Tim Trauma Healing sedang memberikan hiburan untuk anak-anak korban gempa

Penanaman Aqidah dan Akhlak Gencar Digalakkan

Proses belajar serta hiburan anak-anak yang dikemas dalam bentuk Trauma Healing menjadi suatu kegiatan yang menjadi pusat perhatian bagi masyarakat kota Lombok.

Apalagi, pusat dari korban gempa bumi ini sohor dengan julukan ‘Kota Seribu Masjid’, tentunya berbagai aktivitas yang dilakukan oleh para Fasilitator Anak tak berkutat pada kegiatan yang bersifat hura-hura, tapi penanaman religi juga menjadi faktor utama.

Seperti dijelaskan Ketua Koordinator tim Trauma Healing HILMI-FPI, Arief Septia Prayudha. Dia menegaskan bahwa basic dari HILMI-FPI adalah religi, jadi sudah barang tentu lagu-lagu, permainan bahkan pelajaran yang diwariskan kepada anak-anak semua itu ada referensi Hujjah dari hadits tertentu. 

“Contohnya dengan membawakan do’a yang sedang viral di Lombok “Di tanganku ada Doa, Di Mulutku ada Doa dan Dihatiku ada Doa”, artinya lagu-lagu tersebut berisi tentang doa bahwa seorang muslim itu senjatanya doa,” papar Kak Yudha (sapaan akrabnya). 

Kapanpun, dimanapun, katanya, harus selalu diiringi dengan berdoa. Entah itu sekarang, besok, nanti maupun saat ini. “Karena do’a adalah pondasi kita serta kekuatan. Kemudian juga dari kata-kata tangan, mulut dan hati inikan Hadits, bahwa kalau kau ingin merubah sesuatu maka rubahlah dengan tanganmu, lisanmu juga dengan hatimu,” ungkap Yudha.

Yudha juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut tak hanya sekedar hura-hura, bermain-main, ataupun yang kegiatan bersifat cuma-cuma. “Ini korelasinya ada, kita juga gak sembarangan memberikan berbagai game, ice breaking atau energizer yang sekedar hura-hura tidak ada kaitannya dengan nilai-nilai syariat. Semua kita sinergikan dengan nilai-nilai yang bisa sesuai dengan Quran dan Sunnah,” paparnya.

Sembari menjelaskan, Yudha juga memberikan contoh dengan bernyanyi yang biasa dilakukan oleh anak-anak. “Tepuk Anak Soleh,..”Prok..prok..prok..Aku Anak Soleh, Rajin Sholat, Rajin Ngaji, Orang tua dihormati, cinta islam sampai mati, laailahaillahu Muhammadurrasulullah, Yess..Takbir.. Allahu Akbar, dan ini juga bagian dari syariat itu sendiri,” tegasnya lagi.

Jadi, menurutnya, ini juga merupakan bagian dari proses belajar. Ini adalah proses pendidikan namun dikemas dalam bentuk kegiatan yang jenaka, kegiatan yang ceria yang dapat membahagiakan mereka.

“Selain itu, kami juga tetap mengutamakan toleransi. Apalagi, kita berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhineka Tunggal Ika. Saat kita masuk dalam sebuah lokasi untuk melakukan Trauma Healing, kami selalu bertanya, adakah disini yang beragama non muslim? Tentunya, hal ini yang harus kita jaga, dan bisa menghormati satu sama lain, yang muslim tidak boleh mengganggu non muslim, begitupun sebaliknya,” tuntas Yudha.

HILMI FPI Android

Silahkan dibagikan dan jangan lupa untuk menyertakan sumber...

Home / Pendidikan / Penanaman Aqidah dan Akhlak Gencar Digalakkan
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Telegram