Dari Kiri ke kanan ( Kak Yana Rahma, Kak Yudha dan Ustadz Khamzah)

Tim Trauma Healing Berencana Buat Zona Ramah Anak

Kegiatan One Day Private Class Training yang menjadi salah satu aktivitas prioritas yang digagas tim Trauma Healing kepada 120 fasilitator Anak, sudah mulai nampak perkembangannya. 

Hampir sebagian dari Fasilitator yang dibentuk oleh para tim, sudah bisa dilepas ke wilayah mereka masing-masing dan mereka juga telah menularkan apa yang diajarkan tim Trauma Healing kepada anak-anak.

Pasca digelarnya kegiatan tersebut, Ketua Koordinator tim Trauma Healing HILMI-FPI, Arief Septia Prayudha bersyukur, lantaran mereka kini sudah belajar dan menjadi bagian dari tim Trauma Healing dan menjadi seorang Fasilitator Anak di lingkungan mereka masing-masing.

“Alhamdulillah, selama kami berada di Lombok ini masing-masing sebagian sudah ada yang memberikan report. Ada yang mengajak adik-adiknya bermain, bernyanyi, mewarnai kemudian ada pula yang sudah mau belajar mendongeng,” ungkap Yudha, saat ditemui Media HILMI, Minggu (20/10/2018). 

Dia juga mengatakan, para tim juga sudah menyebar ke berbagai tempat dan beberapa fasilitator juga ikut serta sebagian juga sudah bisa menjadi pengisi acara kegiatan trauma healing dari HILMI-FPI. 

“Kita berharap kepada Fasilitator Anak yang berjumlah 120 ini kedepannya bisa dirawat, dijaga dan bisa dikembangkan lagi. Karena mereka masih jauh dari harapan, masih jauh dari yang kita tuju. Mereka masih harus diberikan stimulasi tambahan, diberikan beberapa materi pendukung serta kompetensi lainnya,” jelas Yudha.

Tentunya itu semua butuh proses, kata Yudha, tim Trauma Healing akan terus mendampingi mereka secara berkala. “Insya Allah, DPP HILMI-FPI bersama dengan pengurus HILMI-FPI di Lombok ini masih terus bekerjasama untuk memantau, mengawasi serta mendampingi Fasilitator Anak yang sudah tersebar itu,” kata dia.

Yudha berharap, semoga ada berbagai langkah lanjutan di tahap berikutnya untuk bisa diberikan kepada Fasilitator Anak yang sudah terbentuk. “Mudah-mudahan, kedepannya kita juga masih bisa masuk ke tahap berikutnya, yaitu menyediakan sebuah Fasilitas Sentra Kegiatan,” harap Yudha.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Yudha akan buat sebuah Sentra kegiatan berupa Zona Ramah Anak (ZORA). ZORA merupakan sebuah tempat berkumpulnya anak-anak semacam basecamp. 

“Disana nantinya mereka akan berevaluasi, saling bercerita serta saling berkoordinasi. Di tempat tersebut juga nantinya akan kami buat semacam PAUD atau TK Gratis untuk anak-anak korban gempa Lombok. 

Bahkan juga, kata Yudha, ZOTRA juga bisa dijadikan sebagai tempat semacam Madrasah Tahfidz Qur’an juga berbagai pengajian dan lain sebagainya. Intinya dalam sentra kegiatan itu, para Fasilitator juga bisa mengembangkan bakat, minat dan juga kompetensi mereka. 

“Tentu disanalah tempat mereka belajar kesalahan, karena di luar ya kita harusnya se optimal mungkin tidak boleh salah lagi. Dalam Sentra kegiatan itulah mereka akan bisa mengenal kebenaran dan Insya Allah bisa mengenal jadi fasilitator anak yang mumpuni dan bisa menjadi tim Trauma Healing HILMI-FPI yang nantinya bisa difungsikan di beberapa tempat bencana lainnya,” jelas Yudha.

Yudha berharap, semoga 120 Fasilitator Anak terus bergerak serempak secara massive dan terjadwal. Berbagai report bisa terus didiberikan secara berkala.

“Terbukti sudah, kini 1 fasilitator anak itu kini sudah bisa merangkul hingga 100, 150 bahkan ada yang mencapai 200 anak. Ini diluar dari ekspektasi kami, malah kami  memprediksi 10, 20, 30 anak,” pungkasnya.

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Pengobatan Gratis dan Bantuan Medis / Tim Trauma Healing Berencana Buat Zona Ramah Anak
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram