri banyak tebing dan tanahnya longsor,” ungkap Gilang, salah seorang warga Nangkarempek, saat ditemui Media HILMI-FPI, Selasa (30/10/2018).

Oleh karenanya, lanjut Gilang, warga berinisiatif untuk mengambil mata air di lembah Lekong Seleot. Jalur menuju sumber kehidupan tersebut tak se-ekstrim 2 dusun sebelumnya. Tebing dan jurang yang ditempuh masih terdapat hutan lebat, sehingga mudah bagi warga untuk bisa menaklukannya.

Apalagi, ratusan warga dari 3 dusun tersebut terjun bersama untuk menyambung pipa-pipa yang disumbangkan oleh HILMI-FPI. “Semua warga disini kompak, karena mereka semua membutuhkan air. Oleh sebab itu tanpa basa-basi lagi mereka langsung untuk terjun serempak,” kata Gilang.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Siaga Bencana dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HILMI-FPI, Habib Hamid Al Jufry bersama para relawan melakukan investigasi sembari melihat keberadaan sumber mata air yang telah didapatkan oleh warga. 

“Alhamdulillah, berkat solidaritas warga yang terjun bersama bahu-membahu untuk membantu mendapatkan mata air. Kini mereka bisa menikmati sumber kehidupan baru yang mereka idamkan,” seru habib Hamid.

Hebatnya lagi, lanjutnya, mereka telah membuat sebuah bak penampungan untuk membuang udara yang masuk ke dalam pipa-agar air yang disemburkan, tidak tersendat serta mengalir dengan lancar hingga ke pemukiman warga.

“Artinya, mereka sudah faham cara mengalirkan air. Masya Allah, ini berkat kerjasama serta gotong-royong yang mereka lakukan sehingga semua pipa yang kita sumbangkan dapat mereka kerjakan dalam waktu singkat. Kemudian air ini bisa dinikmati oleh 2000 jiwa di 3 dusun tersebut,” ungkap habib Hamid.

Berdasarkan pantauan media HILMI-FPI, Selasa (30/10/2018) saat menelusuri pipa-pipa yang diserahkan oleh Yusriadi, Kepala Dusun Nangkarempek, sebanyak 320 batang pipa tersebut dapat tersambung oleh warga hanya dalam waktu 2 jam hingga ke pemukiman.

“Itu karena kita kepingin sekali mendapatkan air bersih yang bisa dinikmati oleh semua warga. Ada 3 dusun yang bakal menikmati air tersebut, diantaranya dusun Nangkarempek, dusun Tutul, dusun Bual atau juga bisa dinikmati oleh dusun Teras Genit,” tegas Kadus yang akrab disapa Adi.

Adi juga mengatakan, karena air ini sangat dibutuhkan sekali oleh mereka, makanya kalau tidak bergotong-royong, mereka tidak akan dapat menikmati air itu. “Makanya kita tekankan kepada masyarakat, kalau mau minum kita harus kompak,” kata dia.

Kadus Nangkarempek ini datang mewakili 2 Kadus lain dari Desa Tutul yaitu Suwandi dan Dusun Bual, Mulyana yang kebetulan saat ini berhalangan hadir. Namun warga dari kedua dusun tersebut semua hadir.

“Kesemua warga dari 3 dusun ini sekitar 200 orang, mereka turut membantu untuk mempercepat proses pemasangan pipa. Agar nantinya air ini dapat dikonsumsi oleh ketiga dusun tersebut. Sementara jumlah KK dari ketiga 3 dusun ini berjumlah 178 KK untuk dusun Nangkarempek, 160 KK untuk dusun Tutul dan 69 KK untuk Dusun Bual,” jelas Adi. 

Adi berharap dengan tersalurkannya air ini bisa dipergunakan dengan baik oleh mereka. Karena penghasilan mereka mengandalkan hasil pertanian dan perkebunan bahkan peternakan yang mereka garap.

Sebab di wilayah ini, kata dia, sudah 6 bulan tidak turun hujan. Jadi tentunya dengan sumber air ini dapat bermanfaat juga untuk irigasi sawah, perkebunan serta ternak yang mereka kelola. 

“Alhamdulillah, terimakasih sekali lagi kami ucapkan kepada HILMI-FPI yang telah menyumbangkan berupa pipa-pipa yang kami butuhkan. Semoga semua ini menjadi ladang amal yang bermanfaat untuk kami serta 2000 jiwa yang berada di 3 dusun tersebut,” tuntasnya.

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Bakti Sosial / Ratusan Warga Terjun Serempak Bantu Sambung Pipa
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram