Kadus Bilok Petung Hargai Perjuangan Relawan HILMI-FPI

Hilal Merah Indonesia, NTB – Aksi petualangan tim Relawan HILMI-FPI bersama para warga dalam memburu sumber kehidupan (air) di dusun Bilok Petung, Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur, kini telah berhasil dinikmati oleh warga.

Kepala Dusun (kadus) Bilok Petung, Bpk. Amakib beserta 3 orang warganya merasa dihargai atas perjuangan yang dilakukan para relawan. Atas dasar itulah yang kemudian membuat mereka (warga) terpacu untuk terjun bersama para relawan.

Jika saja ditantang kepada mereka soal perburuan mata air dengan mengarungi lembah-membelah hutan serta mendaki bukit nan curam, tentu mereka akan menjawab tak kan berani. Mereka hanya bisa menujukkan arah layaknya seorang navigator kepada relawan.

Namun, karena pengorbanan seorang kadus yang peduli pada warganya yang membutuhkan sumber kehidupan, maka tidak ada alasan lain untuk terjun bersama para relawan. Tim Relawan HILMI-FPI yang dipunggawai oleh Abah Aan, langsung menuju lokasi perburuan.

Pasca ditemukannya sumber air sebenarnya yang berada di lereng Gunung Lokopandan, kemudian DPP HILMI-FPI mulai memperhitungkan berapa pipa yang dibutuhkan untuk bisa sampai ke sumber mata air yang diklaim bernama Hiumeniris ini.

Akhirnya, bantuan pipa beserta perangkat lain yang dibutuhkan untuk penyambungan pipa tersebut digelontorkan. Setidaknya, 400 batang pipa dinyatakan cukup untuk menembus lembah Beburung hingga ke lereng Gunung Lokopandan. Ada yang panjangnya 4 meter juga ada yang 6 meter dengan lebar diameter 1 inchi, cukup untuk mendulang air hingga ke pemukiman. 

Jika ditinjau kembali sebuah perjalanan yang memacu adrenalin ini, ditempuh lewat perjalanan darat sekira 60-70 KM terhitung mulai dari Posko Relawan HILMI-FPI di Desa Papak-Gangga sampai ke Dusun Bilok Petung-Kayangan.

Tak cukup sampai disitu, karena tantangan sesungguhnya adalah justru pada saat pendakian. Abah Aan memprediksi jarak yang ditempuh mulai dari Dusun Bilok Petung ke sumber mata air menempuh jarak sekitar 10 KM dan menyita waktu sekitar 3 jam dengan berjalan kaki.

“Untuk menuju sumber mata air Hiumeniris, masih menghadapi trek panjat tebing yang curam sejauh 500 meter menuju lembah Lokopandan. Dari lembah itu, masih kembali menaiki tebing sejauh lebih kurang 350 meter, dan ini semua kami lakukan tanpa ada alat pendakian khusus,” papar pria paruh baya yang akrab disapa Abah kepada Media HILMI-FPI. 

Tentunya, lanjut Abah, hal itu memerlukan perjuangan serta tekad yang sangat kuat. Inilah yang sudah tertanam dalam sanubari para relawan HILMI-FPI. “Setiap ada sebuah jalur yang menantang dan mengundang rasa takut, kamipun bertakbir..Allahu Akbar! Jadi ini merupakan dasar kami untuk bisa menaklukan rasa takut itu,” tegas Abah.  

Tim relawan HILMI-FPI yang terjun ke lapangan membantu sang komando, Abah Aan diantaranya Yogi Nugraha (laskar Ciamis), Bambang (laskar NTB), Supriyadi (laskar NTB), Wilman (laskar NTB), Marfuad (simpatisan FPI Pekalongan), dan dari media HILMI-FPI. 

Ketujuh relawan itu tentunya dibantu oleh Kadus Bilok Petung, Bpk. Amakib, Abdul Kadir, serta dua orang warga lain yang ikut serta menyambung pipa-pipa tersebut hingga ke sumber mata air. Tak ada kebahagiaan serta keceriaan yang keluar dari raut wajahnya, usai ditemukannya sumber mata air yang dituju. Bpk. Amakib tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukurnya lantaran sumber kehidupan itu kini telah sampai ke pemukiman warga. 

“Saya selaku Kepala Dusun Bilok Petung mengucapkan terimakasih atas bantuan pipa-pipa serta tenaga sukarela dari HILMI-FPI yang sigap untuk membantu kami dan bergotong-royong. Bahkan sejak awal pencarian hingga kini air itu sudah mengalir ke wilayah kami. Mudah-mudahan ini akan tercatat sebagai sebuah ladang amal,” ungkap Kadus, penuh rasa haru. 

Meski tantangan yang dihadapi sangat berat, kata Kadus, namun itu terbayar sudah dengan kerinduan akan sumber kehidupan mereka. Hal inilah yang membuat mereka semangat, meski harus menantang maut mereka siap berkorban untuk kebahagiaan warga setempat.

“Sudah terbayang semua warga di Bilok Petung khususnya dan ada juga sebagian warga dari Dusun Landean yang ikut menikmati air ini, sudah terbayang akan susahnya mencari air. Tapi mudah-mudahan, dengan mengalirnya air ini, bisa mengurangi beban dari pada warga kami,” tuntasnya.

Artikel Lainnya :

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Berita / Kadus Bilok Petung Hargai Perjuangan Relawan HILMI-FPI
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram